
Tunggu Nak kau tidak bisa melihat tanpa lentera ini ucap Mbah Kasiman sambil menyerahkan satu buah lentera untuk Abi.
Abi mengambil segera lentera di tangan Mbah Kasiman.
cepat masuk nak sebelum pintunya menutup tukas Mbah Kasiman memperingatkan.
tanpa banyak bicara Abi melangkahkan kakinya masuk kedalam hutan larangan dengan langkah pasti sambil tersenyum beberapa detik berikutnya pintu yang gerbang jalan setapak itu tertutup Mbah Kasiman duduk bersemedi di samping pohon hanya dengan mengendalkan penerangan dari cahaya bulan.
"Aku akan membantumu dan menunggumu kembali nak semoga kamu bisa melewati halang rintang didalam hutan." Batin Mbah Kasiman.
Entah sejak kapan tiba-tiba saja rubah putih berada dibelakang Abi sambil memainkan kedua kakinya ia mengingatkan Abi untuk terus Waspada.
tak ingin membuang waktu terpaku ditempat Abi melangkahkan kakinya dengan mengucap Nama Allah sang penguasa langit dan Bumi.
Tak..tak..tak.
baru tiga langkah Abi berjalan sudah disambut dengan bau kemenyan yang sangat menyengat di indra penciumannya. kepala Abi tiba-tiba berdenyut tapi ia tak menghiraukannya.
tak..tak..tak
kembali lagi ia melangkah tiga langkah wusssssssss!!! sebuah angin kencang menerpa wajahnya diikuti oleh bayangan hitam.
"Siapa itu." teriak Abi suara menggema didalam hutan malam itu.
Sepasang mata berwarna merah mengintai dari balik tanaman.
Rubah yang menyadari itu segera memberikan isyarat untuk Tuannya.
keluarlah aku datang secara baik-baik aku tak akan menyakiti siapapun termasuk binatang sekalipun aku kemari dengan tujuan yang baik ungkap Abi sambil mengawasi sekitar.
Wussssssss dengan cepat seekor Macan menyerang Abi secara tiba-tiba.
Abi yang sejak tadi terus waspada tentu saja menyadari hal itu hingga ia mempu menghindari serangan Macan yang ingin mencakar wajahnya.
Tak dapat melukai wajah Abi bukan berarti ia kalah Macan itu menatap dengan mata menyala ia kembali menyerang Abi dengan buas
sttttttt settttttt
lagi-lagi kuku tajamnya tak dapat melukai kulit Abi. dengan seringai menakutkan ia mengaum cukup keras hingga menggetarkan tanah yang Abi pijak sebuah sulur mencuat dan melilit kaki naik hingga pinggangnya.
Abi tak dapat menghindari sulur hidup itu. Karena tak tau jika auman macan itu untuk menghidupkan tanaman aneh yang cepat melilit tubuhnya.
"Abi potong taman itu menggunakan keris yang kuberikan padamu dengan mengucap Bismilah." sebuah suara laki-laki terdengar telinga Abi.
Tanpa ragu Abi mengambil keris dan memotong sulur yang melilit tubuhnya hingga sulur itu kembali masuk kedalam tanah sedang sisa potongannya leyap bagaj tertiup Angin.
"benar-benar tak masuk diakal." pikir Abi.
melihat itu sang Macan penjaga kembali menyerang dengan cari lain.
kali ini ia memanggil bala bantuan untuk mencabik-cabik kulit Abi.
Lima ekor macan sedang mengepung Abi dengan serigai menakutkan mata yang menyala pertanda seng pemilik tubuh sedang marah.
"Astaga jika begini bisa-bisa aku mati sia-sia. sebelum mencapai tujuanku gumam Abi. Aku harus berpikir cepat untuk menyingkirkan mereka aku diburu waktu." batin Abi.
Ia menarik kerisnya kemudian menancapkan di tanah tiba-tiba saja Angin kencang menerjang 5 ekor Macan yang sudah mengepungnya sendiri tadi.
sebelum hewan itu bangkit Abi mengambil cairan obat bius dan memberikannya pada macan-macan sudah menyerangnya.
Di sisi lain Rubah putih diserang oleh seekor kelelawar beruntung Rubah itu selalu mampu menghindari serangannya.
melihat Rubah belum bisa menjatuhkan lawannya Abi ingin membantu belum sempat ia melempar kerisnya sebuah suara kembali mengingatkannya.
