Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Sebuah rencana


Karena sudah mendapatkan izin dari Dika untuk bekerja dengan normal kembali, akhirnya pagi itu Hana kembali datang ke rumah sakit untuk bekerja dengan diantarkan Dika. Syarat demi syarat yang diberikan Dika setelah percintaan mereka tadi malam agar Hana bisa kembali bekerja membuat Hana mau tidak mau mengiyakan syarat dari suaminya dan salah satunya adalah pergi dan pulang bekerja bersama dan selalu menyempatkan makan siang bersama.


"Sayang... Apa kau akan kembali ke rumah sakit nanti?" Tanya Hana saat mobil sudah hampir sampai di rumah sakit.


"Entahlah... pekerjaanku di perusahaan pagi ini cukup banyak. Sepertinya akan sulit jika aku bekerja di rumah sakit. Namun jika ada panggilan aku akan datang." Jelas Dika.


Hana mengangguk paham. "Lalu bagaiaman dengan makan siang bersama yang kau ucapkan tadi malam?" Tanya Hana.


"Kesepakatan itu harus dilakukan jika aku bekerja di rumah sakit. Dan jika tidak kau bebas makan siang dengan siapa saja." Jelas Dika lagi.


Senyuman di wajah Hana terkembang. "Terimakasih, Sayang..." ucap Hana tanpa mengucapkan maksud terimakasihnya.


"Terimakasih untuk apa?" Tanya Dika.


"Terimakasih untuk apa saja." Balas Hana lalu menjatuhkan wajahnya di lengan Dika.


Dika tersenyum lalu mengusap rambut Hana dengan tangannya yang bebas. "Tetap jaga pola makanmu agar anak kita sehat di dala sini." Ucap Dika sambil mengelus perut Hana.


"Aku akan melakukannya, Sayang." Balas Hana seraya tersenyum.


Mobil terus melaju hingga akhirnya sampai tepat di depan lobby rumah sakit. Menyadari dimana Dika memarkirkan mobilnya saat ini membuat Hana menatap Dika dengan tatapan protes.


"Kenapa kau menurunkanku di sini?" tanya Hana. Menatap ke arah sekitar dimana kini orang-orang terlihat menatap penasaran ke arah mobil mereka.


"Memangnya ada apa? Aku hanya ingin mengantarkanmu dan sudah seharusnya aku mengantarkanmu sampai di sini." Balas Dika santai.


Hana menghela nafas panjang. "Apa kau tidak menyadari jika mobilmu kini menjadi pusat perhatian orang-orang?" Tanya Hana.


Lagi, Hana menghela nafas panjang mendengar jawaban acuh Dika.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit bekerja dulu." Ucap Hana.


Dika mendekatkan wajahnya pada Hana lalu memberikan ciuman singkat di bibir Hana. "Jangan terlalu lelah bekerja, Sayang." Pesan Dika.


"Iya, Sayang. Aku akan berhenti jika lelah." Janji Hana.


Dika mengangguk. "Pergilah. Nanti sore aku akan menjemputmu pulang." Ucap Dika.


Hana tersenyum lalu mengangguk. Setelahnya ia pun keluar dari dalam mobil Dika dengan wajah bahagianya. Setelah memastikan Hana masuk ke dalam lobby, Dika pun mulai menjalankan mobilnya kembali meninggalkan perkarangan rumah sakit.


"Kau lihat itu? Hana kembali turun dari mobil Dokter Dika. Bahkan dia turun di depan lobby rumah sakit." Ucap seorang wanita yang sejak kemarin memperhatika Hana.


"Kau benar. Sepertinya hubungan di antara mereka sudah sangat dekat hingga Dokter Dika mau mengantarkannya di depan lobby." Balas teman wanitanya.


Tangan wanita itu nampak terkepal dan wajahnya mulai memerah. "Ini tidak bisa dibiarkan. Aku yang sejak dulu mengincar Dokter Dika dan selalu berusaha mendekatinya namun tidak menghasilkan apa pun. Sedangkan wanita itu dengan mudahnya mendapatkan hati Dokter Dika." geramnya.


"Apa kau ingin melakukan sesuatu sebagai bentuk teguran pada wanita itu?" Bisik teman wanitanya.


"Ya. Aku akan memberikan pelajaran untuknya hari ini." Balasnya dengan tersenyum licik.


***


Lanjut? Mana ini penunggu setia Hana dan Dika🤗