Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
terungkap.


seorang peria paruh baya keluar dari mobil hitam dan masuk kedalam rumahnya.


"Mbuk Asih." teriaknya


Mbuk Asih datang dengan tergopoh gopoh menemui tuannya sesampainya ia segera bertanya.


"Ada apa tuan?" tanya mbuk Asih


" kenapa menelpon berkali-kali?"sahut Hermawan balik bertanya


"a-nu tuan Nyonya Ratih belum pulang" sahut Mbuk Asih gugup.


"Belum pulang?" tanya Hermawan mengerutkan keningnya.


"Nyonya pergi dari rumah katanya ingin mencari non Risa sendiri, sa-ya dan pa Man sudah berusaha mencegahnya, ta-pi Nyonya tetep pergi katanya cuma satu jam akan kembali teryata sampai sekarang belum kembali." ucap Mbuk Asih tertunduk takut.


Mbuk Asih dan pa Man memang sudah sepakat membantu Ratih karna kasihan melihatnya terus tersiksa sendiri tanpa diperdulikan oleh Hermawan.


"Baguslah jika dia tau diri." sahut Hermawan lalu naik kelantai dua.


Mbuk Asih mengelus dadanya lega.


semantara diruamah Defvan sedang pusing oleh ulah Yana yang meminta uang untuk membeli 3 set perhiasan berlian limitid edition.


"Yana bukankah minggu lalu kau sudah membeli perhiasan?" tanya Defvan.


"iya aku membeli perhisan minggu lalu, tapi sekarang aku ingin yang baru, ini produk limitid edition, aku ingin memakainya dipesta pernikahan temanku." sahut Yana.


"pakailah yang kau beli minggu lalu" ucap Defvan sambil berdiri dari duduknya.


"tidak sayang, aku akan malu nanti, aku ini istrimu seorang pegusaha kaya, tak mongkin aku memakai perhiasan yang itu-itu saja. Yana masih bersikeras dengan keinginannya


"bukankah kau memiliki banyak perhiasaan lain setiap bulan kuliat kau selalu membeli perhiasan beberapa set, kau kemanakan itu?" tanya Defvan sambil menatap wajah Yana tajam.


"itu keluaran lama sayang, aku akan dipermalukan oleh teman-temanku nanti." sahut Yana tak mau kalah


"jika begitu belilah sesuai keinginanmu." ucap Defvan setelah terdiam beberapa saat.


"oh sayag terimakasih, kau memenga suami terbaik." puji Yana gembira.


Defvan tidak menjawab ia memilih pergi dari tempatnya berdiri, dan masuk kedalam ruang kerjanya.


Yana berjalan pergi keluar dari rumah masuk kedalam mobil mewahnya dan pergi ketoko perhiasan.


"Defvan kau bodoh sekali hahhahahah tawa Yana." dalam mobilnya.


sementara didalam rumah defvan menelpon seseoeang.


"Mars ikuti Yana." ucap Defvan melalui sambungan ponselnya


"kemana?" tanya Mars.


"ia mengatakan akan membeli tiga set perhiasan berlian, kau ikuti dan laporkan semua yang ia kerjakan padaku sekecil apapun itu." perintah Defvan.


"hemmmm kau mencurigainya menggelapkan uangmu?" tanya mars.


"aku belum tau, untuk itulah aku memintamu untuk terus mengawasi gerak geriknya." jelas Devfan.


"siap, akan aku laksanakan sesuai perintahmu tuan." sahut Mars.


tut...tut...tut..


"astaga Defvan kau menutupnya tanpa ijin dariku." geruntu Mars.


Mars segera melajukan mobilnya kepusat perlajaan yang menjual begitu banyak perhiasan mewah yang harganya pantastis.


setelah melihat Yana ada Disana ia mengikuti kemana saja wanita itu pergi.


malam harinya Mars menelpon Defvan dan mengajaknya untuk bertemu di sebuah restoran.


20 menit berlalu kedua sudah berada disebuah lestoran yang menyajikan makanan khas timur tengah.


setelah memesan makanan Defvan segera bertanya pada Mars.


"Bagaimana hasil kerjamu, apa yang kau temukan?" tanya Defvan taksabar.


Yana itu memang membeli perhisan itu 3 set sekaligus tapi bukan untuknya, Yana menjual kembali perhiasan itu dengan karga yang lebih tinggi dan uang dari hasil penjualan itu diberikan kepada orang tuanya.


tak hanya itu, dari informasi yang kudapat, ia juga menjual beberapa barang seperti tas, sepatu, sendal, dan baju limitid edotion, kepada ibu-ibu solialita dan ibu arisan.


semua uang hasil penjualan itu ia tranfer kerekening papanya.


