Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Menerima


Tidak pernah terpikir oleh Devan semua usaha yang di bangun oleh Willim dan di lanjutkan olehnya akan seperti saat ini.


Devan dan Mars mencari sebuah rumah yanh lokasinya tidak jauh dari pondok pesantren selain suasana yang nyaman mereka juga berniat untuk belajar Agama bersama-sama dengan Kyai Ahmad.


Rumah yang terbuat dari kayu jati ukuran tidak terlalu besar di kanan kirinya di tanami pohon Jeruk dan sawo oleh pemilik terdalu ada pola kios kecil di depannya mungkin dulu sang pemilik rumah berjualan.


Walau rumah itu tidak besar Devan dan Mars tidak masalah yang penting mereka bisa mereka tepati. rencananya dua orang lelaki itu ingin berjualan di kios depan rumah yang mereka kontrak itu.


Mars baru saja selesai membuat nasi goreng kemangi. Mars memasukan nasi goreng ke dalam dua buah piring dan dan meletakan di lantai, ada pula telur ceplok sebagai ikannya.


Devan membuat Tah hangat jehe untuk menemani sarapam mereka.


"Wahhhhhh wangi sekali, pasti enak." ucap Devan seraya meletakan dua gelas teh dan ikut duduk di lantai.


"Di rasa dulu Dev mana tau rasanya asin." Mars menyahut kemudian menyeruput teh jahe buatan Devan.


Devan tak lagi menjawab ia segera memasukan nasi goreng buatan sahabat lamanya kedalam mulut perlahan ia mengunyah merasapi rasa dari nasi goreng yang baru saja ia masukan sesekali matanya terpejam.


"Kamu makan atau apa sambil merem gitu?" Tegur Mars yang memperhatikan Devan makan.


Devan menatap Mars terdiam beberapa saat.


"Aduh jangan-jangan masakan yang aku buat tidak sesuai seleranya diakan terbiasa makanan yang mahal." batin Mars cemas.


"Maaf Dev bila masakannya tidak, enak tau tidak sesuai dengan lidahmu. Aku harus menghemat." Mars berucap sambil tertunduk.


"Devan segera menepuk Mars. Makan ini enak Mars, sumpah....!!! Kemabali memaksakan nasi goreng kedalam mulutnya.


"Kamu pasti sengaja menghibur aku, katakan saja bila tidak enak tidak usah berbohong, aku tidak akan marah, cicit Mars.


"Astaga Mars aku serius ini enak, Nanti kita jual aja nasi goreng ini di kios depan aku yakin pasti banyak suka apalagi harganya murah. Modalnya tidak banyak kan?"


"Kamu serius kita jual nasi goreng Kemangi? Mars bertanya sedikit ragu.


"Ya kenapa tidak? Ini rasanya beneran enak loh...!!!"


Aku ragu tidak ada peminatnya bukankah kita hanya akan rugi udah beli bahan tapi tidak ada yang beli.


"Husssssss jangan begitu, yakin pasti ada..? Kita harus mencoba Mars." Devan masih ngotot.


"Lalu bagai mana dengan bubur apa tidak jadi?" tanya Mars.


Sebelumnya Devan bercerita ingin menjual bubur Ayam resep khusus dari almarhum ibunya.


"Jadi, pagi jualan bubur malam jualan nasgor" kata Devan cepat.


"Mars mengangguk baiklah nanti di hitung dulu modalnya tentunya setelah memperbaiki kios yang sudah tidak terurus itu catnya saja banyak yang mengelupas itu belum lagi di dalamnya pasti juga ada beberapa yang harus di perbaiki agar lanyak pakai." ucap Mars.


"Ya Aku tau akan aku gadaikan jam tangan milikku ini nanti." jawab Mars.


"Kamu gak sayang Dev, jam tangan itu pemberian Ayahmukan harganya juga sangat pantastis?" Mars bertanya sambil melihat jam tangan milik Devan yang masih di pakai oleh sang empunya.


"Tidak masalah Mars tenang saja." sahut Devan.


