Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Extra part (Tidak memperdulikannya)


Karena telah memberitahu Rey dan kedua orang tuanya jika setelah pulang sekolah ia akan bermain di rumah Yura, Rachel pun memilih menunggu Yura di depan gerbang sekolahnya tanpa menunggu Rey yang belum keluar dari ruangan kelasnya lebih dulu.


"Nona Rachel, anda sedang menunggu siapa?" Seorang penjaga sekolah nampak menghampiri Rachel yang sedang berdiri di depan gerbang sekolah.


"Pak Mamang, Rachel sedang menunggu kedatangan Yura." Balas Rachel.


Pak Mamang mengangguk paham. "Sepertinya Nona Yura akan datang beberapa menit lagi karena baru waktunya Nona Yura pulang sekolah. Lebih baik sekarang Nona menunggu Nona Yura di pos penjaga saja agar tidak kepanasan." Ucap Pak Mamang.


Rachel menggeleng. "Rachel menunggu di sini saja, Pak." Tolaknya.


Pak Mamang menghela nafasnya. "Baiklah, kalau begitu Bapak akan menunggu Nona Rachel di sini." Ucap Pak Mamang yang tidak ingin membiarkan Rachel berdiri sendiri menunggu kedatangan Yura di depan gerbang.


Rachel pun menatap wajah Pak Mamang dengan tatapan polosnya. "Baiklah, kalau begitu Rachel ikut Pak Mamang ke pos penjaga saja." Ucapnya menurut karena tidak ingin Pak Mamang kepanasan bersamanya.


Senyumang di wajah Pak Mamang pun terbit. Tidak sulit baginya untuk membujuk Rachel menuruti keinginannya karena Rachel pasti tidak ingin merepotinya.


"Kalau begitu ayo kita ke pos penjaga, Nona." Ajak Pak Mamang.


Rachel mengangguk lalu berjaan ke arah pos penjaga bersama Pak Mamang. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, langkahnya pun terhenti saat mendengar suara memanggil namanya.


"Rachel..." panggil Yura yang baru turun dari dalam mobilnya.


"Yura?" Senyuman di wajah Rachel terkembang melihat sahabat baiknya. Rachel pun seketika berjalan ke arah Yura. "Kau sudah datang?" Tanyanya.


"Seperti yang kau lihat." Balas Yura tersenyum.


Rachel pun turut tersenyum. Pandangannya pun beralih pada kaca mobil yang terbuka dan menampilkan wajah Alula di sana. "Alula ikut juga?" Tanya Rachel.


"Tentu saja. Aku dan Ayah baru saja menjemputnya." Jelas Yura.


"Baik, Nona. Hati-hati di jalan." Balas Pak Mamang.


Rachel tersenyum begitu pun dengan Yura.


"Rachel, bukankah itu Kak Rey?" Tanya Yura menunjuk Rey yang sedang berjalan cepat ke arah mereka.


Rachel pun mengikuti pandangan Yura lalu mengangguk membenarkan.


"Kak Rey." Ucap Rachel saat Rey sudah berada di dekatnya.


"Kenapa kau tidak menunggu Kakak keluar lebih dulu?" Tanya Rey dengan nafas yang terdengar naik turun.


"Karena Rachel sudah memberitahu Kakak jika akan pergi dengan Yura." Balas Rachel dengan enteng.


Rey menghembuskan nafasnya lalu menatap datar wajah adiknya. "Seharusnya kau menunggu Kakak dulu. Kakak ingin memastikan kau pergi bersama orang yang benar." Tekan Rey.


Rachel mengangguk saja mendengar ucapan Rey yang seperti layaknya orang dewasa.


"Hai Kak Rey..." sapa Yura dengan malu-malu pada Rey yang masih menatap datar wajah adiknya.


Rey hanya menatap datar pada Yura tanpa membalas sapaan Yura yang menurutnya tidak penting.


"Kak Rey kenapa tidak membalas sapaan Yura?" Cetus Rachel.


Rey hanya diam dan memutus tatapannya dari mata Yura. "Pergilah dan kabari Mama jika sudah sampai di rumah Tante Vara. Kakak masuk ke dalam dulu karena masih ada urusan yang harus Kakak tangani." Ucap Rey.


***