Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Mencari informasi


Risa duduk di tepi ranjang sambil melihat Dewi Seker yang terus tersenyum sejak ia masuk.


Bunda yakin kita bergerak tanpa menunggu kakak? Ratu teratai bertanya.


"Kenapa harus menunggu bila kita bisa melakukannya sendiri, benar bingitu Dewi sekar?"


"Ya Bener sakali. Aku akan bantu kalian dengan caraku."


"Sebenarnya aku agak ragu karena keselamatan bunda di serahkan Kakak pada ku." cicit Ratu teratai.


"Kenapa bukankah kamu seorang ratu tidak bisakah kamu melindungi Bunda saat-saat seperti sekarang." Risa memasang wajah sedih.


Sedangkan Dewi sekar menahan tawa kala melihat wajah kesal Ratu teratai, jika bukan Risa yang meminta sudah pasti Ratu teratai memberikan tamparan di mulut tersebut.


"Baiklah akan ku lindungi Bunda." sahutnya kikkuk.


Bagus Ayo kita bertindak sebelum banyak korban berjatuhan kita harus cepat. Aku akan mengajak sinta ikut serta dengan kita.


"Dari mana kita memulai?" tanya Ratu teratai.


Di sebuah kampus akan kutunjukan pada kalian Dewi sekar segara mengubah bajunya menjadi moderen anak kuliahan.


"Sepertinya aku juga harus mengukan baju seperti itu untuk menerik perhatian." kata Risa tiba-tiba.


Ratu teratai segera mengubah wujudkan menjadi remaja usia sembilan belas tahun.


"Kau mampak cantik dengan baju warna hitam itu nak." kata Risa Melihat ke arah Ratu Teratai.


Jadi maksudnya Bunda sebelumnya aku tidak cantik begitu.


"Sebelumnya kamu imut karena kecil sekarang kau cantik sekali Ratu." Risa berkata sambil berlalu ia ingin kekamarnya dan menganti baju.


Risa menelpon Sinta dan memintanya bersiap-siap karena sebenar lagi ia akan menjemputnya.


setengah jam berlalu mereka semua sudah berada di salah satu kampus ternama di kota tersebut.


Mereka berpisah menuju tempat-tempat yang di jadikan para siswa kumpul-kumpul.


Dewi sekar menuju sebuah perpustakaan Risa bejalan kesebuah tempat makan yang berada di area kampus Ratu teratai dan Sinta menuju aula kampus di sana sepertinya sedang ada acara yang di adakan pihak kampus.


Di dalam Aula ratu teratai tidak ingin lengah ia berbaur tentunya auranya kesaktian miliknya sudah ia nonaktifkan.


Sinta tersenyum ramah pada wanita yang ada di sampingnya.


"Kenalkan nama aku Sinta." sinta mengulurkan tangan padawanita yang duduk di sampingnya.


"Hai... aku Alma dwi utami." sambut wanita itu.


Senang bisa berkenalan dengan kamu Sinta mengejak siswi itu mengobrol santai sembari mencari infomarmasi.


"Alma sebenarnya aku agak takut dengan kejadian menghilangkan mahasiswa di kampus kita ini." pancing Sinta.


"Stttttt jangan ngobrol disini klo masalah itu mending kita keluar dari sini." bisik Alma dengan raut wajah tengang.


Ehhhhh maaf aku lupa sahut Sinta cepat.


Aku kita keluar aja aku juga lapar sekalian cari makan ajak Alma sambil berdiri.


"Dek kamu mau disini apa ikut kaka." kata Sinta pada Ratu teratai.


"Aku disini dulu Kaka nanti aku telpon kaka kalau mau pulang." Ratu teratai tersenyum ramah pada Alma.


Baiklah dek aku tinggal dulu kata Sinta seraya berlalu bersama Alma.


pihak kampus tidak ada yang tau kalau Mareka bukan mahasiswa Dewi sekar membuat Kartu Identitas palsu untuk mereka semua.tentu saja semua mudah dengan kekuatan sihir miliknya ia bisa mengubah apa saja sesuai keinginannya saat itu.