Abi menatap Rubah putih dengan seksama ia terkejut manakala menyadari jika bulu dari ekor rubah itu menyala berwarna kebiruan seperti Api dan siap melancarkan serangan.
dengan mata terpejam Rubah itu menggoyangkan ekornya hingga munculah butiran Api warna biru seperti kunang-kunang kegelapan malam sangat banyak berterbangan menuju Kelelawar yang menyerangnya hingga kelelawar terbakar menjadi Abu.
"Kau membunuhnya." gumam Abi.
"tidak masalah Tuan jumlah mereka banyak disini. Ayo cepat sebaiknya kita lanjutkan perjalan semakin kedalam semakin banyak pula binatang buas yang menghadang kita." tutur Rubah putih sambil menatap Abi.
"Ayo." ajak Abi melanjutkan kembali perjalananya.
lentera yang sempat ia letakan di dahan pohon saat melawan macan kembali ia ambil untuk menerangi perjalanannya.
"kau mungkin bisa melumpuhkan macan bodoh didepan sana tapi tidak denganku." ucap Kera putih melompat dari dahan dan mendarat tepat di depan Abi.
"pergilah Tuan saat ia lengah aku akan melawannya mereka sengaja bermunculan agar waktumu terbuang." tukas Rubah putih
"bagaimana denganmu kita pergi bersama-sama kita juga harus menghadapinya bersama aku tak bisa meninggalkanmu." sahut Abi sarkas.
"jangan keras kepala tujuan anda lebih penting saat ini Ayo cepat masuk kedalam hutan Aku akan menahannya semampuku." ujar Rubah putih.
"Baiklah." jawab Abi sambil menghela napasnya kasar
Rubah putih mengalihkan perhatian kera putih dengan cara menyerangnya terlebih dahulu. sedang Abi dengan setengah berlari masuk kedalam hutan. Tak tau dari mana tiga anak panah meleset ke Arah Abi hampir saja mengenai Abi jika Abi tidak segera menunduk.
"Apa didalam hutan ini ada manusia mana mungkin hewan bisa memanah." batin Abi.
belum terjawab rasa penasaran telinganya mendengar seseorang bernyanyi dan ada pula suara gendang bersahut-sahutan.
mata Abi memindai sekitar dan terlihatlah jalan setapak bergaris merah disisi kirinya.
"sepertinya ada acara hajatan atau mungkin pernikahan. seru kali ya jika Abi melihat pernikahan gaib secara langsung pasti akan jadi pengalaman yang menyenangkan." batin Abi.
Disisi lain Kyai hasan dan Kyai Ahmad tersentak kaget mana kala penawarangan yang mereka liat memperlihatkan Abi masuk dunia gaib yang tak seharusnya ia masuki.
"bagaimana ini?" tanya Kyai Hasan.
"kita harus mengirim seseorang untuk menyelamatkannya." sahut Kyai Ahmad.
"Ayo bangunkan Mars?" hanya dia yang bisa menolong Abi saat ini.
Kyai Hasan segera membangunkan Mars tetapi tak kunjung terbangun. Sambil memejamkan Matanya Mars berjalan menuju dinding yang terdapat kaca besar di sana langkahnya terus bergerak maju hingga menembus masuk kedalam kaca besar itu.
Dalam mimpinya Mars melihat Abi dikelilingi oleh banyak mahluk aneh yang sedang mengadakan pesta.
Ia meminta bantuan Bayura (naga) untuk mengantarnya membatu Abi. Bayura membuka portal gaib ke hutan larangan dengan cepat Mars masuk dan menarik Abi lengan Abi.
"Om Mars Ucap Abi tersentak bagaimana om ada disini?" tanya Abi
"jalanmu salah nak kembalilah ke jalanmu semula." tutur Mars seraya terus menarik Abi hingga kembali ke jalannya semula.
Mars segera berbalik dan menghilang di balik rimbunan pohon.
"Apa itu tadi Om Mars?" tapi mengapa matanya terpejam dan bisa menghilang." batin Abi.
🍃🍃🍃
saya sebagai penulis kembali meminta maaf karena mengunakan Gunung ijo sebagai inspirasi dalam berkarya. Yang author tulis disini murni karangan author semata.
selamat membaca.!!!