
Dewi Ayo kesini nak ujar Risa sambil memotong buah segar.
"Bantu Ka Zahra nak menyusun kue." minta Risa.
Saat ini acara doa bersama diadakan dirumah Umi salamah sedang berlangsung. Risa dan beberapa berapa orang sendang menyiapkan makanan untuk di bagikan pada acara tersebut.
Sinta dan Laura tak ketinggalan mereka juga ikut membantu. Begitu mendapat kabar duka Luara dan Sinta yang menganal Umi tentu saja kanget kedua segera menutup toko dan pergi kerumah duka.
Beberapa saat berlalu Nasi kotak sudah siap dibagikan irisan buah serta kue juga sudah di bungkus dalam mika plastik siap untuk di bagi untuk tamu.
Setengah jam berlalu acara sudah selesai sisa makanan Gio antar ke panti dan dibagikan untuk anak yatim.
Kini di rumah Almarhum Umi. Risa, Yusuf, Kyai Hasan Kyai, Ahmad Mars, Zahra, Sinta, Abi Wijaya, larashati, Dewi teratai dan Luara duduk di ruang keluarga semua berkumpul karena permintaan Kyai Ahmad.
Sebelumnya saya meminta jangan ada yang menyela apa yang akan saya sampaikan dan bila keberatan setelah saya selesai bicara ujar Kyai Ahmad.
Semua mengangguk setuju dan menunggu apa yang ingin di sampaikan Kyai Ahmad selanjutnya.
DI sini saya ingin mengingatkan pada kalian semua bahwa William Masih hidup Marcella dan juga putri Arum Mereka satu tujuan yaitu ingin menguasai dunia saat ini mereka masih mencari pengikut secara sembunyi-sambunyi. Saya diam bukan berarti setuju dengan ajaran baru yang ia bawa jujur saya pribadi prihatin dengan nasib mereka yang sudah mengikuti ajaran yang ia bawa mereka terikat perjanjian dengan Tuan yang mereka sembah.
Apa diantara kalian semua setuju jika kita bergerak lebih cepat untuk membasmi mereka? Apa ada yang keberatan jika yawa yang menjadi taruhan nya? tanya Kyai Ahmad ingin memastikan.
"Dan satu lagi apa kalian ikhlas keren Allah?" ujarnya lebih lanjut.
Semua masih diam mendengarkan.
"Dan untukmu Yusuf jangan pernah berpikir bila Umi salamah meninggal karena olah dan berbutan mereka. Di dunia ini tidak ada yang bisa mencabut nyawa seseorang bila Allah tidak menghendakinya termasuk iblis dan juga Jin. Begitu pula kematian Ahamd Halim semua atas Kehendaknya." jelas Kyai Ahmad.
Silahkan bila ingin menjawab beberapa pertanyaan saya kata Kyai Ahmad.
Assalamualaikum ucap sebuah suara etah kapan datang ia berjalan menuju tempat mereka berkumpul wajahnya baju yang ia gunakan terlihat sangat bersih terlebih warna putih.
"Kakek Reden Mas." Gumam Abi dan juga Dewi.
"Walaikum salam" Sahut semua serempak.
"Maaf bila saya terlambat datang." sembari duduk di sofa samping Abi.
"siapa kakek ini wajahnya begitu teduh bahkan saat aku menatapnya aku kemerasa ada kedamaian." batin Sinta tak jauh berbeda dangan Laura yang juga menatap kagum ke Arah Raden Mas.
"Tidak papa kami sangat senang Kakak mau bergabung bersama kami Abi." menjawab mewakili semua yang berada disana.
Dewi mau bicara boleh meminta Ijin sambil melihat semua orang.
Silahkan nak Sahut Kyai Ahmad sambil tersenyum yang lain ikut mengannjuk dan bahasa isyarat memperolehkan Dewi berbicara
" Kakek buyut Raden Apa boleh aku menggantikan tugas Ka Abi untuk menghabisi Wanita itu? tanyanya penuh Harap. Sedang yang lain tampak terkejut mendengar pertanyaan dari mulut kecil Dewi.
"Kenpa kamu ingin melakukan itu?" tanya Raden Mas balik.
"Aku tidak mau Kaka terluka tau sendiri kekuatan Putri Arum dan suami gaibnya itu bagaimana cepat atau lambat mereka akan menyatu dalam satu raga." jelas Dewi teratai.
