
Abi sengaja melakukan serangan mendadak namun fokusnya bukan Xia Hua tatapi ia mencoba menarik perhatian dari orang yang berada dalam tubuh Xia Hua.
Akkkkkkkkkhhhhh teriakan kesakitan terdengar jelas di telinga Abi suara seorang wanita tua..
"Sudah ku duga ada yang tidak beres dengan Nona cantik ini." batin Abi.
Xia Hua terduduk saat sebuah cahaya putih mengenai kedua matanya... serangan Abi hanya sebagai pengalihan sedang fokusnya mengunakan elemen cahaya yang di arahkan ke mata Xia Hua.
"Keluar."ucap Abi.
kedua mata Xia Hua berubah hitam dangan api yang menyala di dalamnya.
"keluarlah secara baik-baik." kembali Abi mengulangi ucapannya.
Xia Hua mendadak lemas kemudian ambruk ke tanah.
sebuah asap hitam tiba-tiba keluar dari tubuh Xia Hua Tampa rupa.
"Anak muda lancang sekali kau berani menentang ku." ujar suara parau seorang wanita tua.
"Aku tidak menentang Nenek aku hanya meminta nenek keluar dari tubuh wanita itu dia bukalah tubuhmu Kau hanya akan menyiksanya bila terus berada dalam tubuhnya." jelas Abi.
"Jangan asal bicara anak muda kau tidak tau apa-apa." sahut suara parau itu.
Abi menggenggam tasbih miliknya seraya membaca zikir tanpa menjawab seruan dari sang Nenek
merasa terabaikan Nenek itu mengeluarkan bola Abi hitam dan dengan sekali kibasan tangan ia menyerang Abi
Meskipun dengan mata yang tertutup Abi dapat merasakan adanya bahaya yang mendekat ia segera memasang kubah pelindung untuk melindungi dirinya hingga serangan itu tidak dapat melukainya.
Meskipun hanya berbentuk Asap hitam namun rupanya kekuatan ilmunya Kanuragan sangat tinggi.
"Nenek aku hanya ingin bertanya kenapa kau berada di dalam tubuh gadis itu...?" seru Abi
"Dia adalah rumah untuk ku." sahut sang Nenek dengan lantang.
Tapi dengan mendiami tubuhnya kau membuatnya tersiksa kata Abi mencoba mengajak si Nenek itu mengobrol.
"jangan asal bicara anak muda aku sudah menjaganya sejak bayi bila aku tidak ada sudah lama dia hanya tinggal nama." sahut sang nenek masih berupa bayangan asap berbentuk manusia.
"Apa maksud Nenek..?" tanya Abi
"Hahahaha..." nenek itu tertawa melihat Abi terkejut mendengar ucapannya
"Nek apa maksudmu dengan kata menjaga...?" kembali Abi bertany seraya menghilangkan kubah pelindung yang sebelumnya ia pasang.
"Siapa namamu anak muda..?" Bukannya menjawab Si nenek justru bertanya balik.
Meskipun ada rasa kesal karena dua pertanyaan tidak di jawab si Nenek Abi tetep menjawab pertanyaan Nenek itu.
"Abimanyu." sahutnya.
"Namamu bagus wajahmu juga tampan jika aku keluar dan tidak lagi mendiami tubuhnya apa kau mau menjaganya..?" tanya si Nenek terlihat sangat serius.
"Urusan menjaga Adalah urusan Allah sang pemilik semesta dan segala isinya." sahut Abi cepat seraya tersenyum
"jika kamu tidak bisa menjaganya maka jangan harap aku akan meninggalkan tubuhnya." ucap Si nenek lantang.
Nek bukan aku tidak bersedia tapi aku hanyalah masia yang bisa lalai dan lupa jadi aku merasa tidaklah pantas untuk menjaga seseorang jelas Abi.
mendengar jawaban Abi nenek itu tertawa dengan sangat nyaring.
"Tidak adakah cara lain..?" tanya Abi
Mendengar pertanyaan Abi nenek itu terkekeh pelan.
