
Jarum jam terus berputar ke arah kanan tiada henti. Hari-hari pun berlalu berganti bulan, bulan berganti tahun. Perjalanan cinta Hana dan Dika pun terus berlanjut hingga tanpa terasa mereka sudah menjalani hubungan hingga tiga tahun lamanya.
Hadirnya Hana di hidup Dika benar-benar merubah hari-hari Dika menjadi lebih bewarna. Begitu pula dengan Hana, rasa kesepiannya di malam hari karena sering ditinggalkan kedua orang pun mulai lenyap karena ada Dika yang selalu menemaninya walau hanya lewat via telefon hingga ia terlelap.
Hari ini adalah hari yang membahagiakan Hana karena hari ini ia sudah berhasil menyandang gelar sarjana kedokteran menyusul Dika yang sudah lebih dulu mendapatkan gelarnya.
Setelah dari siang hingga sore hari ia menghabiskan waktunya merayakan keberhasilannya menyandang gelar sarjana, Hana pun pulang ke rumahnya dengan senyuman yang tak surut di wajahnya. Bagaimana tidak, banyaknya hadiah yang ia dapatkan dari teman-temannya terlebih hadiah spesial dari Dika sebuah bentuk cincin sebagai tanda keseriusan Dika padanya benar-benar membuat hati Hana berbunga-bunga.
Senyuman yang terkembang di wajah Hana ternyata tak bertahan lama saat ia masuk ke dalam rumahnya. Senyuman itu surut seketika saat melihat Mamanya tengah mengangis duduk di atas sofa.
"Mama... Mama sudah pulang?" Hana mendekat ke arah Mamanya. "Kenapa Mama menangis?" Tanya Hana dengan wajah bingungnya.
"Hana..." Mama Rita memeluk tubuh Hana erat. "Hana... Papa... Papa Hana..." Mama semakin menangis dengan kencang.
"Papa kenapa, Ma?" Wajah Hana mulai cemas.
"Pa-papa meninggalkan kita demi wanita selingkuhannya..." ucap Mama Rita dengan terbata.
"Apa?" Kedua mata Hana membola. "Apa maksud Mama? Papa meninggalkan kita? Se-selingkuhan? Mama jangan bercanda!" Hana menggelengkan kepalanya tak percaya. Bagaimana tidak, selama ini kedua orang tuanya terlihat baik-baik saja walau mereka sering meninggalkannya dengan alasan menemani neneknya di rumahnya.
"Apa maksudnya ini, Mama? Papa selingkuh? Selingkuh dengan siapa? Bukannya selama ini Mama dan Papa baik-baik saja?" Hana kembali menggeleng. Memperlihatkan jika ia benar-benar tidak percaya. "Mama dan Papa bahkan sering pergi menginap di rumah Nenek." Lanjutnya kemudian.
"Maafkan Mama, Hana... selama ini Mama dan Papa sering pergi bukan ke rumah Nenek seperti yang kau pikirkan, tapi Mama dan Papa pergi ke sebuah tempat untuk menyelesaikan permasalahan yang Papa kamu perbuat. Papa telah berselingkuh di belakang Mama sejak empat tahun belakangan ini." Mama Rita tak dapat menahan laju air matanya yang semakin deras mengingat pengkhianatan suaminya.
"Selama ini Mama dan Papa pergi meninggalkan kamu karena Mama tidak ingin menunjukkan permasalahan yang sedang kami hadapi di depan kamu, Hana. Mama tidak ingin menunjukkan pertengkaran kami. Sudah empat tahun ini Mama selalu berusaha mempertahankan Papa untuk tetap bersama kita, namun usaha Mama sia-sia karena Papa lebih memilih wanita selingkuhannya bahkan kini mereka telah menikah."
"A-apa?" Jantung Hana berdetak begitu cepat. "Ini tidak mungkin... Mama bercanda kan?!" Mengguncang tubuh Mamanya pelan. "Papa tidak mungkin berselingkuh! Papa pria yang setia, Papa tidak mungkin meninggalkan kita demi selingkuhannya!" Hana menggeleng tak percaya. Namun kepercayaannya surut begitu saja saat Mama Rita menunjukkan sebuah foto yang memperlihatnya saat Papanya duduk bersanding dengan wanita lain dalam acara pernikahan barunya.
***
Hai semua... sebentar lagi kita akan masuk ke babak ke dua kisah Hana dan Dika, ya. Untuk lanjut ke bab berikutnya, ayo berikan dukungan teman-teman dulu yuk dengan cara like, komen dan votenya. Teman-teman juga bisa memberikan gift dalam bentuk poin loh🌹
Untuk teman-teman yang selalu mendukung karya SHy, SHy ucapkan terimakasih banyak🌹
Berhubung kita sudah memasuki bulan suci ramadhan, SHy mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Selamat menjalankan ibadah puasa buat teman-teman yang menjalankannya🌹