Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Menolong sukma


Abi menatap sang Adik kemudian memberikan beberpa obat untuk Zahra.


"Terimakasih." ucap Zahra di angguki oleh Abi.


"Ka Abi aku akan mengentar kaka bertemu sebentar dengan Ayah pastikan ia menelan obat yang berada di tangan kakak." Ujar Ratu teratai.


"Baiklah." sahut Abi


"Ka Zahra juga ikutlah, seperti yang tadi aku katakan kita tidak bisa lama hanya sebentar gunakan waktu kalian dengan baik." kembali ratu teratai mengingatkan.


Sang Ratu bunga teratai itu membuka portal gaib menuju sebuah rumah sakit lalu mempersilahkan Zahra dan Abi lebih dulu masuk kemudian ia mengekor di belakang mereka berdua.


Sepeninggalan tiga orang tersebut Raden Mas mengajak dua tokoh agama itu menuju ke ruang tamu dan berbicara serius.


"Sebelum memulai obrolan aku akan mengobati luka dalam kalian dahulu." kata Raden Mas tidak mau di bantah.


Di depan kolam renang Devan dan juga Mars masih menunggu dengan setia Larasati membuka matanya.


"Mars kapan wanita itu membuka matanya?" tanya Devan sudah mulai bosan dan mengantuk.


"Aku sendiri tidak tau kapan pastinya. Sepertinya yang harus dihadapinya adalah orang yang kuat hingga butuh waktu untuknya melawan dan mengambil tindakan." jawab Mars menatap wajah cantik Larasati.


"Mendengar itu Wajah Devan terlihat khawatir . Bagaimana jika ia kalah bukan hanya Amaira yang dalam bahaya tapi dia juga." kata Devan.


Wajah Mars sekatika berubah khawatir.


"Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantunya?" Devan kembali bertanya.


"Baiyura......Baiyura...bila kamu mendengar panggilanku maka datanglah...!!!" batin Mars berseru


Tidak perlu waktu lama sang Naga muncul dengan wujud aslinya.


Devan terkejut ia segera bangun dari duduknya menarik Mars untuk berlari tetapi terhenti karena ucapan Mars.


"Tenang Dev, naga itu adalah temanku." Mars berucap sambil melihat sang naga putih.


"Baiyura bantu Larasati." perintah Mars.


Tanpa berucap naga itu segera mendekati Larasati tidak lema setelah itu ia menghilang.


"Apa kamu yakin meminta bantuan pada naga itu, apa hewan bisa di andalkan?" Devan bertanya setelah hilang rasa terkejutnya.


"Naga putih itu bukan naga biasa sudah sejak lama ia menjagaku dari orang-orang yang ingin berniat jahat padaku bila tidak ada dia mungkin jalan hidupku akan lebih sulit." cerita Mars.


Devan menatap dalam mata Mars mencari kebohongan di dalamnya namun ia tidak menemukannya.


Mars melihat kedasar kolam di sana ia menemukan baju ban juga sendal.


Dev, ambil benda yang ada di kolam cepat seru Mars.


Devan ikut melihat ke kolam, ia kemudian berlari untuk mengambil benda-benda yang berada di kolam.


Di tempat lain larasati sedang berusaha mengalihkan perhatian semua orang agar ia memiliki kesempatan untuk membawa kabur Amaira.


Namun niatnya tidak berjalan mulus ada yang menyadari keberadaannya hingga ia harus kembali bersembunyi menunggu waktu yang tepat.


Bila aku terlambat wanita itu tidak akan bisa kemabali ke alamnya aku harus mencari cara lain batin Larasati.


Di saat kebingungannya tiba-tiba Baiyura muncul tepat di bawah kakinya dengan wujud naga kecil yang lucu.


"Aku akan menyamar menjadi gadis itu kau carilah cara membawa dia pergi." cicit Naga.


"Naga membaca sebuah mantra dan tidak lama kemudian ia sudah berubah menjadi." Amaira yang manis.


