Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Ada apa dengannya


"Daddy kelja?" Kedua mata Alana berkedip lucu menatap pada Dika yang sedang bersiap untuk berangkat bekerja.


Dika menghentikan sejenak aktivitasnya lalu menatap Alana dengan tersenyum. "Ya. Daddy akan pergi bekerja. Alana dan Kakak baik-baik bersama Mommy di rumah." Ucap Dika lembut.


Alana mengangguk saja walau tidak paham maksud ucapan Dika. "Lana itut?" Pintanya seraya mengulurkan kedua tangan mungilnya.


Dika tersenyum lalu mengangkat tubuh Alana. "Alana tidak bisa ikut karena Daddy pergi bekerja bukan bermain." Tutur Dika.


Bibir Alana mengerucut lucu. "Sama Mommy ja." Balasnya sedikit tidak jelas.


"Ya. Alana di rumah saja bersama Kakak dan Mommy." Ucap Dika lalu mengecup kening Alana.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terbuka membuat perhatian Dika teralihkan ke sumber suara.


"Sayang, kau sudah siap?" Tanya Hana yang baru saja kembali dari dapur.


"Sudah." Balas Dika.


"Ayo turun. Sarapannya sudah siap." Ajak Hana.


"Dimana Alan?" Tanya Dika karena tak melihat keberadaan putranya.


"Alan sudah berada di meja makan." Jawab Hana.


Dika mengangguk paham. "Baiklah. Ayo keluar." Ucap Dika.


Hana berjalan mendekat ke arah ranjang lalu mengambil tas kerja Dika. "Kau hampir saja melupakannya." Ucap Hana.


"Terimakasih, Sayang. Kalau begitu ayo turun." Ajak Dika dan Hana mengangguk sebagai jawaban.


Tiga puluh menit kemudian Dika pun berpamitan untuk pergi bekerja pada Hana dan kedua anaknya.


Dika tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban. "Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Dika yang dibalas Hana dengan senyuman.


Baru saja mobil Dika melaju meninggalkan perkarang rumah mereka Hana sudah dibuat menggelengkan kepalanya saat mendengar suara Alana yang menangis dari dalam rumah.


"Alan... hal apa lagi yang dia lakukan pada adiknya." Gumam Hana lalu melangkah masuk ke dalam rumah.


*


Di pertengah jalan, lagi-lagi Dika melihat Liza berada di dalam mobil yang sama seperti kemarin ia lihat dengan wajah yang nampak sembab. Merasa mendapat dorongan dari dalam dirinya membuat Dika memutuskan untuk mengikuti mobil hitam yang tengah melaju dengan kecepatan sedang di depannya.


"Apa yang aku lakukan?" Gumam Dika setelah hampir dua puluh menit mengikuti mobil di depannya. Untung saja ia begitu pandai mencari jarak aman hingga pergerakannya tak terbaca oleh mobil yang sedang ia ikuti.


"Ini sungguh konyol!" Gumam Dika lagi menyadari kesalahannya. Terlebih ia seperti orang yang begitu peduli pada sosok yang membuatnya iba yang sedang berada di dalam mobil.


Niat hati ingin berhenti mengikuti mobil di depannya, namun niatnya itu harus terhenti saat melihat mobil yang sedang ia ikuti berbelok ke arah jalan yang sangat ia ketahui kemana arah yang akan mereka tuju.


"Agh sial!" Dika pun memilih untuk kembali mengikuti mobil itu hingga akhirnya sampai di rumah yang bertuliskan disita.


"Apa?" Kedua mata Dika terbelalak melihat rumah yang baru beberapa tahun lalu selesai direnovasi itu kini disita.


"Ada apa sebenarnya ini?" Gumam Dika bertanya-tanya. Dika memang tidak begitu mendengarkan percakapan kedua orang tuanya tentang kondisi keluarga Liza saat ini saat ia mampir ke rumah orang tuanya beberapa hari yang lalu hingga kini ia merasa bingung dengan apa yang terjadi.


Tak lama Dika kembali dibuat terkejut saat melihat sosok keluar dari gerbang rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.