
Mereka menikmati makanan dalam diam hingga tanpa terasa semua makanan habis tak tersisa.
"makanan dan sayuran disini tidak kalah dengan makanan di restoran berbintang." puji Mars setelah selesai minum.
"yang Mars katakan di tidak salah masakan kaya akan bumbu ini begitu nikmat di lidah tidak seperti dunia kami terdahulu." ungkap Wijaya menimpali.
"aku masing bingung dengan semua yang ada disini benda-benda dunia moderen ada disini termasuk makanan yang pengolahan bumbunya sama seperti dunia kita. dunia apa ini sebenarnya." ungkap Zahra sambil berdiri membereskan semua piring kotor di bantu oleh Laras dan Dewi Sekar mereka tidak enak meninggalkan piring kotor di meja makan terlebih semua makanan sudah di siapkan oleh pemilik gubuk.
"kalian yang merasa laki-laki boleh keluar lebih dulu kami akan membersihkan piring kotor terlebih dahulu." usir putri Larasati.
"om Mars duluan saja bersama pangeran Wijayakusuma aku akan membantu membersihkan meja makan." kata Abi tanpa mau dibantah.
"baiklah." sahut Mars sembari mengajak Wijaya keluar.
Dewi ikut keluar tanpa mengatakan sepatah katapun.
sesampainya di ruang tengah gubuk Dewi menghitung jumlah pintu yang ada di sana jumlah 12 pintu termasuk pintu depan gubuk.
banyak sekali apa isi dari setiap pintu ini mengingat salah satu pintu menuju dapur membuatnya terkejut ia semakin penasaran dengan isi di balik pintu-pintu tersebut.
Zahra dan Putri Laras menyusun semua piring yang sudah mereka cuci di rak piring yang tersedia di sana mereka saling membantu satu sama lain hingga pekerjaan cepat terselesaikan.
Ayo kita keluar ajak Zahra setelah selesai dengan pekerjaan mereka.
Putri Larasati dan Dewi Sekar mengangguk setuju Abi mengikuti dari belakang tanpa suara.
Sesampainya di ruang tangah mereka sudah di tunggu oleh sang pemilik gubuk dan juga yang lain.
mereka duduk melingkar sedang sang pemilik gubuk berada di tangan-tengah sembari tersenyum ramah lelaki itu memperkenalkan dirinya sebagai Kakek Han tidak lupa ia juga menjelaskan dunia yang Abi datangi sekarang adalah dunia kultivator tepatnya berada di alam atas.
"Apa tujuan kalian datang kemari...?" tanya Kakek Han.
"anak muda ini menghabiskan waktu berdoa meminta di berikan petunjuk agar bisa masuk ke kerajaan iblis namun ternyata anak muda ini tersesat di alam ini." ungkap Abi berkata jujur.
hemmmmm kalian bukan tersesat nak tapi memang sengaja di kirim kemari untuk di barikan bekal." sahut Kakek Han Dangan wajah seriusnya "
"Bekal bagaimana maksud Kakek...? Mars bertanya dengan penasaran.
"dunia yang akan kalian datangi sama dengan dunia yang aku yaitu dunia para kultivator bedanya hanya keberadaannya yang berada di alam bawah. disanalah berdirinya kerajaan iblis dan seluruh ras iblis, tempat itu tidak sembarang orang bisa memasukinya kecuali atas ijin dari sang Raja iblis itu sendiri. bila kalian memaksa masuk maka kalian harus menghancurkan Aray tiga lapis yang terpasang di sana."
"Aray tiga lapis..? apa maksud Kakek Aray ilusi, pelindung dan pembunuh...? tanya Wijaya memotong penjelasan Kakek Han.
"benar yang pemasang Aray pelindung itu sangat kuat sangat sulit untuk menghancurkannya. mustahil bagi kalian yang sekarang bisa masuk kesana...!!" lanjutnya sembari memasang wajah serius.
"Benar Nak besok kalian harus bersiap sekarang kalian boleh istirahat atau bagi yang ingin bertanya sesuatu kalian boleh bertanya padaku...?"
