Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
niat jahat


Di istana kayangan nampak sang ratu duduk di singgasana sembari menatap sebuah kaca besar yang memperlihatkan sebuah hutan yang di ciptakan oleh kakek Han untuk Abi dan teman-temannya.


Mata sang ratu tampak menatap anak keturunannya yang sengaja di kurung oleh kakek Han dengan dalih melatih namun sebenarnya hanya untuk mengulur waktu agar mereka tidak sampai pada tujuannya dengan cepat.


"Ratu haruskah saya membantu Abi..?" tanya Dewi Sekar Tunjung


Ratu terlihat memejamkan matanya beberapa detik sebelum mengambil sebuah keputusan yang terasa berat baginya.


"bagaimana menurutmu tanjung..? tanya balik sang ratu bidadari.


"Ratu harus menolong Abi secepatnya jangan sampai anak dari putri Arum terlahir dan membuat masalah baru yang mungkin akan lebih Basar dampaknya baik dunia pana maupun gaib." kata Dewi Sekar Tunjung menjelaskan.


"Tapi kau pasti tau jika aku menolongnya sekarang maka sampai seribu purnama berikutnya aku tidak akan bisa lagi memberikan dia pertolongan apapun yang terjadi itu sudah menjadi perjanjian bahwa tidak boleh mencampuri jalan takdir yang sudah di gariskan oleh sang pemilik kehidupan."jelas ratu bidadari.


"Ya saya tau Ratu beruntunglah kita diberi kesempatan tiga kali menolong orang yang setiap seribu tahun syaratnya harus orang-orang yang memiliki hati yang bersih." sambung Dewi Sekar Tunjung.


Ratu bidadari menarik menarik napas lalu mengembuskan perlahan dari mulut.


"Panggil Dewi teratai putih kemari Dewi Wulan." perintah Ratu bidadari


"Baik ratu." sahut Dewi Wulan sembari sembari membari membungkukkan badan kemudian berlalu mencari Dewi teratai putih


Di sebuah pendopo yang mengapung di atas air Dewi teratai putih sedang bermeditasi seluruh tubuhnya di bungkus oleh kelopak bunga teratai yang bersinar terang.


Dewi Wulan yang melihat Dewi teratai putih bermeditasi lantas mendekatinya.


"Maafkan aku jika kedatangan ku menganggu mu Dewi teratai, tapi yang mulia ratu meminta kau menghap padanya sekarang." ucap Dewi Wulan meskipun Dewi teratai sedang bermeditasi ia yakin temannya itu mendengar apa yang di ucapkannya.


kelompok bunga teratai yang mengelilingi Dewi teratai mengeluarkan cahaya ungu bercampur biru dan jingga Dewi Wulan yang melihat itu terkejut karena selama ini kelompok teratai itu hanya bersinar putih tapi hari ini kelopak itu mengeluarkan tiga gradasi warna sekaligus nampak cantik sekali.


"Aku harus memberitahu yang mulai ratu." gumam Dewi Wulan lantas berjalan celana menuju singgasana sang ratu bidadari.


tidak berapa lama Dewi wulan sudah sampai di depan sang ratu bidadari.


"Ada apa Wulan mana Dewi teratai putih..? tanya sang ratu belum sempat Dewi Wulan membuka mulutnya sang ratu sudah lebih dulu memberikan pertanyaan.


Dewi Wulan melihat searah Dewi Sekar Tunjung dan ratu bidadari yang menanti jawaban darinya.


Maaf yang mulia Dewi teratai sedang bermeditasi di pendopo terapung yang berada di telaga bidadari tubuhnya yang di bungkus kelompok teratai itu mengeluarkan tiga gradasi warna sekaligus jelas Dewi Wulan.


ratu bidadari terkejut berdiri dari singgasana lantas mengajak Dewi Wulan untuk melihat secara langsung.


Dewi Sekar Tanjung yang penasaran juga melangkahkan kakinya segera menyusul Dewi Wulan dan ratu bidadari.