Aku juga mendapat inpormasi jika ayah yana baru saja membeli sebuah villa yang ada Bali.


Defvan menatap wajah Mars yang serius, ia menantikan Mars meneruskan ucapannya.


"mereka menjadikan Yana alat untuk mengambil semua hartamu menguras habis uangmu."


"coba kau cek surat rumahmu apakah masih atas namamu atau sudah berpindah atas nama Amira ucap Mars."


"akan kuperiksa nanti" sahut Defvan dengan wajah serius


"kau tau Amira itu anak siapa?" tanya Mars dengan senyum misterius


"tidak !!." sahut Defvan singkat.


Amira adalah putri dari salah seorang pemimpin mafia Black tiger.


"Defvid Wellson?" tanya Defvan dengan wajah terkejut.


"tepat sekali tuan." sahut Mars singkat.


"pantas saja Amira begitu berani mencalakai anak dari istri Yusuf, ternya Ayahnya pemimpin mafia." ucap Defvan berbicara sendiri.


"bagaimana bisa mereka saling mengenal?" tanya Defvan


"mereka saling kenal disebuah pesta ulang tahun sahabat Yana." sahut Mars.


"baiklah teriama kasih kejamu bagus mars tapi aku punya tugas baru untukmu." Defvan berbicara dengan wajah serius.


"tugas lagi, katakanlah." sahut Mars.


"kau cari tau wanita bernama Clarissa oktaviani istri dari dokter Yusuf." minta Defvan.


"mencari tau tetang istri orang itu perbuatan tidak baik tuan." sahut Mars memberi nasehat.


"wanita itu, suaranya terdengar tidak asing ditelingaku, aku seakan pernah mendenagrnya disuatu tempat, beberapa tahun yang lalu" jelas Defvan.


Mars hanya mencibir saja tanpa menjawab.


Mars kau tau, semenjak dari pesta resepsi pernikahan Yusuf dan istrinya, aku selalu membanyangkan wajah dari Istri Yusuf.


"kau jantuh Cinta padanya." tanya Mars.


"entalah tetapi aku merasakan kebahagian yang tak pernah kurasakan saat memeluk anak dari istri Yusuf itu hal itu membuatku penasaran.


"dalam tiga hari aku akan melaporkan hasilnya padamu tunggu saja." ucap Mars


"terimakasih mars aku akan memberi bonus jika kau berhasil membawa laporannya padaku." ucap Defvan serius.


di rumah Umi salamah.


waktu berlalu begitu tak terasa sudah tiga hari Ratih berada dirumah Umi kesehatannya semakin membaik.


Yusuf dan Risa mengajak untuk berlibur keluarga kekota paris.


"Gio aku sudah menelpon menejermu ia mengijinkamu untuk menambah cuti satu minggu lagi." Ucap Yusuf.


"bagaimana dengan kuliahku?" tanya Gaio.


"semua sudah beres, nanti dosenmu akan mengirimkan tugasmu melalui imail begitu pula mata pelajaran yang kau tinggalkan, aku juga sudah memberiakan nomormu henponmu kepada dosen pembimbingmu." jelas Yusuf.


"mas jika kami semua ikut kami akan merusak acara bulan madu kalian yang harusnya hanya berdua." ucap Gio.


"Gio aku yang meminta mas Yusuf untuk mengajak serta kalian" ucap Risa.


"kenap?" tanya Gio singakat.


"karna aku takingin jauh dari kalian ucap." Risa.


"karna kalian perlu liburan Yusuf menimpali." ucapan Risa.


"bautlah ibu terus merasa senang dan bahagia agar ibu kembali seperti semula" ucap Yusuf.


Risa, Gio, Ayahmu itu berselingkuh dibeakang ibu,ia jika menikah siri." ucap Ratih.


"Gio sudah tau bu." ucap Gio


"sudahlah bu tidak usah dipikiran semua sudah terjadikan." nasehat Risa.


"Risa benar berpikirlah positif bu Ratih." Umi salamah menimpali.


"terimakasih Umi, Yusuf aku senang sekali meliahat Risa mendafatakan suami dan mertua yang begitu baik seperti kalian" ucap Ratih dengan tersenyum manis


"kita akan berangakat besokkan?" tanya Abi.


"Ya Abi apa ada yang bisa om bantu." tanya Gio.