"Untuk itulah Aku bertanya Ka Abi." melirik sekilas Abi.
"Tidak bisa Dewi kamu tetap pada tugas utamamu yaitu melawan Putri Lasmi di bantu oleh Zahra." tukas Raden Mas.
Sempurnakan dulu ilmu Mu Dewi pergilah nanti ke dalam cincin ruang Abi perbedaan waktu disana akan membuat kamu lebih cepat menyempurnakannya.
" Baiklah, tapi aku takut Wanita itu mengatahui bila Ka Abi sekarang sedang tidak bisa berbuat Apa-apa bisa saja ia menyerang Ka Abi terlebih dahulu agar tidak ada yang bisa meleyapkannya karena Kakalah orang pilihan yang Wanita itu tau." Dewi menjelaskan sambil sesakali memainkan kedua tangannya.
" Kami akan melindunginya." ucap Mars dan Wijaya hampir bersamaan." bukankah Kakek buyut bilang kami adalah benteng pertahanan Abi." Lanjut Mars.
itu memang sudah jadi tugas kalian Sahut Raden Mas tersenyum.
"Menjawab pertanyaan Kyai Ahmad sebelumnya saya tidak keberatan sama sekali alias ikhlas karena tujan utama saya kembali diberikan kesempatan hidup adalah untuk menegakkan ke benaran." tegas Dewi Mantap.
Yang lain apa ada masih berat hati berdirilah saya tidak akan marah itu hak Anda ujar Kyai Ahmad sembari melihat semua orang.
"Semua diam di tempat yang artinya setuju dan tidak keberatan walau nyawa yang menjadi taruhan." Kyai Hasan Angkat bicara.
"Ingat kami tidak memaksa." sekali lagi Kyai Ahamd berseru.
"Sinta Laura ada yang ingin kalian sampaikan tau tanya?" tanya Raden Mas melihat keduanya.
"Meski kami berdua tidak memiliki ilmu kanuragan seperti yang lain Insya allah kami ikhlas berbekalan keahlian bila diri masing-masing,kami akan menjadi di dinding pertahanan." tukas Laura di angguki oleh Sinta.
Bukan tanpa Alasan keduanya setuju mengingat jasa Abi yang menolong keduanya Beserta kebaikan Luarga Abi yang mau memberikan pekerjaan untuk mereka.
" Zahra kamu yakin Nak tanya Risa setelah sebelumnya?" hanya Mendengarkan saja.
"Zahra yakin dan siap tante." sahut Zahra mantap.
"Saya dan istri juga ikhlas dan siap membantu." ungkap yusuf sambil menetap sang istri yang memberikan senyuman manis padanya.
"Yusuf dan Risa tugas kalian membuat banyak obat-obatan baik itu obat luka luar maupun luka dalam yang ampuh." jelas Raden Mas.
Siap Kakek sahut Yusuf dan Risa.
"Untukmu Saras kau pandai membaca gerakan musuh terutama kau bisa membaca pikiran maka tugasmu adalah Memberikan telepati kepada kami saat sedang melawan musuh." kata Raden Mas.
Wijaya dan Mars melindungi kami terutama Dewi dan juga Abi jadi benteng pertahanan Pertama dan di lanjut ki Maung yang akan menjadi benteng pertahanan Zahra bersama ustadz Akbar. Jelas Raden Mas.
" Untuk Kyai Ahmad dan KYAI Hasan lawan kalian nanti makhluk tak kasat mata yang berada di bawah Tujuh orang pimpinan anak buah Putri Arum." ungkap Raden Mas di angguki oleh Kyai Hasan.
Kakek hampir saja Dewi lupa menanyakan keleman ilmu rawarontek milik Putri Arum.
Raden mas menarik napasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan Dewi semua mata di ruang tamu tersebut menatap kearahnya menanti jawaban dari mulutnya.
"Kelebihan Ajian Rawarontek adalah bisa hidup berkali kali meski tubuhnya sudah terpisah-pisah asal menyentuh tanah, lukanya akan hilang dalam sekejap bahkan ada yang mengatakan siapa yang memiliki ajian Rawarontek aja hidup abadi. Namun itu hanya berlaku bagi orang yang tidak tau kelemahannya." Raden Mas menarik sudut bibirnya membentuk senyuman sebelum meneruskan ucapannya jawaban yang ditunggu oleh Dewi.
Semua mendangarkan dengan seksma penjelasan dari mulut Raden Mas.