Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
petunjuk mimpi


Sehari setelah pemakaman Hermawan. Yusuf bersama Dokter Arya memenuhi panggilan dari pihak kepolisan.


"Selamat siang pak Arya pak Yusuf silahkan duduk." ucap seorang petugas di kantor polisi.


pak Arya, sebelumnya kami berterimakasih atas kerjasamanya. rekaman cctv dirumah sakit tempat anda bekerja sangat membatu kami dalam khusus menyelidikan ujar petugas.


"Sama-sama pak." sahut Arya.


"apa betul penyebab kematian korban karena racun yang segaja di suntikan ke infus dan badan korban?" tanya petugas.


"Benar pak ini saya membawa hasil pemeriksaan saat terakhir korban." jawab Dokter Arya sambil menyerahkan sebuah map yang berisi hasil autopsi.


"selama Korban di rumah sakit apa ada teman korban menjenguk dan terlihat mencurigakan." tanya polisi


"Tidak ada jika menjenguk tapi saat masuk ke rumah sakit korban diantar dua orang bernama Siti dan hero." jelas Arya.


"bagaimana kronologinya. apa yang orang itu katakan ?"


"pak hero mengatakan tolong segera menyelamatkan tetangganya. dan meminta pihak rumah sakit menghubungi keluarga korban. sementara ia dan suaminya harus pergi karena harus kembali bekerja." jelas Dokter Arya.


"teruskan." minta petugas.


"kami sempat ragu karena tidak ada jaminan yang diberikan pada pihak rumah sakit. namun hati nurani saya tergerak untuk menelpon keluarga korban melalui telpon genggam milik korban."


"saat menghubungi anak korban yang bernama Gio saya diminta untuk segera menolong Korban ia berjanji akan membayar semua biaya perawatan.dan ke rumah sakit sesegara mungkin."


"saya dan asisten saya segera melakukan tindakan pada korban yang saat itu masih menggunakan seragam kantor." lanjut dokter Arya berhenti sejenak mengingat kembali kejadian malam itu.


"setelah diberikan pertolongan keadaan korban mulai menunjukkan aktivitas ia merespons dengan baik semua tindakan kami hingga keadaannya berangsur-angsur membaik."


Saya meminta asisten saya menjaga korban sampai keluarga korban datang ia pun menyetujuinya. karena saya harus memeriksa pasien yang lain.


"setelah beberapa menit berlalu ada seorang perawat masuk menemui asisten saya, dan mengatakan jika ia akan mengantikan menjaga korban atas perintah saya. Asisten saya mengucapkan terimakasih dan berlalu meninggalkan ruang rawat Korban."cerita Arya sambil mengingat kejadian malam itu.


"hanya itu yang saya tau pak." kata Dokter Arya.


"Baik terimakasih Dokter Arya." sahut petugas ramah.


"pak Yusuf saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan pada anda saya harap anda menjawab dengan jujur tanpa ada yang ditutupi. lanjut kata petugas.


"siap pak saya akan menjawab sesuai yang saya ketahui." sahut Yusuf.


"apa korban memiliki musuh. atau berkelahi dengan seseorang sebelum beliau terkena serangan jantung?"


"setau saya tidak ada pak." sahut Yusuf.


"Apa korban memiliki seingan di tempatnya bekerja?"


"untuk masalah itu saya kurang tau, bapak bisa bertanya pada rekan kerja beliau di perusahan Adi Sanjaya." sahut Yusuf.


Baiklah bagaimana karekter korban menurut anda.


"Ayah mertua saya orangnya baik meski saya hanya bertemu beberapa kali. ia tidak membedakan status saat bergaul. orangnya agak tertutup jika menyangkut urusan keluarga. Dan ia begitu gigih serta ambisius untuk mencapai tujuannya."


"mertua saya pernah ditahan karena mengambil yang bukan haknya. begitu keluar dari tahan ia jauh berubah. ia tak malu bekerja menjadi satpam di perusahaan Sanjaya. meski anak laki-lakinya melarang ia tetep kekeh dengan pendiriannya. berharap semua akan indah pada waktunya.siang malam bekerja tanpa kenal lelah demi pencapai tujuannya. keinginan terbesarnya saat itu adalah ingin menjadi orang kepercayaan sang pemilik perusahaan Adi Sanjaya."


