Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Tidak pernah tau


selagi Abi larut dalam penyesalan Dewi teratai berasrama Dewi sekar berkolaborasi melawan beberapa silimuman yang terus bertambah jumlahnya.


"Jika seperti ini terus maka tidak akan ada habisnya aku harus menemui orang yang mengirim mereka kemari." sentak Dewi, ia pun berpesan dengan Dewi sekar untuk membantu Wijaya dan lelaki paruh baya sampai ia kembali. Segara di angguki oleh Dewi sekar tanpa banyak bertanya.


Dewi berlari keluar tidak ingin membuang waktu, tanpa ada yang tau Dewi selalu mengawasi setiap pergerakan sang Kaka termasuk saat ini. Ia benar-benar muak melihat Kakaknya tak juga mampu melawan Putri Arum justru terpaku dengan penyesalan yang dalam.


"oh astaga mereka banyak sekali berada di depan pintu jika begitu memerlukan waktu untukku keluar dari rumah ini." sambil melihat makhluk tak kasat berjejer di pintu masuk bahkan sekarang mengelilingi Dewi teratai.


"baiklah bila seperti ini aku terpaksa meninggalkan ragaku, lalu mengelabui mereka dan secepatnya menolong Kaka." batin Dewi sambil duduk bersila membuat dinding kubah yang kuat agar tidak bisa ditembus oleh para abdi Putri Arum untuk menjaga raganya.


Hanya dalam hitungan menit Dewi keluar dari rumah tersebut kemudian ia terbang melayang mencari kebedaan Kaka nya.


Hanya Raden Mas dan juga Dewi sekar Arum yang mengetahui seberapa hebat Dewi teratai, mereka yang tau jika di kehidupan alam pana ini bukan hidupnya yang pertama baginya, Dewi teratai telah hidup sebelumnya di alam atas atau di negri awan selama lima ratus tahun menjadi seorang Dewi bunga. Itulah mengepa ia bisa merubah bentuknya sesuai keinginannya, ingatannya tentang kehidupan sebelumnya tidaklah hilang begitu pula ilmu yang ia miliki.


Salah satu kehebatan Dewi teratai yang diketahui oleh Dewi sekar, yaitu Dewi teratai bisa menyerap ilmu siapa saja yang di kehendaki termasuk ilmu musuhnya sekalipun.


Tidak ada yang tau Dewi teratai melakukan perjanjian sebelum lahir kembali di dunia pana dunia kedua baginya saat ini.


Abi yang masih saja diam lantas berdoa sekali lagi merendahkan dirinya memohon pertolongan dangan hati yang tulus sambil memejamkan matanya.


Tidak pernah terduga olehnya Dewi teratai tiba-tiba muncul dibawa oleh sebuah cahaya putih yang begitu menyilaukan mata di bawah alam sadar Abi.


"KA Abi ingatlah selalu kapan saja ia ingin mengambil ilmu yang Kaka punya maka Kaka harus ikhlas tidak bisa menolaknya termasuk juga nyawa Kaka Sekali pun, untuk itulah seberapa hebat pun Kaka tetaplah tidak boleh melupakan yang maha kuasa, karena dialah yang sesunguhnya memberikan pada Kaka. Lihatlah dirimu sekarang Ka, Kaka bahkan tidak mampu mengerakan semua anggota tubuh termasuk berbicara di hadapan iblis wanita ini, memalukan sekali memiliki ilmu tapi tidak berguna di hadapan musuh. Hidupkan kembali hatimu Ka, sebelum ia mati." Kata Dewi begitu jelas terdengar di telinga Abi namun wujudnya tidak terlihat sama sekali.


"Aku menyesalinya Dewi, Aku salah, selama ini aku menjelaskan kewajibanku sebagai umat hanya karena tuntutan kewajiban mengharap imbalan surga dan lain sebagainya, Aku melupakan kodratku sebagai hamba, Aku merasa hebat setelah memiliki banyak ilmu kanuragan, Aku merasa bangga karena memiliki kelebihan yang tidak semua orang memilikinya, dan Aku merasa hidupnya sempurna mana kala aku bisa membangun usahaku sendiri dan menghasilkan uang. aku lupa bersyukur serta berterimakasih pada Nya. " jujur Abi.


Meski ia tidak tau Dewi dapat mendengarnya atau tidak kerana ia berbicara sendiri di dalam hatinya.


Selesai memberi nasehat untuk Abi dengan cara masuk kedalam alam bawah sadar sang Kaka, Rohnya kembali terbang kerumah Devan ia mencari raga Putri Arum untuk memberikan hadiah kecil.


