Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Makan Malam


"Ded sebaiknya kita cari tau dulu apa mereka hanya menutupi aib yana menikahkannya denganku atau ada maksud lain" Defvan berbicara sambil menatap orang tuanya.


"kau benar sekali defvan cepat kau suruh orang kepercayaanmu mencari infomasi sekecil apapun menganai keluarga Yana." sahut Willem.


"Baiklah Ayah, untuk saat ini bersikaplah biasa dengan Yana, seolah Ayah tau apapun." perintah Defvan.


"aku tau itu, kau tak perlu mengingatkanku Defvan." sahut Willem berlalu pergi diri hadapan Defvan.


Defvan terdiam memikirkan Amira yang sejak kecil sudah dianggapnya Anak ternyata bukan darah dagingnya.


"Amira Ayah sangat menyangimu nak tapi ibumu tega sekali ia membohogiku." ucap Defvan bebicara sendiri.


"aku harus menemui istri dari dokter Yusuf dan mengucapkan terima kasih secara langsung, karna dia kebohongan Yana bisa terbongkar." gumam Defvan.


diruamah Umi salamah.


Gio, Abi, dan Bi irah sedang sibuk didapur dengan tugas masing-masing.


setelah Ratih sadar, Gio yang awalnya ingin membuat makan malam romantis untuk Risa dan Yusuf kita merubah rencananya.


Abi dan Gio sepakat membuat acara makan malam bersama keluarga besar.


Gio mesasak makanan dibantu oleh Bi irah, sedangkan Abi ia membuat puding dan bubur untuk grandmanya.


saat selasai meracik berbagai bumbu untuk membuat bubur Ayam, Abi meminta bantuan Bi irah untuk menyalakan kompor gas dan sesekali mengaduknya, karna Abi masih belum di ijikan Risa memasak diatas kompor.


selesai Abi selesai membuat bubur dan puding. Abi menghias meja makan dengan bunga yang dibeli Gio.


"Abi, Om Gio juga udah selesai, ucap Gio sambil menghampiri Abi. Bibi tolong bantu Gio bawa kemeja makan." minta Gio


"siap den." sahut Bi irah dengan senyum Ramah.


setelah semua tersusun dimeja, Gio dan Abi segera mandi agar badan mereka tak bau bumbu dapur.


duapuluh menit berlalu Abi masuk kekamar tempat Grandmanya dirawat.


"Bunda Abi udah wangi ne." ucap mulut kecil Abi dengan pupy eyesnya.


"Abi salam dulu sama nenek, Abi juga belum kenalan sama Nenek." ucap Risa.


"oh iya Abi lupa." heheheh ucapnya tertawa kecil.


hello grendma, nama saya Abimayu Alfarizi anak kandungnya bunda Clarissa oktaviani.


"kok Gitu Abi." tegur Risa.


"apa yang salah?" tanya Abi


"kamu memperkenalkan diri sebagai anak kandung Bunda, emang punya anak tiri."


hahahhahah.......


Abi tertawa mendengar protis dari mulut Bundanya.


Ratih yang meliahat itu ikut tersenyum.


"siapa tau aja nanti Bunda punya anak tiri." ucap Abi bercanda.


" bunda cepat mandi." perintah Abi


"Ayah!" ucap Abi menghampiri Yusuf yang baru saja masuk kekamar rawat Ratih.


"Apa grandma bisa ikut kita makan dimeja makan Ayah?" tanya Abi.


Yusuf mendekati Ratih dan bertanya.


"ibu, apa badan ibu terasa sakit saat duduk bersandar atau pusing?" tanya Yusuf.


"tidak sakit hanya sedikit pusing tapi tidak Apa-apa Nak." sahut Ratih.


"boleh Abi tapi hanya 20 menit saja karna grandma harus banyak istirahat agar cepat sembuh." sahut Yusuf.


"Ayo bunda mandi, tunggu apa lagi, sebentar lagi kita makan malam bersama." perintah Abi tegas.


Risa mengerucutkan bibirnya mendengar perintah sang putra.


"sepertinya Bundamu minta dimandikan oleh ayahmu Abi." Gio berbicara sambil mendekati ibunya.


"oh iya, Abi lupa Bunda sekarang sudah bersuami jadi ada yang bisa mandiin." sahut Abi polos.


"enggak, gakk gakkk Risa bisa mandi sendiri." ucapnya sambil berlalu.


"mas turunkan aku" ucap Risa.


