Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Membawanya ke apartemen


Dengan langkah lebar Dika membawa tubuh Hana keluar dari rumah Liza menuju parkiran mobilnya.


"Dika, kau ingin membawa Hana kemana?" Amel memegang pergelangan Dika hingga langkah Dika terhenti.


"Tentu saja ke rumahmu." Balas Dika.


"Tapi rumahku cukup jauh dari sini, Hana bisa kedinginan sebelum sampai di rumahku. Bagaimana kalau kita mencari pakaian ganti dulu untukmu dan Hana." Balas Amel.


Hana yang berada dalam gendongan Dika pun hanya diam sambil menangis.


"Kita bawa Hana ke apartemenku saja. Jarak apartemenku dari sini tidak begitu jauh." Balas Dika dengan cepat.


Amel terdiam sesaat lalu mengangguk.


Tanpa membuang waktu lama, Dika pun segera memasukkan tubuh Hana ke dalam mobilnya.


"Kau tidak ikut masuk?" Tanya Dika melihat Amel masih berdiri di samping mobilnya.


"Aku membawa motor. Aku akan mengikuti kalian dari belakang." Balas Amel sambil menunjuk ke arah motornya.


Dika mengangguk paham. "Baiklah." Balasnya lalu memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobil.


"Aku akan membuat perhitungan pada kalian yang beriniat buruk pada Hana!" Gumam Amel dengan tangan terkepal sambil melangkah menuju motornya.


*


Lima belas menit berlalu mobil Dika dan motor Amel pun telah sampai di gedung apartemen tempat Dika tinggal.


"Kenapa kau tidak berhenti dulu di jalan tadi? Kita belum membeli pakaian ganti untuk Hana!" Seru Amel saat menghampiri Dika di mobilnya.


"Hana bisa memakai pakaianku lebih dulu. Berhenti di jalan cukup memakan waktu." Balas Dika dengan datar.


Amel menghela nafasnya lalu menatap pada Hana yang masih menangis dengan tubuh bergetar.


"Hana... tenanglah." Amel mengelus pundak Hana guna menenangkan Hana.


Hana hanya mengangguk dengan tubuh bergetar hebat.


Amel pun memundurkan langkahnya dan membiarkan Dika kembali menggendong Hana.


Tanpa memperdulikan tubuhnya dan tubuh Hana yang basah kuyup, Dika menggendong Hana melewati lobby apartemen sampai masuk ke dalam apartemennya.


"Mana pakaian gantinya? Biar aku mengganti baju Hana." Ucap Amel dengan tidak sabar setelah masuk ke dalam apartemen Dika.


Dika menurunkun Hana lalu mendudukkannya di sofa. "Tunggu sebentar." Balasnya lalu melangkah ke salah satu kamar yang ada di apartemennya.


"A-amel..." Hana tergagap.


"Hana... kau sudah baik-baik saja... jangan memikirkan kejadian itu lagi." Ucap Amel sambil memegang erat tangan Hana.


Dika pun kembali dengan membawa baju kaos dan celana training untuk Hana.


"Apa kau bisa berjalan?" Tanya Dika menatap wajah Hana yang nampak pucat.


"Dia tidak bisa berjalan. Apa kau tidak lihat tubuhnya bergetar!" Sembur Amel tanpa sadar.


Tanpa membalas ucapan Amel, Dika langsung menggendong tubuh Hana.


"Kau mau membawa Hana kemana?" Tanya Amel.


"Apa kau mau mengganti pakaiannya di ruangan ini?" Tanya Dika dengan wajah datarnya lalu melangkah ke kamar tamu. "Aku mau mengganti pakaianku lebih dulu." Ucap Dika setelah menurunkan Hana.


Amel mengangguk. "Terimakasih Dika." Ucapnya yang diangguki oleh Dika.


Setelah kepergian Dika, Amel pun segera membantu membuka pakaian Hana.


"Kulkas itu bagaimana? Dia hanya memberikan baju dan celana tanpa pakaian dalam untuk Hana!" Lidah Amel berdecak melihat pakaian yang diberikan Dika.


"Tahu begini lebih baik aku membelinya lebih dulu di jalan tadi!" Gerutu Amel lalu memakaikan baju kaos milik Dika ke tubuh Hana.


***


Lanjut?