Tak ingin membuang waktu lama berjalan ratu bidadari dan Dewi Wulan melakukan teleportasi hingga kedua muncul di depan telaga bidadari.


Apa yang terjadi ratu mungkinkah...


Belum selesai Dewi Wulan menyelesaikan ucapan di potong oleh sang ratu bidadari.


"Dia berhasil membentuk tubuh Manusianya kembali Dewi Wulan." ucapnya.


"Jadi Dewi teratai putih akan kembali menjadi manusia..?" tanya Dewi Sekar Tunjung yang dulu pernah melakukan kultivasi di telaga bidadari tetapi tidak berhasil membentuk tubuh manusianya.


Ya ini sebuah keajaiban yang tidak pernah terjadi sebelumnya kita tidak tau apa rencana dari sang maha pencipta untuknya kata ratu bidadari seraya berbalik badan hendak kembali ke singgasana.


Ratu apa kita akan meninggalkan Dewi teratai begitu saja tanya Dewi Wulan yang tadinya ia pikir sang ratu akan menghentikan kultivasi Dewi teratai putih.


"Biarkan saja dia, mungkin tengah malam nanti dia akan selesai dan menemui ku." sahut sang ratu lantas segera pergi dari sana tanpa di sadari oleh Dewi Wulan dan Sekar Tanjung sang ratu melempar sebuah bola kecil seukuran biji tasbih dengan gerakan cepat dalam sekejap bola itu berubah menjadi perisai pelindung tak kasat mata.


Dewi wulan dan Dewi Sekar Tanjung mengikuti sang ratu kembali ke singgasananya.


Tanjung aku perintahkan kau pergi ke hutan ilusi milik kakek Han itu selamatkan mereka semua perintah Sang ratu.


"baik yang mulia perintah aku hamba laksanakan." Jawab Dewi Sekar Tunjung mantap


"Tunggu yang mulia." sela Dewi Lasmini


semua mata kini tertuju pada Dewi Lasmini yang tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu seperti biasanya.


Dewi Laksmini bukankah kau sedang bermeditasi dan seingat ku kau meminta ijin padaku hingga 7 purnama tanpa di ganggu lalu kenapa tiba-tiba kau datang kemari tanya sang ratu bidadari


"maaf sebelumnya yang mulia ratu, saya sebenarnya datang kemari karena mendapat sebuah petunjuk jika lelaki tua itu memiliki niat jahat ingin membunuh Abi dan kawan-kawan dengan cara menjebaknya di dalam hutan ilusinya." jelas Dewi Lasmini


Kau benar sekali Dewi Lasmini lelaki tua itu adalah penghianat yang berpihak pada raja iblis aku menyesal telah memberikan kepercayaan untuk melatih Abi nyatanya itu hanyalah siasat yang dia lakukan untuk membantu raja iblis mencapai tujuannya.


"Jika demikian artinya Han itu musuh kita ratu." cetus Dewi Wulan dengan rasa tidak percaya


"kita harus segera bertidak yang mulia kurung Han di sangkar emas dewa aku yakin dia tidak akan mampu bebas dari sana sehebat apapun ilmu." kata Dewi Sekar Tunjung ikut bicara.


'Ya kau benar Dewi Sekar Tunjung kita demikian tugas aku bagi kau menangkap Han Dewi Lasmini dan kau Dewi Sekar Tunjung selamatkan Abi dan teman-temannya." perintah Sang ratu.


Kedua menerima perintah sang ratu kemudian berlalu undur diri setelah memberi hormat kepada sang ratu bidadari yang cantik itu.


"Senopati Han ( kakek Han) pasti memiliki ilmu yang bisa menutupi jati dirinya hingga aku tidak mampu membacanya pastilah sangat tinggi ilmunya." gumam sang ratu.


Iya ratu saya bahkan tidak merasakan sedikitpun aura hitam dalam diri rapat sekali dia menguncinya., yang ucap Dewi Wulan.