
Nenek Abi memberi Nenek nasehat dan sedikit teguran sama halnya dengan Kakek William. Besar harapan Abi Nenek dapat merenungkan setiap kata-kata yang Abi ucapkan, ini hanya peringatan jika Nenek dan juga Kakek tidar juga mau berubah maaf bila pertemuan kedua nanti Abi tidak akan memberikan kesempatan jelas Abi sambil berbalik ingin meninggalkan Marcella.
mendengar ancam Abi hati Marcella membara ia dengan cepat menarik kaki Abi dengan selendang miliknya membuat Abi tersungkur di lantai bibirnya sedikit terbentur keramik berdarah.
"Marcella tersenyum. Kamu tidak bisa pergi sebelum mengembalikan Konde milikku." teriak Marcella.
Abi melirik sekilas lalu mengambil konde yang semula disimpannya si saku celana lalu melemparkan ke arah Marcella.
"Marcella tersenyum senang menerima kembali konde miliknya ia tidak menyangka dengan melukai sedikit saja Abi sudah memberikan konde itu." anak Bodoh pikir Marcella.
Sekarang susuai janjimu biarkan aku pergi. Marcella menyeringai ia mengeluarkan sebuah kalung bermata didapatnya saat bertapa.
Marcella kumat kamit detik berikutnya batu itu mengeluarkan kilatan bola berwarna hitam menghujani Abi seperti batu meteor.
gagak hitam melebarkan kedua sayapnya menaungi Abi serangan itu tak sedikitpun melukai Abi berbalik arah menghantam dinding hingga bolong bahkan tiga diantaranya mengenai Marcella yang segara menumpahkan darah segar dari mulutnya selendang miliknya hancur batu kalungnya retak Marcella Ambruk di lantai.
Rubah yang sudah sudah selesai membereskan Beberapa kuntilanak suruhan Marcella tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ia menarik kalung Marcella dan juga konde yang terlepas di tangan wanita itu.
"tinggalkan Konde itu Rubah, Nenek tidak akan punya muka keluar dari persembunyiannya jika kamu membawanya." Abi berbicara sambil melihat Rubah.
"Biarkan saja Tuan aku rasa itu lebih baik." sembari mencibir.
j"angan biarkan dendam menguasai hatimu. jika demikian apa bedanya kamu dengan Nenek yang hati sudah buta." Kata-kata membuat Rubah segera melepas konde yang ia jepit di jari kakinya.
"satu lagi Rubah Iblis akan menertawakan kamu saat kamu marah dan dikuasai dendam maka saat itulah iblis bergembira." sambung Abi.
"Apa karena Dendam dan Amarah adalah sifat iblis hingga ia bersuka cita karenanya?"
iya selain itu saat kamu dikuasai amarah kamu akan cenderung mendengar bisikan iblis. ingat tugas Iblis adalah menyesatkan umat manusia.
"Ayo kita kembali gagak kamu berubah jadi kecil kita kembali ke markas"
"Percaya padaku Rubah, ayo tinggal tempat ini segera." ajak Abi sambil melihat yang wajahnya terlihat sedih.
baik Taun kata Rubah segera melangkah pergi diikuti Abi dan burung gagak hitam yang sudah mengubah bentuknya menjadi kecil.
sekitar setengah jam Marcella terbangun sembari memegang dadanya yang terasa sakit.
dari mana asal gagak besar itu. batin Marcella mengingat kembali gagak yang melindungi Abi.
Kondeku untung saja Abi tidak mengambilnya kembali gumam Marcella memungut kembali konde yang berada tidak jauh darinya.
Marcella merapal mantra memasang konde miliknya bukan berubah cantik kulitnya tidak menjadi melainkan putih melainkan Abu-abu begitupula dengan wajahnya Warna kulitnya Abu-Abu walau kulitnya tidak keriput lagi.
"Apa ini? ada apa ini? kenapa dengan kulitku?" pekik Marcella.
"Marcella anak itu sudah membodohi kamu." ujar Nek Cella.
Apa berani sekali dia, Nek Cella kenapa kau tidak membantuku tadi tanya Marcella.
"aku terkunci Marcella, saat kamu mengunakan batu kalung itu aku terperangkap dalam sebuah ruang gelap." sahut Nek Cella.
"Batu merah yang diberi raja iblis padamu membuatku tak bisa berkutik, kekuatannya membuat aku tidak berdaya. saat batu digunakan kau bisa memanggil raja iblis untuk menyatu dengan tubuhmu." jelas Nek Cella melalui batin Marcella.
