
Devan aku tidak menyangka kamu sebodoh ini, ayahmu hanya memanfaatkan kamu Dev, Dia menikahkan kamu dengan seorang wanita yang ternyata wanita iblis yang bersekutu dengan Jin, gunanya adalah agar Jin itu dapat memakai tubuhmu membatu William dan putri Arum saat sedang mengahadapi musuh besarnya nanti tubuhmu yang akan dipakainya Dev. Sadarlah Dev jangan menjadi buta karena kasih sayang yang ditunjukan oleh ayah dan juga istrimu itu. Tandas Mars Sembari menyetir mobil untuk mengantarkan Devan.
"jangan sok tau kamu Mars. jaga bicaramu."
"Dev, jika kamu masih menganggap aku sahabat maka dengarkan Aku."
"Untuk apa? kamu orang luar Aku lebih mengenal Daddy dibandingkan kamu."
"Astaghfirullah Dev, Bukalah matamu, Kamu bahkan mendengar tadi Willem mengakui semua kejahatan yang selama ini dia sembunyikan, Bahkan dia mengakui dia membunuh Ibu Dev, sadar!!." seru Mars.
"itu tidak mungkin, bisa saja Daddy di ancam oleh wanita ular itu untuk mengakui kejahatannya. Daddy sangat sayang ibu ia tak mungkin tega melakukan itu. penyebab ibu meninggal adalah Marcella, Lihatlah dirinya yang rela menjadi pembantu untuk memuluskan keinginannya yang ingin diperistri olah orang kaya, sangat menjijikkan."
"Dev setidaknya lakukan demi putramu Abimanyu, lepaskan dirimu dari belanggu mereka." sambil melirik sekilas ekspresi wajah Devan.
"Katakan pada Abi jika dia memusuhi Daddy maka aku akan ikut memusuhinya juga."
Mars merem mobilnya secara mendadak hal itu menyebabkan Devan terkejut.
"Mars menyetir yang benar kamu mau bikin aku mati." ujar Devan dengan wajah kesal.
"itu lebih baik, hidup hanya menjadi budak setan." sahut Mars tanpa peduli Devan mengomelinya.
"kamu mengatai aku budak setan?"
"Ya siapa lagi yang sekarang bersamaku disini."
"kamu tau siapa aku, aku bisa membuatmu kehilangan wajah didepan semua orang." Ancam Devan ia berharap Mars takut padanya.
"lakukan saja, aku tidak takut bahkan jika kamu menentang adu ilmu beladiri aku akan meladeni." sahut Mars diluar dugaan Devan.
"Hahahahaha Devan tertawa mengejek. jangan sok jadi jagoan kamu. sejak SMP kamu tidak pernah bisa melawanku dalam itu."
"lihat saja nanti." sahut Mars.
Di dalam penjara William merasa kepalanya berat matanya mengantuk hingga ia tertidur bersandar didinding begitu pola tahanan yang lain mereka tertidur pulas dengan cepat tanpa ada yang tau putri Lasmi mengunakan ajian serep untuk membuat semua tertidur.
dengan leluasa Putri Lasmi menembus dinding penjara menyelamatkan Willem membawa keruang bawah tanah di rumah William.
"Bagus putriku kau memang dapat di andalkan." ucap Raja jin bangga.
"Ayo kita pergi dari sini ibumu yang akan mengurus orang tua ini." ujar Raja jin sambil menunjuk William.
keduanya kemudian berubah menjadi asap lalu menghilang.
Putri Arum menyeringai senang mendapati William berada diruang bawah tanah atas bantuan suami gaibnya lelaki itu bebas dari penjara.
"aku harus membuat sesuatu agar William tidak menjadi boronan." batin putri Arum.
ia kemudian pergi keruang mayat rumah sakit mencari orang yang perawakannya mirip William. Putri arum mendekati mayat itu lantas ia membaca sebuah mantra hingga wajah lelaki itu berubah menjadi wajah William begitu pula dengan baju yang dikenakannya.
sekali lagi mulut putri Arum kumat kamit membaca mantra beberapa detik kemudian mayat itu menghilang dan muncul dalam penjara. Wajah putri Arum tersenyum puas sambil melangkah pergi dari ruangan tersebut.
