
Tongkat milikn sang Ratu kayangan terbang melayang di udara kini tongkat itu mengeluarkan kesaktian mematikan yang baru saja dintariknya diri putri Arum.
Tekanan yang begitu kuat hingga membuat mereka semua yang berada di sana terpental. Bahkan Raden Mas pun ikut terjatuh. dinding pembatas yang ia buat hancur sekatika menimbualkan sebuah suara seperti kaca yang pecah dan remuk.
Kyai Hasan memenganggi dadanya begitu pula zahra dan Kyai Ahmad merasa sakit di bagain dadanya sedangkan Yusuf mengalami cedera di kepala akibat terbentur ke dinding dan tidak sadarkan diri, sedangkan Zahra dan Abi memuntahkan darah segar.
Dewi yang terduduk tidak jauh dari Raden Mas segera bangkit dan mereka berdua saliang padang lalu menangguk bersamaan.
"Abi dan Zahra cepat bawa Ayah bersama ustadz Akbar kerumah sakit ia harus mendapatkan penanganan medis....!!!" seru Dewi kemudian memejamkan matanya memusatkan kesaktian miliknya untuk berkumpul di tangan hal yang sama juga dilakukan oleh Raden Mas mereka berdua bersatu untuk membuat sebuau kubah yang bisa mengurung tongkat sakti yang sedang melayang di udara.
disisi lain Zahra Segera mencari pertolongan untuk mengangkat Yusuf bersama ustadz Akbar dan di bawa ke kota agar mendapat penanganan medis secepat mungkin.
"Apa yanh sebenarnya terjadi?" tanya Kyai Hasan sambil berusaha kembali berdiri tubuhnya yang sudah tua terasa sakit semua matamya menatap ratu teratai dan juga Raden Mas yang sedang membuat sebuah kubah untuk mengurung tongkat sakti sang Ratu.
"Kamu sudah bertanya itu untuk yang kedua kalinya." jawab Kyai Ahmad menatap Kyai Hasan datar.
"Aku belum puas dengan jawaban pertama, maksudnya kenapa bisa berontak begitu apa benar hanya harena daya hisapnya yang tidak tertutup? Atau kah ada penyabab lain?" sambil nyengir.
Ratu teratai dan Raden Mas sudah selesai membuat kubah yang di dalamnya terdapat tongkat milik sang Ratu kayangan dari luar masih saja terlihat tongkat itu sesekali mengeluarkan cahaya mengembang di udara.
Auranya masih bercampur antara Positif dan megatif. Meski tidak yakin bisa mengurung lama di dalam kubah setidaknya waktu itu cukup untuk mereka memulihkan tenaga dan memikirkan cara untuk mengembalikan tongkat milik sang Ratu.
"Setelah menyerap kekuatan milik putri Arum kesaktian yang berada dalam tongkat ini melawan keduanya saling beradu kesaktian untuk menundukan atara hitam dan putih entah siapa yang akan menjadi pemenang? Namun bila hasilnya sama maka akan tercipta satu batu khusus menyimpat kekuatan yang baru di seserap tersebut, efek dari pertarungan ini adalah keduanya meyerap energi semua yang ada di sekitarnya jeles Raden Mas di angguki oleh semua yang ada tempat itu.
Abi pamit untuk membawa Yusuf kerumah sakit bersama Zahra namun dilanrang oleh kyai Ahmad
"Nak Abi kamu adalah orang yang di incar oleh putri Arum serahkan pada Zahra saja kamu bisa menelpon Gio untuk menjaga Yusuf disana nanti aku juga akan meminta dua orang satriku untuk membatu." ujar Kyai Ahmad.
Tiba-tiba dari ruang demensi Abi keluar seekor naga emas.
"Biar aku yang menjaga dan melindunginya salama di rumah sakit." kata Sang Naga binatang purba itu mengubah bentuknya menjadi laki-laki remaja.
Abi tercengang bagaimana bisa naga itu keluar tanpa perintahnya dan kenapa bisa keluar? Apa itu artinya kekuatan juga kembali.
