Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Balasan Abi


Abi meninggalkan Rumah pruduksi kerajinan miliknya dengan kecepatan sedang.


ia berniat singgah sebentar di toko kue milik Ibundanya.


sesampainya di sana Abi disambut ramah oleh dua karyawan ibunya Sinta dan Laura.


"Assalamuikum ka Laura, Ka Sinta." sapa Abi


"Waalaikum salam bos kecil." sahut Laura dan sinta bersamaan.


"Kenapa wajahmu terlihat kusut Abi, ada masalah?" tanya Laura.


"Hemmmm hanya sedikit ka." sahut Abi.


"ceritakanlah jika itu bisa membuat wajahmu seger kembali." minta laura.


sebelum bercerita Abi menarik napasnya dan menhembusnya perlahan.


Abi lantas nenceritakan masalahnya pada Laura dan Sinta yang mendengarkan secara seksama.


Wanita itu harus secepatnya dimusnahkan dia terus saja membuat masalah untuk kita. ujar Sinta kesal.


"Ya Abi kami siap membatu." ungkap Laura menimpali.


"Abi aku ingin memberitahumu Abi beberapa hari yang lalu anak buah Marcella datang kemari ia mengamuk ditoko ini mencari Marcella."


"Maksud Ka laura para aggota sakte sesat itu yang memakai baju serba hitam lengkap dengan cadar menutup wajahnya? tanya Abi sambil melihat Laura.


"ia benar mereka berteriak di depan toko kita dan mengatakan kita adalah dalang dari menghilangnya Marcella." jelas Laura.


"masalah seperti ini, kenapa tidak memberi tau Abi lebih awal." sentak Abi.


"Ibu Risa melarang kami." sahut Sinta diangguki Laura.


Abi mengusap kasar wajahnya, ia memindai sekeliling mencari sesuatu yang mungkin ditinggalkan anak buah Marcellla.


"Ganti semua Rak dan walpaper disini secepatnya." perintah Abi.


"Ada apa Tuan Abi?" tanya Laura mengerutkan kening menatap Sinta.


Sinta menggelengkan kepalanya tidak mengerti.


"untuk menghilangkan jejak mereka di toko ini, aku tidak tau ada dimana kemera tersembunyi dan penyadap yang mereka tinggalkan ditoko ini." jelas Abi.


keduanya mengangguk mengerti dan segera menutup toko.


Abi pergi je pestry ia segera membuat adonan kue untuk memberikan kejutan pada anak buah Marcella.


"ka Sinta!" teriak Abi dari pasty.


Sinta segera berlari menghampiri Abi lantas bertanya dengan wajah binggung.


"Ayo ka bantu Aku membuat kue untuk angota perkompulan sesat itu." minta Abi.


kue untuk mereka, kenapa memberi kue?""


"aku ingin membuat mereka masuk kedalam sel tahanan." kata Abi.


"dengan kue aku tidak mengerti?" kata laura sambil membatu Abi membuat cap cake.


Abi memasukan cairan yang akan membuat seseorang yang memakannya kehilangan akal sehatnya. Abi tersenyum membayangkan mereka berteriak mengakui dosa-dosa dinya sepanjang jalan.


Laura melirik cairan yang dimasukan Abi, bergedik geri ia pikir itu adalah racun yang mematikan.


Di rumah sakit.


William terbaring koma dalam sebuah ruang VIP diruamah sakit miliknya terlihat Devan berada disampingnya sambil menggemgam tangan tuanya yang.


"Daddy ini adalah hari ketiga kamu dirawat bukalah matamu Daddy aku merindukanmu aku ingin mendengar suaramu membentakku." ungkap William sendu.


suara pintu raung rawat William terbuka, Putri Arum masuk membawa sekeranjang buah ditangannya.


"Bagaimana apa Ayahmu apa sudah ada perubahan?" tanyanya sambil menghampiri sang Suami.


"masih sama." sahut Devan tidak bersemangat.


"lihatlah wajahmu itu Dev kau terlihat kusut dan berantakan pergilah pulang aku akan menjaganya." perintah Putri Arum.


Devan melirik sekilas putri Arum yang tersenyum manis namun mengerikan di mata Devan kemudian ia beranjak pergi meniggalkan ruangan tersebut.


Sesampainya di parkiran mobil rumah sakit Devan tersenyum tipis entah apa yang sedang ia pikirkan.