Dalam kamarnya Dewi teratai sedang duduk di atas sebuah sajadah sembari melantunkan ayat-ayat suci suara terdengar begitu merdu bahkan binatang hutanpun ikut menikmati suara merdu yang membawa ketenangan itu.
selesai membaca kalam ilahi Dewi teratai bergegas membereskan Sajadah melepas hijab yang ia pakai meletakan Al Qur'an ditempatnya.
Dewi teratai mengubah bentuknya menjadi seorang remaja berumur sekitar lima belas tahun. ia menembus Ruang menuju tempat dimana sang ibu disekap oleh Marcella.
"Hai nenek peyot." sapa Dewi teratai mengejek.
"siapa kamu, bagaimana kamu masuk?" tanya Marcella terkejut pasalnya ia sudah mempekerjakan banyak anak buahnya untuk menjaga tempat tersebut.
"Aku tidak suka basa basi, aku ingin sekarang kamu lepaskan Bunda Risa jangan pernah bermimpi untuk menukarnya dengan suamimu yang berhati iblis itu." tandas Dewi teratai.
"lakukan jika mau bisa membebaskan dia." tantang sembari Marcella tersenyum.
"jangan meremehkan aku Nenek peyot. dan jangan salahkan aku jika tempatmu ini hancur." Dewi teratai lantas berjalan menuju sebuah raungan tempat Marcella mengurung Risa.
"sombongkan sekali anak ini, apa dia orang suruhan Abi, kenapa anak itu tidak datang sendiri dasar penakut." batin Marcella lantas mengikuti Dewi Teratai.
Nenek Peyot aku peringatkan padamu jangan mengumpat Kak Abi ucap Dewi teratai sembari meniupkan serbuk serbuk sari kearah dua penjaga yang berada didepan pintu tempat Bundanya disekap.
Dua penjaga itu menguap lebar tak lama kemudian Ambruk kelantai hal itu membuat Marcella tercengang.
"Bagaimana? ini baru permulaan heheheheheh, aku yang masih kecil saja membuatmu terpana bagaimana dengan Kak Abi ilmunya jauh di atas aku." ucap Dewi teratai lantas segera menendang pintu kayu dihadapannya hingga pintu itu terbelah menjadi dua.
"Apa anak ini putri Risa adiknya Abi bagaimana mungkin sebesar ini, kalaupun anak ini benar adik Abi usianya mungkin baru 3 tahun lebih." batin Marcella.
Tak mau tawanannya bebas Marcella membaca sebuah Mantra ia membuat ilusi tempat itu menjadi sebuah hutan yang gelap.
"Kau mau bermain-main rupanya denganku Akan aku ladeni." Dewi teratai berjalan santai di hutan tanpa takut sedikitpun.
semetara Abi mencari Dewi teratai di markasnya.
"kemana anak itu apa dia tidak pamit dengan kalian?" tanya Abi dengan Wijayakusuma dan Putri Larasati.
"selesai latihan Dewi makan lalu masuk kedalam kamar sempat terdengar ia membaca Ayat-ayat suci, saya kira dia tertidur kerena lelah untuk itu saya tidak mengganggunya." jawab Putri Lestari.
Anak Bandel apa lagi yang dia buat. batin Abi begitu memeriksa kamar adiknya kosong.
"maafkan kami." ucap Wijayakusuma menunduk diikuti putri Larasati.
"Bukan salah kalian anak itu memang suka bertidak sesuka hati." sahut Abi sembari mencari jejak yang mungkin ditinggalkan sang Adik.
"Abi William sudah berhasil bebas dari tahanan. ibumu disekap oleh Marcella Dewi teratai sedang berada di sana untuk membantunya." telepati Raden Mas terdengar jelas ditelinga Abi.
"terimakasih informasinya Kek Abi akan menolong mereka." tandas Abi.
Abi yang sudah tau letak persembunyian Marcella membawa segara meninggalkan markas.
Tuan Abi apa Anda perlu saya bantu sepertinya Anda mendapatkan petunjuk ujar Wijayakusuma menghentikan langah Abi.
"tidak perlu, kamu jaga markas dan orang-orang kepercayaan kita sesekali panggillah Ki Maung." Jawab Abi kembali melanjutkan langkahnya.
"Baik tuan." gumam Wijayakusuma.
"Aku merasa tidak enak hati dangan Tuan Abi, kita bahkan tak mampu menjaga dengan baik Dewi teratai yang dititipkan pada kita." Tandas Putri Lestari.