Dewi tersenyum melihat hanya dua orang penjaga abdi Putri Arum di dalam rumah Devan,


ini sangat mudah bagiku mengelabui mereka. Cicit Dewi teratai.


Benar saja dengan mudah Dewi teratai masuk kedalam kamar putri Arum begitu tau tempat raga putri Arum Dewi, Dewi melanntaskan niatnya kemudian ia kembali keraganya yang berada di rumah perkumpulan sakte.


mata Dewi terbuka mana kala rohnya sudah kembali kedalam raganya. "hehehehehe semoga saja dengan pertolongan darinya dan atas ijinnya rohnya tidak bisa masuk paling tidak sementara waktu." gumam Dewi sambil membuka kembali kubah pembatas yang ia buat.


sementara di Rumah Umi Zahra dan Mars mencoba menarik sukma Abi kembali namun usahanya gagal.


" Kita tunggu sebentar nanti kita coba lagi. "ujar Zahra di angguki Oleh Mars.


"Apa semua ini ulah istri Devan?" Mars bertanya sambil melihat wajah Zahra yang tertutup cadar.


"Iya Wanita itu seperti ingin memikat Abi dan menarik kesisinya." Tandas Zahra.


Mars mengangguk mengerti. Kedua akhirnya terdiam larut dalam pikiran masing-Masing duduk di kamar Umi salamah.


Sementara Abi dengan kekuatan doanya ia berhasil mengerakan kembali anggota tubuhnya hal itu membuat Putri Arum melebarkan kedua matanya tidak percaya.


"Bila tujuanmu membawa aku kemari untuk menawarkan kerja sama, maka aku tegaskan padamu aku tidak tertarik kerjama dalam bentuk apa pun." ujar Abi lantang sambil melihat putri Arum yang ingin menyentuhnya namun Abi terus mundur hingga punggungnya Menabrak dinding.


Putri Arum menyerigai langkah semakin dekat membuat Abi kembali membuka suara.


berhenti di tempatmu tegas Abi.


Putri Arum tidak mendengarkan Abi, ia terus saja mendekat hingga Abi, tangannya mulai terangkat menyentuh kepala Abimanyu.


Abi beringsut kebawah seberi terus berdoa agar secepatnya bisa kembali kedalam Raganya, ia benar-benar tidak tau harus berbuat Apa lagi semua ilmu yang di pelajarinya tidak bisa di gunakan di tempat ini.


Di saat terduduk di lantai Abi melihat ada kunang kunang berada tidak jauh darinya. semoga kunang - kunang itu di kirim untuk menolong Aku batin Abi tangannya bergerak perlahan ingin mengepai kunang-kunang. "ahhhhhhkkkk." pekik Abi berteriak tangannya di injak oleh Putri Arum.


Putri Arum mengukan kekuatannya untuk mencekik Abi sambil berjungkuk.


"Aku sudah memberi kamu penawaran tapi kau menyia-nyiakan kesempatan maka terimalah ini sebagai akibatnya." pekiknya kuku-kuku panjang putri Arum menusuk kulit leher Abi membuat sang pemilik tubuh menjerit


"Nikmatilah Nak,katakan pesan terakhirmu aku akan sampaikan untuk Adik tersayang Mu itu." kata putri Arum sambil melihat Abi yang mulai susah bernapas.


"Meski aku mati ditanganku sekalipun aku tetap tidak berniat berpaling dari jalanku, Kamu iblis berwujud manusia aku tidak akan meningkatkan pesan apapun melalui kamu." tandas Abi tercekat.


"Oh benarkan." Putri Arum mencekik lebih kuat, Abi menitikkan air mata menahan sakit di leher dan sesak. Sambil. Memejamkan mata sekali lagi ia merendahkan diri memohon pertolongan hingga kunang-kurang yang tadi ingin di gapai Abi mendekat hinggap di kepalanya cahaya kuning dari tubuhnya semakin bersinar terang membuat penglihatan Putri Arum hilang. Detik itu pula Abi menghilang tertarik kembali kerumah Umi salamah.


tidak pernah terbayangkan oleh Abi hewan kecil yang biasa dilihatnya sewaktu kecil kali ini di kirimkan untuk menolongnya.


(Pesanku: jangan pernah meremehkan sesama mahluk sekecil apapun termasuk hewan. kaya atau miskin tidak ada bedanya kamu tidak akan pernah tau lewat mana bantuan akan datang seperti halnya Yang sedang di alami oleh Abi.)