Devan menelpon seseorang untuk terus mengawasi sang Ayah selama ia pergi.


Aku akan menolongmu bagaimapun caranya kau adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki saat ini.


Daddy harus aku bawa kerumah sakit lain diluar negeri ia harus mendapat perawatan khusus, kakinya haruslah bisa berjalan dan mata harus bisa melihat, aku tidak mau tau berapapun biaya yang akan aku keluarkan aku tidak peduli yang terpanting Daddy bahagia. Monalog Devan sambil menyetir mobil membelah jalanan kota yang setiap harinya selalu saja macet.


"Kau boleh mengatai aku gila dan bodoh Mars aku punya cara sendiri menunjukkan cintaku terhadap keluargaku tidak seperti kamu yang tidak tau terimakasih, Ayahku sudah menolong memberi kamu pendidikan dan uang saku yang tidak jauh berbeda denganku tapi kau saat ini malah memusuhinya." ucap Devan berbicara sendiri didalam mobilnya.


" Atau jangan-jangan kamu menghasut Abi untuk ikut memusuhi Kakeknya. Akan aku pastikan kamu berakhir ditanganku sebelum tanganmu menyentuh kulit Ayahku." gumamnya tersenyum miring.


Rasanya aku ingin tertawa lepas saat kamu berpura-pura ingin menolongku memperlihatkan vidio editan yang menarik kau pasti bersusah payah membuatnya untuk memperdaya aku, haahhahahha. Devan berbicara dan tertawa sendiri sambil menyetir mobil menuju mewahnya.


Andai Devan tau Mars memang benar ingin menolongnya. Dan Vidio pengakuan William adalah nyata entah seperti apa reaksinya.


Putri Arum bersama William berhasil mencuci otak Devan hingga yang terlihat baik dimatanya Hanyalah keluarganya sendiri.


Putri Arum selalu membaca mantra pengikat dan penunduk untuk Devan agar lelaki itu tetap menjadi budaknya menurut semua yang ia mau tanpa membantah.


Sempat terjadi pertengkaran antara Devan dan putri Arum yang membuat putri Arum mengikat Devan dengan Matra pengikatnya ia tidak mau semua usaha gagal karena pengkhianatan Devan.


Di rumah Sakit.


Putri Arum berbisik pada telinga William.


"William Ayah mertuaku cepatlah selesaikan urusanmu bisiknya." Tanpa menunggu lama tangan William terlihat melakukan pergerakan kecil.


Sekali lagi Putri Arum berbisik.


"Jangan menggagalkan usahaku William, Aku harus menguasai dunia dan kau akan menjadi orang kepercayaanku. Marcella sudah membuat beberapa kelompok yang berada dipihak kita cepat kau ambil Alih, kendalikan organisasi yang dipimpin Marcella." lanjutkannya memberi perintah.


William kembali memberi respon dengan mengerakan jari tangannya.


" bagus William cepat kau kuasai ajian Rawarontek maka semua luka-lukamu akan sembuh kau bahakan akan kebal terhadap senjata apapun dan hidup Abadi." tukas Putri Arum diteliga William.


"Hahahahahaha, tentu saja kau harus Abadi karena kau akan menjadi pelindungku." serigai Putri Arum sambil melangkahkan kakinya duduk di sebuah sofa empuk yang di ambil Devan dari ruang pribadi milik William.


tanpa ada yang tau Putri Arum mengirim roh William kesuatu tempat untuk mempelajari Ajian Rawarontek.


" Kau harus berhasil William." batin putri Arum.


Di toko kue milik Risa Abi sudah selesai membuat kue ia meminta rubah putihnya untuk meletakkan kerdus berisi cap cake di depan pintu tempat Perkumpulan anak sakte sesat yang berada dibawah kepemimpinan Marcella.


" semoga usahaku tidak sia-sia." ujar Abi


"Aku masih penasaran cara kerja cairan itu?" tanya Sinta.


"Mungkin seperti orang mabuk." sahut Laura..


Abi yang mencuci tangannya di wastafel hanya mendengarkan tanpa berniat menjawab rasa penasaran Laura dan Cinta.


"Ka Laura ka Cinta Abi pamit pulang dulu, Assalamualaikum" pemitnya berjalan menuju pintu keluar.


"Waalaikumsalam hati-hati." sahut keduanya hampir bersamaan.