"Tadi Kakek bilang ini alam atas apa ini alam para Dewa..?" Dewi bertanya untuk memastikan dugaannya.
"Diantara yang lain kau yang paling mengerti gadis kecil.." sahutnya sembari tersenyum tipis.
"Alam para Dewa apa maksudmu semua yang tinggal di sini adalah Dewa Dewi..? Mars bertanya penasaran sekaligus terkejut.
"Kami manusia biasa yang di anugerahi kekuatan serta ilmu beladiri yang diluar nalar oleh sang pemilik kehidupan itulah yang membuat orang lain menganggap kami sebagai Dewa yang pantas untuk di jadikan contoh dan di puja." jelas kakek Han panjang lebar.
Abi menatap Dewi penuh tanda tanya, jelas sekali dari perkataan Kakek Han Dewi tau sesuatu tentang dunia yang mereka singgahi saat ini.
"bukan kakek tidak tinggal sendiri....?" tanya Dewi ia sempat merakan aura kehidupan Selain aura milik Kakek Han yang berada di dalam gubuk ini namun entah mengapa aura itu hanya bisa samar-samar ia rasakan.
"iya Gadis kecil, aku tinggal bersama ponakan ku. saat ini dia sedang pergi berpetualang."
"Kakek bisakah Kakek jelaskan Tantang Raja Iblis itu. maksud ku apa kakek tau cara mengalahkannya?" Mars bertanya serius.
"Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah berlatih menjadi lebih kuat, kehidupan dunia kultivator sangat mengerikan yang mana bila kalian lemah maka kalian akan di tindas dan harus tunduk pada yang kuat. untuk sampai ke kerajaan iblis itu kalian melewati banyak desa dan kota tentu saja mengharuskan kalian bertemu dengan banyak orang. kalian pasti paham maksudku...?"
"baiklah kami mengerti tapi berapa persen kemenangan yang kami peroleh setelah mendapatkan bekal dari Kakek...?" tanya Abi.
"soal kemenangan aku tidak bisa menjanjikan pada kalian tapi aku bisa pastikan bakal yang aku berikan akan sangatlah berguna untuk kalian."
"bila kakek seyakin itu, maka tidak akan ada keraguan di hati kami untuk tetap tinggal dari menerima bakal dari Kakek dengan sabar dan tekun." Dewi berbicara mewakili semua orang.
"aku penasaran sebenarnya siapa yang telah meminta Kakek Han untuk menjadikan kami semua murid..!! Apa benar Kakek Han bukan Dokter Yusuf..?" Mars bertanya penasaran sembari menatap wajah Kakek Han mencari kebenaran yang wajahnya persis dengan wajah Yusuf.
"pertanyaan bagus..!! Aku memang mewakili para Dewa Dewi untuk membantu kalian mengingat kekacauan yang di buat oleh Raja iblis setalah menghancurkan Dunia alam atas kami serta ingin menghancurkan dunia fana. melihat itu kami tidak ingin tinggal diam berpangku tangan. kalian memiliki tujuan yang sama maka di putuskan kalianlah yang harus bergerak maju melawan Raja iblis itu...? Kakek berbicara jujur.
"kenapa..? bukan kekuatan Dewa seperti kalian sangatlah menakutkan bahkan bisa menghancurkan dunia, sedangkan kami hanya segerombolan semut kecil yang sedang merangkak..?"
"karna takdir memilih kalian..?" jawabannya singkat sebelum selesai Abi mengungkapkan kebingungannya.
Dewi tersenyum kecut sembari memalingkan wajahnya.
"Aku bukan Yusuf, aku sudah hidup lebih dari lima ratus tahun. Wajah ku saja yang mirip tapi kami jelas orang yang berbeda...!!"
"jadi karena tujuan kita sama kalian para Dewa membuat keputusan tanpa bertanya pada kami....?" Mars berbicara sambari melihat sang tuan rumah dengan wajah kesalnya.
"Kami bermaksud memberi bantuan pada kalian dengan cara memberikan bekal. tapi jika Kelian bersikeras menganggap kami hanya memperalat kalian maka secepatnya akun mengembalikan kalian." ucap Kakek Han dengan tegas.