"tidak ada anak muda karena hanya dengan cara itu aku bisa terlepas dari tubuhnya yang mendapat kutukan langsung dari sang Ayah." cerita si Nenek.
Abi terkejut mendengar penjelasan si Nenek yang berupa asap hitam itu untuk memastikan pendengarannya ia kembali bertanya.
"kutukan dari Ayahnya? kenapa ayahnya mengutuk anaknya sendiri?" ucap pelan Abi seperti bergumam.
"untuk menyelamatkan putrinya." sahut si Nenek itu parau meskipun pelan namun suara Abi masih bisa di dengar oleh si Nenek.
"kutukan yang kapan saja bisa menghanguskan seluruh tubuhnya tanpa sisa bagaimana bisa di sebut untuk menyelamatkan..?" seru Abi
"Tentu saja bisa buktinya sampai saat ini dia masih hidup." cacar si nenek kemudian melayang ke arah tubuh Xia Hua yang masih tidak sadarkan diri.
tunggu nek..?seru Abi yang tau jika asap hitam berbentuk manusia itu akan kembali masuk ke badan Xia Hua.
meskipun tidak menoleh seruan Abi membuat si Nenek diam di samping tubuh Xia yang tergeletak di tanah.
"bisakah kamu menjelaskan apa maksud ucapan itu".. minta Abi.
"tidak kecuali kau mau menikahi gadis ini tunjuknya ke arah Xia Hua.
tenggorokan Abi rasanya seperti tercekat saat ingin mengucapkan sesuatu kala mendengar perkataan si Nenek.
tanpa Aba-aba si nenek masuk kembali ke dalam tubuh Xia Hua.
"Apa nenek itu waras gampang sekali dia mengatakan itu dia pikir pernikahan itu mainan." gerutu Abi
Meskipun ia menggerutu hatinya tidak berbohong rasa iba pada gadis bernama Xia Hua itu ia rasakan.
akankah rasa iba itu berubah menjadi cinta batin Abi...??
entah takdir apa yang dihadapi oleh gadis ini malang sekali nasibnya aku bisa melihat kesedihan keputusan dari tatapan matanya entah sebesar apa derita yang ia rasakan selama ini batin Abi sembari menatap Xia Hua yang memejamkan matanya.
saat sedang asik menatap wajah Xia tiba-tiba hujan turun tanpa aba-abi tanpa pikir panjang Abi segera berlari dan mengangkat Xia lalu membawanya masuk kedalam goa tempat ia dan gadis itu sebelumnya beristirahat.
"Dibalik cadar ini tersimpan wajah yang sangat cantik dibalik kulit seputih mutiara
senyum semanis madu." gumam Abi tanpa sadar memuji kecantikan Xia Hua
Ahhhh Apa yang kupikirkan kenapa denganku bisa-bisa memikirkan gadis yang baru beberapa hari ku kenal gerutu Abi seraya menjauh dari Xia Hua yang sudah ia letakan di atas batu besar cukup untuk Xia Hua berbaring.
Abi segera pergi ke tempat telaga buatan di dalam goa tempat sebelumnya Xia Hua melakukan kultivasi Abi ingin membersihkan dirinya disana.
sebelum membersihkan diri Abi berdoa agar Xia Hua terbangun hingga ia bisa leluasa membersihan diri disana.
sementara Abi mandi Xia Hua membuka matanya ia dengan heran ia meraba bajunya yang terasa basah.
Apa ini kenapa bajuku basah batinnya.
tanpa banyak kata Xia Hua segera menghilang dan masuk kedalam gelang perak berukir merak emas di dalam sana Xia Hua memiliki dunianya sendiri segala kebutuhannya ada disana.
tanpa mau membuang waktu Xia Hua segara membersihan diri lalu Menganti pakaian yang ia pakai dengan pakaian baru berwarna Sage.
ia juga mengubah tatanan rambutnya ia suka dengan gaya sederhana namun elegan dan dewasa.