Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Apa yang sedang kau pikirkan?


Di balkon kamarnya malam itu, Kyara nampak termenung sambil menatap lurus ke depan. Pandangan ibu dua anak itu nampak kosong dan entah apa yang membuatnya bersikap tidak seperti biasanya itu.


"Kau sedang memikirkan apa?" Suara Gerry yang terdengar tiba-tiba membuat lamunan Kyara terputus.


Kyara menoleh. Menatap sebal pada suaminya yang kini sedang memeluk tubuhnya dari belakang. "Kau mengacaukan lamunanku, Gerry." Gerutunya. Padahal sejak tadi ia sedang asik memikirkan sesuatu yang sejak lama mengganggu pemikirannya.


"Apa yang sedang mengganggu pemikiranmu, hem?" Tanya Gerry. Mengusap-usap wajahnya di pundak Kyara.


Kyara merasa kegelian. Namun ia membiarkan Gerry melakukan apa yang ia inginkan. "Tidak ada. Aku tidak memikirkan apa-apa dan tidak ada yang mengganggu pemikiranku." Jawabnya berbohong.


Gerry memutar tubuh Kyara hingga kini menatap padanya. "Sejak kapan kau pandai berkilah seperti ini?" Cibir Gerry.


Kyara tersenyum kaku. "Apa kau tahu aku sedang berbohong?" Tanyanya polos.


Gerry tertawa mendengarnya. "Tentu saja. Kau adalah wanita yang sangat sulit untuk berbohong, Sayang." Balasnya.


Kyara melepas tangan Gerry yang kini berada di pinggangnya. "Nafasku sesak." Ucapnya.


Gerry membiarkan Kyara melepaskan pelukannya. "Jadi?" Tanyanya.


Kyara menghela nafasnya sesaat. Pandangannya kembali menatap lurus ke depan seolah ada sesuatu yang menarik perhatiannya di sana. "Apa kau sudah memastikan Rachel tidak terbangun dari tidurnya?" Tanya Kyara mengingat Gerry baru saja kembali dari kamar kedua anaknya.


"Sudah. Jangan mengalihkan pembicaraan, Sayang." Ucap Gerry. Kembali memeluk tubuh Kyara dari belakang.


"Aku tidak mengalihkan. Hanya saja memastikan Rachel nyaman dalam tidurnya." Tegas Kyara.


"Baiklah, baiklah. Jadi katakan apa yang mengganggu pemikiranmu?" Tanya Gerry lembut.


"Lepaskan dulu tanganmu. Tubuhku terasa sesak." Ucap Kyara.


Gerry mendengus lalu melepaskan pelukannya di tubuh Kyara. "Sudah." Ucapnya kemudian.


Kyara memiringkan sedikit tubuhnya hingga kini ia dapat melihat wajah penasaran Gerry.


"Bagaimana pendapatmu tentang perjodohan Rey dan Flo?" Tanya Kyara.


Kening Gerry mengkerut. "Perjodohan Rey dan Flo? Memangnya ada apa?" Tanya Gerry bingung.


"Aku hanya bertanya saja. Bagaimana pendapatmu tentang perjodohan anak kita dan anak Rania." Jawab Kyara.


"Aku tidak bisa memberi tanggapan terlalu jauh karena itu adalah rencamu dan Rania. Walau aku tahu kau memberikan Rey hak untuk memilih jodohnya sendiri, namun tetap saja kau mendukung permintaan Rania."


"Jadi bagaimana pendapatmu?" Tanya Kyara lagi.


"Jika saat dewasa nanti anak-anak kita saling suka tidak masalah. Namun bagaimana jika sebaliknya. Bisa saja baik Rey maupun Flo menemukan tambatan hati mereka masing-masing namun mereka takut untuk melanjutkan perasaan mereka karena terikat perjodohan ini." Tutur Gerry.


Kyara terdiam sesaat. "Apa yang kau rasakan saat dijodohkan denganku dulu?" Tanya Kyara mengungkit masa lalu.


"Kenapa jadi aku?" Tanya Gerry tak suka.


"Ya, aku hanya ingin tau perasaanmu saat kita dijodohkan dulu." Ucap Kyara.


Gerry menatap tak suka wajah Kyara yang begitu penasaran dengan jawabannya. "Aku tidak ingin menjawabnya." Ucapnya kesal.


"Tapi aku ingin tahu perasaanmu waktu itu, Gerry. Kau pasti merasa kesal pada Kakek karena telah mengatur wanita masa depanmu bukan?" Desak Kyara.


"Aku tidak ingin membahasnya, Sayang." Gerry mengalihkan pandangannya ke arah lain. Yang benar saja. Jika jawabannya sedikit salah bisa saja rencananya yang ingin mendaki gunung malam ini batal sudah.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.