"nanti setelah sampai bak mandi aku akan menurunkanmu." sahut Yusuf.


"aku malu mas." ucap Risa .


"Apa yang membuatmu malu kau digendong oleh suami sendiri, lagi pula ini rumah tempat tinggalkan kita hanya ada keluarga kita yang mihat." Yusuf berbicara sambil menatap wajah Risa yang memerah karna malu.


setelah sampai dikamar mandi Yusuf menurunkan Risa dikamar mandi.


"apa mau aku bantu mengosok badanmu?" tanya Yusuf segaja menggoda Risa.


"tidak...tidak...tidak aku bisa melakukannya sendiri." sahut Risa cepat.


Yusuf tersenyum melihat wajah Risa yang diliputi rasa cemas, takut.


"Aku tidak akan memaksamu sayang mandilah yang bersih." ucap Yusuf sambil mengacak rambut Risa dan cup tanpa aba -aba Yusuf mengecup kening Risa sekilas." kemudian berlalu menuju pintu kamar mandi.


Yusuf membuka pintu kamar mandi dan keluar masih dengan wajah dihiasi senyum.


Risa membasuh mukanya yang tiba-tiba terasa hangat setelah mendapat kecupan dari Yusuf.


semetara Abi dan Gio terus mengajak Ratih mengobrol Abi dan Gio juga banyak bercerita tentang kehidupan masing-masing.


"Grandma nanti Abi suapinnya makannya harus habis ya grandma." ucap mulut kecil Abi


"iya benar Bu, badan ibu kurus sekali, Ibu harus banyak makan Gio dan Abi sudah memasak banyak untuk ibu." cerita Gio.


"kamu bisa kemasak?" tanya Ratih kaget.


"tentu saja ibu, buat anak kos sepeti Gio harus pinter menyimpan uang dan berhemat, maka dari itu Gio belajar memasak." sahut Gio.


Yusuf masuk membawa kursi roda.


"Ayo Bu, Gio bantu duduk dikursi roda." ulUcap Gio


Ratih menaggukan kepala sebagai jawaban.


Yusuf membantu mengangkat impus dan meletakan di tiang kursi roda.


mereka semua keluar dari ruangan Rahasia Marcello, Berjalan menuju meja makan untuk makan malam beresama.


Risa keluar dari kamarnya dengan rambut yang masih basah ia berjalan menuju dapur.


setelah semua berkumpul Risa mengajak para pekerja yang ada dirumah Umi ikut makan bersama mereka.


"siapa yang membuat bubur?". tanya Yusuf yang melihat bubur nasi milik Ritih kaya akan nutrisi dan Vitamin.


"Den Abi yang buat Den Yusuf, Bibi cuman kebagian motong sayur sama ngaduk bubur, sisanya semua dikerjakan Den Abi dan mas Gio." jelas bi Irah dengan wajah sedih.


"tenang mbuk, masih ada kebagian cuci piring kotor nanti." sahut mang dadang.


Bi irah menatap kesal pada mang Dadang.


"melihat itu mang Dadang kembali berucap" nanti saya bantu menganggin keran airnya biar gak geser" Canda mang dadang.


membuat semua yang ada disana tertawa melihat pembantu dan supir itu bercanda.


"Abi bubur ini enak." ucap Ratih.


"apa grandma suka?" tanya Abi dengan wajah gembira.


"iya." ucap Ratih singkat.


Risa dengan telaten menyuapi ibunya hingga bubur ditangannya habis.


"Apa ibu mau nambah lagi?" tanya Risa.


"tidak usah nanti saja jika ibu lapar." sahut Ratih dengan suara yang masih terdengar lemah.


"ibu setelah ini ibu minum obat dan beristirahat ya, jangan memikirkan apapun lagi otak ibu sudah terlalu leleh untuk herpikir bawalah istrahat." perintah Yusuf


"jika masih ada beban fikiran ceritakanlah pada Risa atau Gio." lanjut Yusuf sambil tersenyum menatap mertuanya.


Ratih menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"semua yang terjadi dimassa lalu tak usah dipikirkan bu Ratih, sekang anak-anak ibu Ratih sudah ada disamping bu Ratih, jagan menyesali sesuatu yang terjadi dimassa lalu." nasehat Umi salamah


"sebagai manusia biasa, hal yang wajar jika membuat sebuah kesalahan karna dari kesalahan kita bisa belajar memperbaiki diri." nasehat Umi salamah yang didengarkan oleh semua yang ada disana.