Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Ada apa dengannya?


Walau sudah banyak desakan yang Kyara berikan agar Gerry menjawab pertanyaannya namun Gerry tetap teguh pada pendiriannya tidak ingin menjawab pertanyaan Kyara yang akan berakhir menjerumuskannya. Dan yang sudah dapat ia pastikan niatnya yang ingin mendaki gunung malam ini bersama Kyara batal sudah. Sebagai pria licik Gerry tidak ingin niatnya sampai batal sudah.


Akhirnya malam itu Kyara menelan kekecewaan karena tidak mendapatkan jawaban yang ia harapkan. Justru ia mendapatkan kejutan tiba-tiba saat Gerry mengangkat tubuhnya begitu saja dan membawanya masuk ke dalam kamar. Melihat tatapan tak biasa suaminya membuat Kyara dapat menebak apa akhir dari aksi gendong-gendongan Gerry saat ini.


"Kau ini selalu saja suka seenaknya!" Cetus Kyara saat Gerry hendak menurunkan tubuhnya di atas ranjang.


Gerry terkekeh lalu melanjutkan niatnya yang sempat tertunda akibat berdebat dengan Kyara.


"Ingat jangan sampai Rachel memiliki adik!" Titah Kyara saat Gerry hendak memulai aksi intinya.


"Aman, Sayang." Balas Gerry lalu mulai membuat Kyara terbuai akan aksi panasnya.


*


Karena pekerjaannya hari itu sudah selesai lebih cepat akhirnya siang itu Dika memutuskan untuk pulang lebih awal. Entah mengapa sejak pagi ia begitu merindukan istri dan kedua buah hatinya setelah beberapa hari ini ia begitu disibukkan dengan profesinya sebagai seorang dokter dan pemimpin perusahaan.


Dika mengendarai mobil sport bewarna merah miliknya dengan kecepatan sedang membelah keramaian jalan di siang hari. Mobil pun terus melaju hingga harus terhenti saat rambu lalu lintas menunjukkan lampu merah.


"Agh, di saat seperti ini aku harus bersabar untuk cepat sampai di rumah." Decak Dika.


Sebuah mobil bewarna hitam yang berhenti di samping mobilnya tak membuat perhatian Dika teralihkan. Hingga saat seorang penjual tisu menawarkan jualannya kepadanya dan Dika membelinya membuat perhatian Dika teralihkan pada sosok yang ada di dalam mobil bewarna hitam yang kini tengah menangis.


"Liza?" Gumam Dika tertahan. Dika terus memperhatikan wajah Liza yang nampak basah dan sosok bertubuh besar di sampingnya tengah menatap lurus ke depan dengan tatapan tajam. "Dengan siapa dia?" Tanya Dika. Perhatian Dika pun harus terputus saat mobil di belakang mobilnya memberi peringatan untuk jalan.


Mobil hitam yang membawa Liza pun melaju kencang hingga lenyap begitu saja dari pandangan Dika.


Senyuman di wajah Dika pun terkembang saat mobil sudah berada tepat di depan rumahnya ia sudah disambut dengan senyuman Alana yang sedang bermain boneka di teras rumah mereka.


"Daddy! Daddy! Daddy sudah pulang!" Alana tertawa-tawa menatap Dika yang berjalan tergesa-gesa ke arahnya.


"Hallo, Sayang..." Dika mengangkat tubuh Alana lalu memberikan ciuman cukup lama di kedua pipi gembul Alana.


"Ehehe..." Alana tertawa-tawa.


"Alan... ayo makan dulu." Suara Hana yang terdengar cukup keras membuat perhatian Dika teralihkan ke dalam rumah. Di dalam rumah Hana terlihat kerepotan mengejar Alan yang terus berjalan sambil memegang remot mobil-mobilannya.


"Kakak nackal." Ucap Alana sambil menunjuk Alan dengan jari telunjuknya.


Dika mengusap gemas rambut putrinya lalu melangkah masuk ke dalam rumah.


"Daddy...!!" Melihat kedatangan Dika membuat Alan melepar remot mobilnya begitu saja dan segera berlari ke arah Dika lalu memeluk erat sebelah kaki Dika.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.