"Sinta jujur ya, aku juga takut, tapi suamiku bilang yang hilang itu hanya Wanita-wanita perawan jadi aku sedikit tanang." kata Alma.


"Eh kamu sudah bersuami rupanya. Tapi tau dari mana suamimu yang di cari cuman wanita perawan?" Sinta bertanya.


"Ya dia ikut menyelidiki khusus ini." sahut Alma.


"Menyelidiki suami kamu anggota polisi?"


"Iya ka Sinta." jawab Alma.


"Wah....wah.... Hebat kamu Alma bisa dapat suami polisi. ajarin Aku dong ngerayu." Cowok goda Sinta.


"Aku enggak pernah merayu dia Kak kami sudah di jodohkan sejak kecil." cerita Alma.


"Oh bagitu, eh bagaimana perkembangan khususnya suami sudah tau tidak siapa yang menyababkan banyak siswa manghilang?"


"Belum tau Kak, suamiku dan di bantu dua rekannya masih terus mencari informasi dan melakukan penyelidikan."


"Semoga capat ketamu ya Alma biar siswa kampus ini tanang menuntut ilmu." Cicit Sinta.


Iya ka Sinta, dua teman aku juga turut menghilang aku terus mencoba menghubungi mereka tapi telpon tidak aktif sebelum menghilang mereka ke toilet yang ada di kampus ini sedang aku menunggu di depan pintu toilet sambil bermain ponsel.


"Sepuh menit berlalu mereka tidak juga keluar aku panggil-panggil tidak ada sahutan aku panik dan meminta beberapa orang siswa untuk mendoprak pintu. Dan saat pintu sudah terbuka aku tidak mendapati siapapun mereka hilang seperti debu." cerita Alma.


"Tidak ada teriakan atau papun sebelumnya?" tanya Sinta.


Tidak ada kak malah Siswa yang ku mintai tolong ada yang kesal karena di kiranya aku bohong ada siswa terkunci di toilet.


"Kamu yakin mereka tidak keluar sama sekali terus meninggalkan kamu."


"Yakin ka aku berada di depan toilet itu kalo keluar pasti terlihat." jelas Alma.


"Bener juga sih. Tapi kayak gak masuk akal hilang di Toilet kecuali ada kekuatan magis yang membawa mereka." monalog Sinta.


"Kekuatan setan maksud Kaka Sinta memang dunia kita ini masih kental dengan dunia mistis tapi massa iya jaman serba canggih begini masih banyak yang mendalami ilmu bagitu." cetus Alma.


Ada Alma ayo antar aku ke toilet yang kamu maksud aku mau liat kata Sinta.


"Sudah ada polis lane disana ka." jelas Alma.


"Aku gak akan lama cuman sebentar saja mau lihat." ajak Sinta sambil berdiri.


"Baiklah tapi jangan terlalu dekat ya cukup melihat saja aku taukut Kaka juga turut menghilang bil nekat masuk." tutur Alma.


Keduanya berjalan menuju toilet.


Ratu teratai mendengar banyaj cerita dari Siswa siswi. Dengan langkah pasti ia mendatangi tempat di duga kuat sebagai tempat banyaknya siswi menghilang.


Bertepatan dengan itu ia meliahat beberapa siswi sedang berjalan ke arah sana. Mata ratu teratai melihat sesuatu yang tidak beres dengan para siswa itu mereka seperti robot berjalan dengan Tatapan kosong.


Hipnotis gumam ratu teratai.


Ia mengikuti sambil bersembunyi.


Sampai di depan pohon besar mereka semua terus melangkah Ratu teratai melihat ada sebuah kekuatan gaib yang bisa menyedot masuk orang-orang itu.


Ratu teratai mengubungi Dewi sekar meminta segera mendatanginya.