Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Menculik.


satu jam perjalan Abi, Mang Antok dan juga Mars samapai dilokasi.


"Bagaimana tugas kami Abi?" tanya Mars.


"Mang Antok bisa nyatir mobil tidak?" tanya Abi.


"Saya tidak tidak terlalu mahir menyetir mobil Den." Jawab Mang Antok jujur.


"hmmmm Om bisa Abi minta tolong buat lengah para penjaga yang bertubuh besar didepan pintu itu. Abi dan Mang Antok akan menyelinap masuk mencari keberadaan tante Mawar. Om Mars jika dalam satu jam kami tidak keluar om Mars boleh mencari bantuan." jelas Abi.


Abi memanggil Ki Maong melalui telepati agar Mang atok dapat bergerak cepat jika dibentu parewangannya.


Mang Atok diam tak menjauh detik berikutnya bola Mata mang mang Antok berubah menjadi orange pertada sang harimau telah menyatu dalam tubuhnya.


"Bagaimana Om Mars?"


Baik Abi aku siap sahut Mars.


"jika keadaan mendesak om bukalah tutup botol ini dan tahan nafas Om dalam hitungan detik mereka akan pingsan." ujar Abi sambil memberikan botol kecil pada Mars.


"Baiklah Abi aku akan menemui mereka berpura pura tersesat dan menanyakan alamat." ujar Mars.


"itu bagus Om." sahut Abi sambil tersenyum.


Mars segera turun dari mobil mengunakan payung kerena hujan msih juga belum berhenti.


Ki Maong gunakan ajian berlari cepat seperti yang Ki maong lakukan saat membawa saya lari kata Abi.


Baik nak Abi bagimana dengan Marcella dan juga Putri Arum mereka pasti ada disana.


"itu tugas Abi. Abi akan membuat mereka lengah saat itulah Ki Maong membawa lari Raga Tante mawar pergi ke padepokan al Azam nanti rubah milik Abi akan menujukan jalan dimana kita akan bertemu lagi." jelas Abi singkat.


Sepertinya om Mars berhasil Ayo ki kita menyelinap ajak Abi.


keduanya bergagas turun dari mobil dengan langkah pelan sambil mengawasi sekitar keduanya masuk dengan tuan yang sama.


Abi mengandap-endap berjalan sambil menempilkan sedikit badannya pada dinding ia membuka kamar demi kamar namun belum juga menemukan keberadaan Mawar.


Ki Maong menajamkan indara penciumannnya dengan sedikit mengeram ia melesat meninggalkan Abi seorang diri berlari menuju ruang bawah tanah ia mencium bau darah bunga dan dupa bercampur menjadi satu.


Abi bergerak menkuti Ki maong maski ia ketinggalan jauh ia tetap tak mau menghentikan langkahnya sampai ia melihat mang Ki maong yang berada di badan Mang Antok megeser sebuah meja dan membuka empat pasang keramik lalu masuk kedalam.


"Ruang bawah tanah." gumam Abi.


Di dalam ruang bawah tanah Ki Maong melihat keberdaan mahluk tak kasat mata yang diperuntungkan untuk menjaga sebuah kamar khusus yang auranya begitu gelap.


Ki Maong lantas membaca mantara dan menyerang beberapa mahluk yang ada dihadapannya.


Abi tak ingin menjadi penonton ia kembantu dengan cara membuka mata batinnya dan ikut melawan roh-roh penasaran penjaga kamar.


"Aku akan membatumu membuka kamar itu." Tuan Abi ujar Sang Naga emas.


Abi mendekati kamar memegang gangang pintu sambil mengucap nama Allah Abi dibantu Oleh naga Emas mampu membuka pintu tersebut.


Ki maong melesat cepat masuk kedalam kamar menyambar raga mawar lantas cepat berlari meninggalkan rumah tersebut.


Marcella sedang melakukan ritual penyembuhkan dibuat terkejut dengan kejadian singkat didepannya.


putri Arum berteriak murka pada Marcella.