"setelah enam bulan menjadi satpam berkat usaha dan kegigihannya ia berhasil melepas baju satpam dan menjadi karyawan Kontrak selama tiga bulan massa percobaan ia tetap giat tanpa kenal leleh hingga enam bulan ia dinyatakan menjadi karyawan tetep di perusahan tersebut. hal itu saya ketahui dari beliau sediri bercerita satu Minggu yang lalu." jelas Yusuf.


"terimakasih pa Yusuf."


selanjutnya saya perlu perlu dengan mantan istri korban serta kedua anaknya untuk mengajukan beberapa pertanyaan.


siapa orang pertama yang melihat korban disuntikan racun tanya Petugas.


"anak saya, cucu dari korban" sahut Yusuf.


"bisakah anda membawa anak anda kemari saya ingin mendengar penjelasannya?" komandan polisi tersebut.


sementara menunggu Abi dan Risa Yusuf menelpon Gio.


"Assalamualaikum ka Yusuf." sapa Gio melalui sambungan telpon.


waalaikum salam Gio bagaimana, apa pihak perusahaan mau bekerja sama tanya Yusuf.


"iya Kak untuk lebih jelasnya nanti Gio ceritakan selesai tahlilan." sahut Gio.


"Baiklah apa kamu sedang sibuk, jika tidak datanglah kantor polisi mereka ingin menanyakan beberapa hal terkait dengan kejadian di rumah sakit." kata Yusuf.


"baiklah aku segera ke sana ka. Assalamualaikum." ucap Gio.


"Waalaikum salam." sahut Yusuf kemudian mematikan sambungan telpon.


Risa dan Abi sampai kantor polisi disambut ramah oleh petugas


"selamat siang Bu Risa, silahkan duduk.


"Siang pa." sahut ramah.


"Apa benar kamu yang bernama Abi manyu Alfarizi dek?"


"iya benar pak ini anak saya Abi sahut Risa.


"maaf Bu Risa bisa tinggalkan saya dan Abi." minta komandan polisi.


Risa menjawab. "Baik pak."


"Dari rekaman cctv saya melihat kamu berlari begitu tiba di rumah sakit seakan kamu tau ada yang ingin mencelakai kakekmu. bisakah kamu memberikan penjelasan." ujar Komandan polisi yang duduk di depan Abi dan Risa.


"Saya melihat seseorang ingin mencelakai kakek melalui mimpi saat tertidur di dalam mobil menuju rumah sakit."


komandan polisi menetap intens Abi.


"kamu jangan bercanda nak bagaimana mungkin hanya karena mimpi tolong katakanlah jujur." Tegas komandan Polisi.


"Benar itulah yang terjadi, saya diberikan petunjuk melalui mimpi itu tak hanya terjadi sekali ini saja. saya sering mengalami hal seperti itu saat keluarga saya terancam bahaya." jelas Abi.


"kamu ikuti saya." ajak komandan polisi.


Abi mengikuti dari belakang langkah kapten polisi.


"Ivan putarkan rekaman cctv di rumah sakit yang menewaskan korban bernama Hermawan." perintah komandan polisi begitu sampai di sebuah ruangan kerja bawahannya.


"Siap."


begitu rekaman diputar Abi memperhatikan dengan seksama saat Hermawan dibawa ke rumah sakit oleh Sepasang suami istri meminta pertolongan pada dokter hingga memastikan di ruangan mana Hermawan di rawat.


Saat menatap mata Bu Siti Abi merasa kepala begitu pusing dan secara tiba-tiba ia teringat kembali mata suster palsu yang memberikan suntikan pada selang infus Kakeknya.


perawakan suami Bu Siti sama kenapa begitu mirip dengan dokter palsu itu batin Abi begitu melihat punggung Tono.


bagaimana Nak Abi, apa kamu kenal dua orang ini? tau pernah melihatnya? tanya Sang komandan polisi.


"Mata wanita yang mengatarkan Kakek mirip dengan suster palsu itu." kata Abi.


"kau yakin?"


"Ya saya yakin sekali pak."


"bolehkah saya ikut membantu menjebak pelaku." ujar Abi.


"kami akan menangkapnya jika bukti sudah cukup." tegas komandan polisi.