"kenapa kamu baru memberitahu sekarang?"
"Aku baru saja tau setelah kamu mengunakan kekuatan dari batu itu." ungkap Nek cella.
Bantu aku mengobati lukaku minta Marcella.
"Marcella kalung milikmu cepat cari ."
Marcella meraba lehernya, ia mengerem karena tidak menemukan kalungnya.
"Aku harus menemui anak itu secepatnya ia harus mengembalikan kalung dan kulit putihku." tandas Marcella.
"Marcella kau saat ini sedang terluka sembuhkan dulu luka itu baru kau mencari Cucu William." ujar Nek Cella.
"Aku harus mendapat kalung itu segera, tanpa itu raja iblis tidak bisa berkomunikasi dengan Aku. ia sudah berjanji akan memberikan aku satu ilmu yang bisa membuat musuh lenyap dan tercerai-berai." Sahut Marcella.
"Aku tidak peduli Raja iblis pasti menolong aku."
"Marcella dengarkan aku jangan gegabah Abi memiliki banyak pelindung."
Marcella tidak menggubris ia segera keluar mengendarai mobil sendiri menuju Rumah Risa dan Yusuf.
Semetara Abi baru saja sampai rumah ia mengucap salam sambil membuka pintu.
"Assalamualaikum."
"Walalaikum salam, Syukurlah kamu baik-baik saja Bunda cemas Nenekmu melukaimu." sambil berjalan menghampiri Abi.
"Tidak Bunda, aku baik-baik saja tidak perlu Kwartir semua aman." sahut Abi ia lalu mencium tangan sang Bunda.
Apa benar yang dikatakan Dewi Bunda sengaja tidak melawan Marcella, Bunda menyerahkan diri.
Bunda hanya ingin tau tempat persembunyiannya sahut Risa.
"itu berbahaya, Bunda bisa saja terluka. Banda jangan sepeti Dewi ia selalu bertindak tanpa berpikir." kata Abi.
"Sudahlah Abi Bunda baik-baik saja, Adik kamu itu butuh kebebasan ia sejak kecil hanya tinggal di markas. kasihan dia jangan selalu menyalahkan dia." kata Risa.
"Maaf Bunda." sahut Abi sambil menunduk.
"kadang Bunda ingin sekali membawanya tinggal disini bersama kita." tukas Risa.
Nanti Abi akan mengajari Dewi mengendalikan dirinya menutup auranya sahut Abi.
"Ia nak sebaiknya kamu istirahat saja ibu akan siapkan makanan."
belum sempat Abi berjalan suara teriakan dari luar terdengar..
Abi bergegas membuka pintu ia melihat Marcella berdiri didepan pintu gerbang rumahnya sambil berteriak memanggil namanya.
Abi melangkahkan kakinya ingin menemui Marcella namun di cegat oleh Risa.
"kamu tunggu disini biar Bunda yang menemuinya."
Abi segera menghentikan langkahnya ia melihat Ibundanya berjalan menuju pintu gerbang.
"Maaf Nyonya orang ini memaksa ingin masuk." ujar Satpam
Risa melirik sekilas Marcella yang menatapnya penuh amarah.
"Nyonya Marcella ada perlu apa Anda datang kemari?"
"Aku ingin bertemu anakmu ia sudah mengambil barang berharga milikku." ujar Marcella.
"Apa yang kamu maksud Liontin kalung ini." ujar seorang gadis kecil yang lewat didepan rumah Abi.
Abi menepuk jidatnya melihat kelakuan sang Adik yang menyamar menjadi anak jalanan hanya ingin ikut adil menemui Marcella.
"kembalikan padaku itu milikku." kata Marcella ingin mengambil liontin batu merah ditangan anak perempuan yang berumur sekitar delapan tahun.
"Enak aku menemukan ini dijalan Nyonya, Aku tidak percaya kamu pemiliknya. mana buktinya" kata Dewi teratai.
Marcella mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto saat dirinya memakai kalung berliontin batu merah tersebut.
"Coba lihat baik-baik Nyonya batu ini retak sedang milikmu tidak." Dewi teratai berbicara sambil memperlihatkan liontin merah yang ia bawa.
Benar juga batin Marcilla.
Dewi teratai menjatuhkan liontin batu merah ketanah Abi segera mengunakan kekuatan elemen tanahnya untuk menghancurkan batu merah tersebut.
"Apa yang kalian lakukan?" teriak Marcella dengan suara lantang.