
kepergian Dewi dan Yusuf menemui Adam membuat suasana rumah menajadi sepi.
Abi teringat janjinya ia segara beranjak dari tempatnya duduk membersihkan diri.
tigapuluh menit dikamar mandi membuatnya terlihat lebih segar. ia segara terlihat tampan gengunakan setelan baju dari sebuah butik ternama dikotanya.
Abi menuruni tangga dirumahnya setelah sebelumnya berpamitan dengan Ibundanya Abi keluar rumah mengunakan motor sport berwarna merah meliknya.
sempainnya disebuah rumah tempat produksi berbagai kerajinan tangan Abi menghentikan motornya.
dengan santai ia melepas hlem lalu berjalan memasuki rumah produksi. "Asslamuaikum" sapanya.
"Walaikum salam." sahut seorang pemuda didalam rumah.
"gimana Ka Rama, ada masalah apa?" tanya Abi.
"kita bicara di ruang kerja saya aja, ayo Tuan." ajaknya.
Abi mengekor seperti anak ayam. sesampainya di ruang kerja Rama mempersilahkan Abi duduk di sofa.
di meja sudah tersedia kue dan juga air minum. rupanya Rama sudah terlebih dahulu menyiapkannya.
"silahkan dinikmati, maaf hanya ini yang bisa saya siapkan." ujar Rama mempersilahkan.
"terimakasih sudah repot menyiapkan ini." sahut Abi.
"pendapatan kita menurut drastis Tuan ada rumah pruduksi lain yang meniru pruduksi kita dengan harga yang lebih murah." sahut Rama.
"tidak masalah Rama, kita bisa membuat pruduk baru lagi untuk menarik konsomen, saya akan mengajari secara langsung agar pruduk kita tidak mudah ditiru orang lain kita harus memiliki ciri khas." jelas Abi.
"tidak hanya masalah itu saja Tuan kita juga ditipu kerugiannya hampir satu M." terang Rama orang kepercayaan Abi mengelola rumah pruduksi kerajian tangan miliknya.
Abi memejamkan sebantar matanya mencoba membuka mata batinya tidak menunggu lama ia membuka mata dan memerintah.
Ka Rama celidiki orang-orang kita secepatnya jika ada yang terbukti bersalah kamu bisa memberitahu padaku ujar Abi tegas tidak mau dibantah.
"Baik akan saya lakukan secepatnya." sahut Rama mantap.
Abi bangkit berdiri menggunakan isyarat mata meminta Rama mengikutinya.
Abi berjalan melihat kesibukan karyawannya membuat kerajinan tangan. matanya tak segaja melihat salah seorang karyawan memasukan manik-manik yang sudah selesai dibuat menjadi sebuah karya seni kedalam bajunya.
Abi berjalan berpura-pura tidak melihat melewati karyawan tersebut ia menuruskan langkahnya hingga ia melihat hal yang sama dilakukan oleh beberapa kaywannya yang lain.
dengan wajah tenang Abu bertanya pada karyawan yang mencuri itu.
"berapa karya kamu hasilkan setiap hari?" tanyanya.
"lima sampai tujuh tas berhari Tuan." sahutnya.
"boleh aku melihatnya lebih dekat?" tanya Abi.
"silahkan tuan." ujarnya sambil meminta temannya memberikan sebuah tas hasil karya seninya.
Abi yang menerima tas dari karyawan lain melempar kerya itu tepat dihadapan karyawan yang di ajaknya bicara.
"tidak bisakah kamu berdiri dari dudukmu lalu memberikan sacara langsung padaku?" tentu saja hal itu membuatnya terkejut begitu pula dengan teman disampingnya.
"maaf Tuan ujarnya kaki saya sakit terkilir jatuh dikamar mandi." alasnya.
Rama panggil cici(nama seorang karyawan) untukku perintah Abi.
tidak menunggu lama Cici menghampiri Abi.
" kau bisa memijat bukan coba kau pijatkan kaki karyawanku ini agar dia merasa lebih baik" minta Abi.
wajah karyawan tersebut berubah pucat tangannya bergetar begitu pula dengan teman disampingnya.
"Ayo cici cepatlah kau tidak melihat wajahnya sudah pucat pasti dia merasa sakit karena menahannya dari tadi." perintah Abi.
karyawan wanita itu terlihat takut kebohongan terbongkar berpikir keras mencari alasan.
