Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Kejutan untuk Dika


Satu bulan berlalu.


Di sebuah hotel bintang lima milik keluarga Dharma tengah diadakan sebuah pesta perayaan ulang tahun Baby Rey yang ke dua tahun. Sebenarnya hari ulang tahun Baby Rey sudah berlalu beberapa bulan yang lalu. Namun karena kondisi Kyara yang tengah hamil besar saat itu membuat Gerry menunda pesta ulang tahun untuk putranya sekaligus acara syukuran atas lahirnya adik Baby Rey.


Suasana ballroom siang itu nampak sudah di penuhi oleh para tamu undangan yang sudah hadir. Di salah satu meja, Rania nampak tak henti memuji pesta ulang tahun Baby Rey yang didesain semewah mungkin.


"Kak Gerry benar-benar ingin memperlihatkan rasa sayangnya pada Baby Rey." Puji Rania.


William menolehkan wajahnya ke samping. "Aku juga bisa membuat pesta ulang tahun untuk anak kita nanti yang lebih mewah dari ini." Timpal William.


Mata Rania mendelik. "Anak kita belum lahir tapi kau sudah merencanakan pesta ulang tahunnya." Balas Rania.


"Apa salahnya? Lagi pula aku juga ingin menunjukkan rasa sayangku pada Baby kita nanti."


Hana akhirnya tertawa kecil mendengar perdebatan kecil Rania dan William.


"Maaf, Hana. Suamiku ini memang ada-ada saja pemikirannya." Ucap Rania.


"Tak masalah. Lagi pula William wajar ingin memberikan yang terbaik untuk anak kalian nanti." Balas Hana.


"Kau dengar itu sayang? Hana saja membenarkan ucapanku." Ucap William dengan bangga.


Mata Rania mendelik. "Terserah kau saja." Balasnya tak ingin berdebat.


Perhatian mereka pun teralihkan pada Dika yang kini berjalan mendekat ke arah meja mereka.


"Kenapa kau lama sekali?" Cecar William pada Dika.


"Ada panggilan tiba-tiba dari rumah sakit yang harus aku tangani." Balas Dika dengan wajah datarnya.


Dika pun menurutinya. Lagi pula tidak ada lagi kursi kosong di meja itu karena memang dikhususkan untuk empat orang.


Detak jantung Hana berdegub begitu kencang saat indera penciumannya menangkap aroma parfum Dika yang tidak pernah berubah dan dulu selalu menjadi candunya untuk menciumnya.


Acara siang itu pun dimulai. Di atas panggung Gerry dan Kyara nampak berdiri sambil menggendong Baby Rey dan Baby Rachel. Gerry pun memberikan kata sambutan dan ucapan terimakasih atas kehadiran tamu undangan yang sudah berkenan hadir di pesta putra dan putrinya.


Kyara... aku sungguh senang karena pada akhirnya kau bahagia dengan kehidupanmu saat ini. Mata Rania nampak berkaca-kaca menatap Kyara yang nampak bahagia berdiri di atas panggung sambil menggendong Baby Rachel.


Setelah melewati banyaknya ujian hidup sejak kepergian kedua orang tuanya hingga kembali diuji dalam pernikahannya dengan Gerry, akhirnya Kyara mendapatkan kebahagiaannya saat ini. Mendapatkan suami seperti Gerry yang begitu mencintainya dan dianugerahi dua buah hati yang tampan dan juga cantik.


Acara siang itu pun terus berlanjut dengan acara hiburan yang membuat suasana semakin meriah hingga akhirnya berakhir pada pukul lima sore.


"Rania... Hana... Lebih baik kalian masuk ke dalam kamar hotel untuk istirahat sebelum melanjutkan acara nanti malam." Ucap William setelah Gerry berpamitan untuk mengantarkan Kyara dan kedua bayinnya pulang.


Rania mengangguk menyetujui. "Ayo Hana, kita ke kamarku saja. Tubuhku sudah lelah dan mataku mulai mengantuk." Ajak Rania.


Hana mengangguk lalu membantu Rania untuk bangkit. "Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Hana yang diangguki oleh William.


Setelah kepergian Hana dan Rania, William menatap Dika yang kini diam sambil memainkan ponselnya dengan tatapan penuh arti


Kulkas dua belas pintu. Tunggu saja kejutan untukmu nanti malam.


***


Jangan lupa berikan dukungan dalam bentuk vote, gift, like dan komennya untuk lanjut ke bab berikutnya ya🌹