
"Astagfirullah." Ucap Kyai Ahmad sambil menatap Ustadz Akbar.
Akbar hantu harimau yang sedang menahan serangan demi serangan di atas atap rumahmu sementara aku akan membatu Abi ujar Kyai Ahamd memerintah.
Baiklah terimakasih sahut Ustadz Akbar bergegas menuju menuju halaman rumahnya. betapa terkejutnya ia melihat Mars dan juga seorang yang mengunakan pakaian serba hitam sedang di kelilingi Api serta para santri yang berusaha memadamkan Api. bukannya padam api itu kini datang lagi dan lagi.
kini tak hanya Zahra dan Mars yang dikelilingi Api tetapi juga kelima santri yang berdiri mengelilingi Mars dan Zahri ikut di kelilingi Api.
Akbar mengucap istighfar sambil mendekati para santri yang terlihat kewalahan menahan panasnya Api banaspati yang ingin menghantam punggung beserta dada mereka.
"Segala puji bagimu yang maha kuasa, aku bersembah sujud serta berpasrah kepadamu, berilah aku petunjuk untuk melawan ke batilan di atas bumi." Doa Ustadz Akbar dalam hatinya.
Ustadz Akbar menarik napasnya membaca Surat pendek serta Ayat kursi tak lupa ia berserah pada Allah yang besar detik berikutnya ia melempar kain putih panjang yang biasa ia diselempangkan di pundaknya.
Lemparan itu tempat menutupi wajah Zahra dan juga Mars yang berada di tengah lingkaran. Atas kuasanya Api yang berada dikeliling Mars serta Zahra padam.
Sedangkan Api yang berada di belakang satri pondok berbalik ingin menyerang Ustadz Akbar.
Ustadz Akbar tersenyum simpul. mulutnya tanpa henti membaca Ayat suci lalu meniup Api dengan cara berputar. Api itu meleset menjauhi Ustad Akbar terbang ke atas atap.
Ustadz Abar lantas memanjat tangga dan naik ke atap rumahnya.
Hal yang sama ia lakukan kembali hingga Api itu satu persatu menjauhinya membuat Ustadz Akbar dan Ki Maung bernapas lega.
tak berlangsung lama serang kembali datang menghampiri Ustad Akbar bersama Ki Maung harimau itu mengaum dengan suara berang ia menampakan gigi tajamnya sambil melihat dua jin kiriman dihadapannya.
"Kau ingin binasa dadang kemari.? ucap Ki Maung.
kain sorban yang tadi menutupi Zahra bersama Mars kini kembali ketangan Ustadz Akbar.
Ki Maung dan Ustadz Akbar berduel melawan dua Jin kiriman dukun di atas atap.
Di tempat lain Risa masih setia membaca kalam illahi walau matanya sudah terasa berat.
Yusuf segera meminta sang istri untuk istirahat berbaring di atas kasur.
"Sayang berhentilah! lanjutkan saja berzikir jika hatimu masih tidak tenang." kata Yusuf pelan.
Risa mengikuti perintah sang suami melepas mukena dan menutup Al-Qur'an.
"Istirahatlah sayang biar aku yang bereskan ini semua."
Tanpa membantah Risa berjalan menuju ranjang membaringkan tubuhnya di kasur mulutnya tanpa henti memuji sang pencipta.
Mata yang memang mengantuk sendiri tadi Akhirnya terpejam. namun bukan untuk tidur melainkan menembus ruang dan waktu membawanya sampai ditempat sang putra tercinta.
Mata Risa begitu awas memindai sekitar hingga ia melihat beberapa kaki besar tepat berada tak jauh darinya. Risa mengangkat kepala untuk melihat mahluk apa yang berdiri tak jauh darinya, ia menelan lisvanya, begitu tau ada lima orang raksasa sedang memainkan seseorang yang berada di tangan kiri kanannya dengan wajah gembira.
"Tolong lepaskan dua temanku." teriak Abi dengan sisa tenaga yang masih ia punya.
"Melepaskannya tidak-tidak, aku harus menukar nyawa kalian untuk menyelamatkan ibuku." sahut pangeran Raksasa.
"bawa aku padanya biar aku yang bertukar posisi." jawab Abi.
"Tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti putraku." teriak Risa ia begitu mengenali suara putra sulungnya yang berada di salah satu tangan raksasa.
"Bunda." ucap Abi sambil melihat ke asal suara.
"Abi kamu tidak sendiri ada Bunda disini tidak usah takut nak, kau ingat semut saja bisa menang melawan gajah." ujar Risa.
"hahahaha hahahaha!!" sembari mengajak.
"Ingat bagaimana nabi Yunus terperangkap di didalam ikan Nuun, ingatlah Zikirnya nak, baca dengan sepenuh hati."Lanjut Risa.
"kembalilah kau wanita, tak ada gunanya disini." seru salah satu raksasa.
"Aku akan kembali bersama putaraku serta dua temannya yang kalian jadikan mainan di tangan kalian itu." teriak Risa.
"Ada pahlawan wanita ternyata." ejak Pangeran Raksasa sambil tertawa.
"Cepat kau lepaskan putraku." lagi-lagi Risa berteriak melihat sang putra di lempar ke kiri kanan tangan pangeran secara bergantian begitu pula Mars dan Zahra.
"Tidak semudah itu. kecuali kau bisa membawa ibuku kemari aku akan menukarnya dengan anak-anak ini." kata pangeran Raksasa.
"katakan dimana ibumu aku akan membawanya kepadamu." kata Risa mantap.
"Kau begitu percaya diri rupanya. Aku saja tidak mampu membawanya apalagi kamu yang manusia tak memiliki ilmu apapun." lanjut sang Pangeran mencemooh
Abi terus membaca zikir nabi Yunus sambil berpasrah padanya.
Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin
Artinya: Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Tak Hanya Abi Zahra juga melakukan hal yang sama.
"bawa aku padanya aku akan meminta agar ibumu kembali padamu." ujar Risa mencoba bernegosiasi
"meski kau menukar dangan dirimu Dukun itu tidak melepas ibuku. kecuali menukar dengan nyawa putramu." Kata Salah Satu Raksasa di angguki oleh empat orang raksasa lain.
Dukun maksudmu kau diperintah dukun utuk melenyapkan putra. Manusia tidak tau malu berani sekali menjadikan nyawa sebagai bahan permainan untuk mencapai kesenangan. teriak Risa sambil mengepalkan tangannya.
Risa seperti memiliki kekuatan cukup besar saat dalam kondisi marah. tenaganya bertambah berkali-kali lipat. mungkin karena hamil pikirnya. Dengan cekatan Risa naik keatas pohon sambil membawa segenggam tahan lantas ia melemparkan ke arah mata sang Raksasa.
Raksasa itu berteriak marah.Merasa matanya perih ia mencoba mengucek tanpa sandar menjatuhkan Abi dan Zahra dari kedua tangannya.
Risa turun dari pohon turun untuk memastikan keadaan Abi serta Zahra.
saat melihat ada Raksasa ingin mendekat Risa mengambil tanah bercampur daun kering lantas melemparkan ke arah wajah Sang raksasa.
Sang pangeran Raksasa terselut emosi ia kembali mecoba menangkap Abi, Zahra dan Risa tapi ketiganya serempak berdoa berpasrah pada sang pencipta.
saat sedang berjalan tanpa sengaja satu Raksasa membuat lebah kehilangan tempanya menyimpan madu atau Sarang.
lebah-lebah yang awalnya sedang beristirahat berhamburan merasa rumahnya dihancurkan membuat kawanan lebah itu menyerang.
Mereka menyerang para Raksasa dangan alat sengatnya begitu senang. hingga ada raksasa yang merasa panas sangat gatal.
Mars terjatuh ketanah dengan Rasa sakit layaknya jatuh dari ketinggian Mars bangkit perlahan menghampiri Risa Abi dan Zahra.
"Ayo lari nak." ikuti suara orang mengaji itu kata Risa.
mereka berjalan dengan tertatih selagi lebah-lebah itu menyerang Abi,Risa, Mars, serta Zahra berjalan menjauhi para Raksasa.
Ikuti kunang-kunang itu nak dia akan menunjukan jalan keluar Kata Kyai Ahamd terdengar menggema didalam hutan.
,