Putri Larasati segera mengunakan sihirnya beberapa ulat kecil muncul di baju milik Amaira. Menyadari ada hewan yang berjalan di dalam bajunya ia terlihat gelisah.


Ia mencoba memasukan tangannya kedalam baju dan mendapat hewan yang berjalan di perutnya. Amaira membuka tangannya untuk melihat binatang apa yang ada di tangannya betapa terkejut dan jijik ia bagitu tau hewan itu adalah ulat detik itu pula ia berteriak ketakutan.


Semua yang ada dalam pesta ijab kabul yang sebentar lagi akan di mulai terkejut mereka menatap Amaira tidak suka.


Sang raja boto segera meminta perias menganti baju baru dan tidak lupa membersihan badan calon mantunya dan memastikan tidak ada lagi hewan kecil seperti saat ini.


Amaira menangis karena takut dan jijik ia segera di bawa ke kamar untuk membersihkan tubuhnya dan menganti pakaian.


"Ayah kenapa bisa bagini? Apa semua persiapan tidak diperiksa terlebih dahulu" tanya pangeran boto.


"Acara ini terkesan mendadak mungkin karena itu semua ini terjadi." sahut sang Ayah ia juga kecewa pada para pelayan yang menyiapkan segela keperluan untuk acara.


Saat ini Amaira di dalam kamar Putri Larasati yang menyamar menjadi pelayan segera mendekati dan memerintah pelayanan lain untuk segera menyiapkan baju serta keperluan yang lain sedangkan ia membantu Amaira membersihan badanya.


Tanpa rasa curinga mereka mengikuti perintah Larasati. begitu merasa Aman Larasati membaca sebuah mantra yang membuat sukma Amaira menurti semua perintahnya. Tanpa membuang Wkatu Larasati menyembunyikan sukma Amaira kedalam cincin ruang miliknya


Larasati memanggil Baiyura untuk menggantikan posisi Amaira dan tidak perlu waktu lama Baiyura yang menyamar sudah berada di dekatnya.


Seorang pelayan datang membawa baju ganti yang baru untuk Amaira palsu.


"Kau bisa mengurusnya aku baru saja di panggil raja?" tanya Larasati pada pelayan .


"Tentu saja pergilah." sahut pelayanan itu sembari tersenyum ramah.


Larasati keluar dari kamar bukan menuju tempat raja melainkan keluar dari desa tersebut untungnya semua orang sibuk dengan peserta pernikahan anak dari pemimpin desa tertersebut hingga ia dapat keluar dengan cepat dan tanpa halangan.


Usai berganti pakaian dan di rias ulang Maira palsu dibawa menuju tempat akan berlangsungnya akad.


Maira palsu berpura-pura masih takut duduk di samping pangeran.


"Ada apa cah Ayu?" tanya permaisuri.


"Aku takut ulat kecil yang menjijikkan itu tertinggal di sana." sahutnya sambil mengigit kuku jari tangannya dan wajah kwartir.


"Pelayanan bersihkan semua tempat ini." perintah Raja boto


Meski lelah para pelayan dengan sigap memberisihkan tempat tersebut.


"Pangeran aku ingin buang air kecil sebentar apa boleh?" tanya Amaira palsu.


"Dayang antar calon istri ku ke kamar kecil." perintah pangeran .


Dayang itu segara mengajak Amaira palsu mengikutinya.


Sesampainya di depan kamar kecil Amaira segera masuk di dalam kamar kecil Amaira alias Baiyura segera menghilang berpindah tempat.


Sementara di dalam kolam Devan di kejutkan dengan Amaira yang mengambang di atas Air dangan segera ia membawa ke tepi kolam renang.


Sesuai perintah Larasati sebelumnya Mars dan Devan menyiram semua benda yang mereka temukan di kolam dengan air yang di beri oleh Larasati.


Baiyura muncul di samping Larasati yang juga membuka matanya.


Sesaat setalah sukma Larasati keluar Desa gaib ia di hadang oleh siluman serigala karena tau Amaira tidak bisa bertahan lama di cincin ruangnya Larasati membaca sebuah mantra mengiram sukma Maira lebih dulu.