"Akan kumusnahkan kalian semua." ujarnya lamtang.


Mars mengingat kembali bagaimana memanggil naga putih yang diajarkan oleh ustadz Akbar padanya.


tubuh Mars mengeluarkan keringat dingin sambil membuka matanya perlahan ia meliahat sang naga putih telah berada dihadapannya sambil menunduk.


"Apa yang bisa saya bantu?" ucap Sang naga.


"Bawa aku dan Abi keluar segera dari tempat ini." Sahut Mars.


"Baiklah pejemkan matamu." ujar sang naga ia menyemburkan api dari mulutnya hingga demit-demit yang terus menerus menyerang Abi lenyap seperti Abu. sedangkan untuk putri Arum dan Marcella dilempar keruangan lain hingga keduanya terperangkap kedalam sebuah rungan gelap tanpa cahaya.


Ayo pergi dari sini biar aku yang membereskan sisanya kata Sang Naga memerintah.


"Abi ayo cepat kita keluar." ajak Mars.


Abi melirik sekilas matanya menatap Sang naga putih yang berada di samping Mars. Sang Naga tersebut menganggukan kepala dan menunduk seakan memberikan isyarat untuk Abi mengikuti Mars.


"Cepat Abi jagan membauang waktu. Dan untukmu Naga hancurkan kamar tempat pemujaan mereka!!. seru Mars.


Sang Naga melilit Abi dan juga Mars memebawa mereka keluar sebelum putri Arum berhasil keluar.


sesampainya didekat pintu keluar Abi dan juga Mars dilepaskan oleh Sang naga.


Maaf Nak Abi, Mars aku terpaksa membawa kalian dengan caraku karena kalian terlalu lambat bergerak ujar Sang Naga.


"Terimaksih Naga putih etah ilusi apa yang dibacakan Putri Arum padaku membaut aku tak menyadari kebaraadan kalian yang kulihat hanya kompulan mahluk mengerikan yang terus menjaga bertambah jumlahnya. beruntung Ki Maong berhasil membawa raga wanita itu." jelas Abi.


itulah salah satu kekuatan Putri Arum ia bis membuat ilusi sesuai keinginannya jelas Sang Naga.


"pergilah cepat." lanjutnya.


Abi dan juga Mars segera berlari kedalam mobil belum penjaga pintu tersadar.


Mars bergagas membawa mobilnya meningalkan tempat tersebut dengan kecepatan agak tinggi setelah dirasa aman Mars memelankan laju mobilnya.


Om Antok pasti sudah menungu kita herentilah di lajalan simpanh empat sebelah kiri merika menunggu didasana unjar Abi.


Tak memerlukan waktu lama Abi dan Mars sampai ke simpang empat bertemu Atok yang sudah bermandikan hujan gerimis.


Abi segera turun membantu Mang Antok yang yang mengedong Mawar masuk kedalam mobil.


Mang antok duduk di kursi penumpang bersama raga Marwar beberapa detik berikutnya Ki maong keluar di tubuh mang Antok membuat Mang Atok lemas karna kelelehan serta kedinginan mengunakan baju basah.


"Mang Antok pakaklah baju saya di kursi paling belakang ada beberapa baju saya." perintah Mars.


Mang Antok menenguk sekilas. tidak perlu Den takut baju Den Mars jadi rusak , lagi pula saya tidak pantas memakai baju bermerek seperti itu.


"Jagan merendah Mang Atok pakailah yang manapun yang mang Antok suka." Sahut Mars memaksa.


"Ganti saja Mang, kasihanlah badan Mang Antok bisa sakit memakai baju basah begitu." celetok Abi menimpali.


Tapi saya takut ada penyakit yang basa saja menular ke badan kamu nak Mars.


"tidak masalah." ujar Mars memakasa.


Mang Antok mengganti baju degan baju kaos dan celana milik Mars.


semantara Kyai Hasan dan Ustadz Akbar sedang menunggu dengan rasa cemas di padepokan.


"semoga kamu baik-baik saja Nak Abi." gumam Ustadz Akbar