Naga itu mendekat ke arah Abi ia menerik salah satu jari milik Abi lalu mengigitnya hingga mengeluarkan darah dengan itu Naga sudah menjadi binatang kontrak milk Abi.
"kau apa yang kamu lakukan?" Cicit Abi.
"dengan menjadi binatang roh kontrak tuan saya bisa merasakan apa yang tuan rasakan meski saya tidak berada di dekat tuan." jawab Sang naga lalu segera mengangkat tubuh Yusuf dan berlalu.
Zahra sempat menetiskan airmatanya saat memeriksa keadaan sang Ayah yang tangannya sudah dingin begitu pula kaki sang Ayah, namun Zahra diam saja tidak memberi tau semua orang ia yakin Ayahnya akan baik-baik saja meski perlu waktu untuk membuatnya sadar kembali.
"Zahra tunggu, pengorbananku akan sia-sia tanpa bantuan darimu Ayo Zahra kembalilah masuk. Hanya kamu dan Kyai Ahmad yang bisa mengendalikan tongkat itu. Cobalah konsentrasi hati yang bersih akan mampu mengalahkan iblis yang ingin mencari sang tuan." Ucap suara tanpa Wujud suara itu mengemma di dalam markas.
"Masukalah, lakukanlah perintahnya, aku akan memastikan ayahmu mendapat penanganan yang tepat..." tutur Wijaya segera melangkah kembali menyusul Sang naga yang membawa Yusuf..
Zahra berbalik arah meski hatinya tatapalah gelisah ia berusaha melakukan tugasnya.
Kyai Ahamd menatap Raden Mas. Lelaki tua itu tersenyum segera mengerahkan tanganya ke arah Zahra dan Kyai Ahmad dalam hitungan detik keduanya sudah berada dalam kubah tempat terkurungnya tongkat milik ratu bidadari.
Zahra berserah hanya kepada sang pemilik semesta ia memualai dangan menyebut namanya yang maha pangasih lagi penyayang kemudian memejamkan matanya sambil menggam sebuah tasbih di tangannya ia memesatkan kesaktian di dalam tubuhnya di tangannya yang sedang menganggam tasbih tasbih tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah cahaya meneyilaukan dan saat yang bersamaan kyai hasan juga memesatkan kesaktiannya pada sorban putih ditangannya merka berbedua melempar dua benda itu ke arah tongkat hingga terdengar suara ledakan yang begitu kencang.
Bummmmmmmmm...!!!!
Asap hitam keluar dari ujung tongkat.
Bersamaan dengan itu tongkat terjatuh ke lantai kramik rumah.
Ratu teratai dan Raden Mas saling pandang detik berikutnya mereka tersenyum entah apa arti dari senyuman itu hanya mereka berdua yang tau.
"Zahra kamu gadis yang kuat apapun yang terjadi nanti aku harap kamu iklhas menerimanya berjanjilah untuk tidak menyalahkan siapapun." tutur Dewi kini ia sudah masuk kedalam kubah tempat Zahra dan Kyai Ahamd berada, ia mengusap pelan punggung Zahra.
"Apa maksudmu?"
"Nanti kamu akan tau, bersabarlah." sahut ratu teratai sambil memungut tongkat milik Ratu bidadari.
Kyai Ahmad melihat ada sebuah batu merah delima tidak jauh dari kakinya.
"Simpanlah lebih dulu batu mereh dan tongkat ini, bila saatnya nanti tongkat ini di kembalikan aku akan mengambilnya." minta ratu teratai sambil menyerahkan tongkat milik ratu bidadari ke tangan kyai Ahmad.
Merasa Aman raden Mas segera menghancurkan kubah yang ia buat bersma ratu teratai.
Abi mendekat setelah sebelumnya beberapa obat muncul di genggaman tangannya ia ingin bertanya. Namun Dewi memberikan kode untuk mendekat.
"ka Abi obat yang berwarna merah untuk Ustadz Akbar sedangkan yang warna putih untuk Ayah Yusuf dan yang biru untuk Kaka." jelas Ratu teratai yang menepati raja Dewi teratai kecil.