Dev aku minta Maaf ya rumah ini tidak sebesar dan senyaman rumahmu makan aja terpaksa lesehan di lantai aku belum bisa beli meja makan tabunganku menipis tutur Mars masih belum memakan nasgor miliknya.


"Ya Ampun Mars tidak apa-apa aku mengerti jujur aku lebih nyaman tinggal disini dari pada di rumah mewah milikku dulu." kata Devan ia berhanti makan sejanak memperhatikan Mars yang bulum menyentuh makanan miliknya.


Mars terkejut mendengar penuturan Devan ia melihat wajah Devan mencari kebohongan di matanya namun tidak ia temun.


"Sudah Mars jangan di pikirinkan, semua sudah terjadi kita lanjutkan hidup menjadi lebih baik dan tentunya dengan usaha sendiri yang halal."


Mars tersenyum tidak menyangka Devan menerima keadaannya dengan berpikir positif semuga menjadi awal yang baik fikir Mars.


"Ayo nikmati sarapanmu itu selangi masih anget." ajak Devan..


Keduanya makan dengan lahap bener kata Devan masakan Mars semakin enak ia yang sudah beberapa bulan tinggal di pondok asrama laki-laki terbiasa masak sendiri.


****


Di kerajaan raja Iblis Putri Arum sedeng menghisap inergi beberapa mahasiswa masih perawan hingga semua mahasiswa itu menjarit secara bersamaan saat sumua mahasiswa itu menjadi tengkorak Putri Arum tersenyum puas.


"Besok aku mau lagi." gumamnya sambil mengelus perutnya yang buncit.


"Tenang saja Arum akan kusediakan sampai anak-anak itu lahir kau memang harus benyak menyedot energi wanita perawan." Sahut Raja iblis.


Bagaimana perutmu apa akan baik-baik saja setelah kau menyedot banyak energi perawan.


"Ia benar aku aku tidak merasa sakit sama sekali bahkan badanku terasa lebih bertanga dan bonusnya kulitku menjadi lebih muda." tutur putri Arum senang.


Tapi semua hanya berlang sebentar tidak lama anak-anakmu akan menyiksaku kembali wantu makan tiba keluh Putri Arum.


"Jadi setelah meminum darah perjaka kamu juga merasa purutmu tidak sakit?"


"Ya itu benar"


"Bagaimana bila aku menyediakan banyak darah itu mungkin dengan itu kamu tidak akan merasa sakit"


"Ya bisa jadi coba saja." putri Arum meminta.


Ti tempat berbeda Ratu teratai di kamarnya sedang melamun tiba-tiba saja ia di kejutkan dengan kehadiran Dewi sekar Arum yang tiba-tiba muncul.


"Kau mengangatkan ku....!! ucapnya.


Maaf ada berita penting sahut Dewi sekar.


"Apa?"


"Putri Arum mengandung anak-anak raja Iblis ia mencari banyak sekali lelaki perjaka dan wanita perawan untuk menjadi santapan Putri Arum." Jelas Dewi sekar.


"Santapan maksudnya dimakan?"


"Wanita-wanita perawan di sedot energinya sampai tewas sedangkan lelaki perjaka darahnya di ambil sebagai minuman."


Berapa banyak yang wanita itu butuhkan setiap harinya.


Sepuluh sampai lima belas wanita dan dua puluh orang darah perjaka jelas Dewi sekar.


"Apa sebanyak itu kamu tidak salah hitung." tanya Ratu teratai.


"Tidak Dewi yang di katakan sekar benar." sahut Risa tiba-tiba masuk setahu Ratu teratai Risa di dapur menyiapkan makanan bagaimana ia mendengar obrolannya dengan Dewi sekar di kamar lantai atas pula.


"Bunda....!!" hanya kalimat itu yang bisa ia ucapkan.


"Risa, bagus sekali sudah ku duga kau memiliki sesuatu yang tersembunyi ternyata ini sungguh negejutkan..!!!" seru Dewi sekar sembari tersenyum ramah.


"Kita herus bergerak untuk menghentikan semua ini." ucap Risa