"Kenapa diam saja?" tanya Abi suara naik satu oktaf.
AYU apa kamu tidak dengar sekarang juga ulurkan kakimu." bentak Rama.
" Dia tidak akan berani Ka Rama kakinya tidak sedang terkilir ia tidak berani berdiri karena menyembunyikan sesuatu dibalik bajunya." stak Abi sambil melirik karyawan wanita itu depannya.
Kau, tunjuk Abi pada karyawan yang berada satu Meja dengan Ayu. "Kau tau pasti temanmu mencuri karya seni disini tapi kamu menutupinya"
Rama kau tau disini ada beberapa pencuri aku mau kamu bereskan mereka semua. Tidak tau terimakasih aku sudah memberikan pekerjaan yang untuk kalian tapi kalian mengalah gunakan kebaikanku. Lantang Abi.
"BERDIRI KALIAN." tunjuk Abi pada dua karyawan di depannya.
"Apa kau bekerja untuk orang lain?" tnya abi denga wajah serius.
"Maafkan saya Tuan Abi saya hanya menyimpan untuk kloksi." sahutnya dengan wajah menunduk takut.
"jangan berbohong padaku." ujar Abi meninggikan suaranya.
beberapa karyawan lain memasang kuping namun tidak berani mendekat.
"Kamu dengar Ayu jawab dengan siapa kamu bekerjasama?" tanya Rama membentak.
"kami bekerja untuk peruhan baru milik Putri Arum haniya ningrat." ucap teman kerja Ayu dengan suara serak menahan takut.
"Wanita itu lagi rupa dia juga ingin menghancurkan usahaku termasuk usaha ibuku dasar iblis." batin Abi marah.
"Pecat mereka berilah pesagon karena sudah mau jujur." perintah Abi pada Rama.
"Rama apa selidiki segara masalah ini jika masih ada yang tidak tau terimakasih maka kau berhak memecatnya." tukas Abi
Ayu dan temannya Nicy duduk dilantai bersimpuh memohon maaf dan meminta diberi kesempatan lagi bekerja.
Sebelum meninggalkan tempat tersebut Abi berucap.
Aku harap cukup mereka yang berkhianat padaku jika ada lagi maka majulah selagi aku masih memiliki sedikit hati beri kalian pesagon ujarnya.
Hening sumua terdiam tidak ada yang berani bersuara tiba seorang karyawan laki-laki memegang dadanya yang seperti terhimpit benda yang cukup berat napasnya tercekat.
"Kau, Katakan apa kejahanmu," teriak Abi dari tampatnya dengan suara menggelegar matanya metajam tajam kearah karyawan tersebut.
"Katakan sekarng jika kamu tidak ingin semakin sakit." suara lantang Abi terdengar jelas ditelinga setiap karyawan disana.
"Aku selalu mengurangi jumlah penduduk yang akan dikirim keluar negeri dan manjualnya untuk mendapat penghasilan sendiri." ujarnya dengan terbata-bata.
"Bastian aku tidak menyangka kau sahabatku,Tuan Abi begitu baik memberikan pekerjaan tempat tinggal untuk kita tanpa hati kau melakukan itu untuknya." sarkas Rama menatap Bastian.
"Ma-afkan a-aku. "sahut Bastian terbata.
" Tidak hanya itu Bastian juga bekerja untuk wanita yang bernama Putri Arum habisnya ningrat benar Bukan." celetuk Abi..
Bastian melihat Abi ia bingung bagaimana Abi tau. Bagitu pula karyawan yang lain.
"Kau bingung Bastian, Aku melihat kalung merah yang mengikat lehermu kalung itulah yang membuatmu tersiksa saat ini." Sahut Abi berjalan mendekati Bastian.
"Tolong saya tuan Abi." minta Bastian dengan napasnya yang semakin melemah.
"Bastian kau terikat perjanjian dengan iblis kau mengadaikan nyawamu. Kau pasti tau untuk semua yang sudah kamu dapatnya darinya kamu harus membayar dengan nyawamu." Ucap Abi.
"Tolong Sa-ya." minta Bastian.
"Maaf kamu sudah berpaling darinya tidak sejalan denganku aku tidak bisa menolongmu. Kau meninggalkan agamu itulah kesalahan terbesarmu." ketus Abi.
Abi meninggal tempat itu kembali keruang kerja Rama sambil memijat pelipisnya terasa berdenyut