Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Extra part (Kau menyukai Kakakku?)


"Kami tidak berisik. Kakak saja yang terlalu banyak diam." Cibir Rachel.


Rey pun memilih diam dan tak menanggapi ucapan adiknya yang hanya akan berujung perdebatan panjang.


"Sudahlah, ayo kita berangkat." Ajak Gerry memutus perdebatan kecil di antara anak-anaknya.


"Baik, Pah." Balas Rey dan Rachel bersamaan.


"Ayo, Mama akan mengantarkan ke depan." Ucap Kyara.


"Ayo, Mah." Balas Rachel dengan manja.


Kyara tersenyum mendengarnya lalu memegang salah satu tangan Rachel untuk ia genggam.


"Ingat jangan menyusahkan Tante Vara saat berada di rumahnya nanti." Ucap Kyara memberikan pesan pada putrinya sebelum masuk ke dalam mobil.


"Rachel tidak janji, Mah." Balas Rachel.


Kyara menghela nafasnya lalu mengusap rambut putrinya.


"Dadah, Mamah!" Ucap Rachel.


Kyara mengangguk lalu mengecup kening putrinya. Rachel pun segera masuk ke dalam mobil setelah mendapatkan ciuman singkat dari Kyara di keningnya.


"Sayang, aku dan anak-anak jalan dulu." Ucap Gerry.


"Pergilah dan hati-hati di jalan." Ucap Kyara lembut.


Gerry mengangguk mengiyakan lalu memberikan ciuman cukup lama di kening Kyara. Setelahnya ia pun turut masuk ke dalam mobil. Mobil pun mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah dengan diiringi lambaian tangan Kyara.


"Papah, apa kita akan menjemput Flo seperti kemarin?" Tanya Rachel.


Gerry menoleh ke belakang pada putrinya lalu menggeleng. "Tidak. Om William yang akan mengantarkan Flo berangkat sekolah pagi ini." Jawab Gerry.


"Oh..." Rachel mengangguk-angguk sebagai jawaban dan memilih diam selama perjalanan menuju sekolahnya. Rey yang duduk di sebelahnya pun turut diam menikmati perjalan menuju sekolah seraya menatap padatnya jalanan kota di pagi hari.


"Papah cium ini." Ucap Rachel yang baru turun dari dalam mobil sambil menunjuk pipi kanannya.


Gerry tersenyum melihatnya lalu memberikan apa Rachel inginkan. "Apa Rey ingin dicium juga?" Tanya Gerry dengan nada menggoda.


Rey memilih diam dan menolehkan wajahnya ke samping tanda penolakan atas tawaran Gerry. Melihat reaksi putranya membuat Gerry melipat bibirnya untuk menahan senyumannya. Gerry pun memilih mengusap kepala Rey sebelum Rey masuk ke dalam gerbang sekolah.


"Hai Kak Rey... hai Rachel..." sapaan suara lembut dari seorang wanita yang sejak tadi menunggu kedatangan mereka membuat Rey dan Rachel menatap ke sumber suara.


"Hai Flo." Balas Rachel dengan tersenyum. Sedangkan Rey memilih menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Apa kau menunggu kedatangan kami di sini?" Tanya Rachel.


Flo mengangguk sebagai jawaban. "Seperti yang kau pikirkan." Balasnya jujur.


"Kau bisa menunggu kedatanganku di kelas saja, Flo." Ucap Rachel.


"Aku juga ingin menunggu kedatangan Kak Rey." Jawab Flower.


"Oh..." Rachel mengangguk saja mendengar jawaban Flower.


Rachel dan Flower pun berjalan mengikuti Rey yang sudah berjalan lebih dulu dari mereka.


"Flower... kenapa kau tersenyum menatap punggung Kakakku?" Tanya Rachel dengan wajah bingung menatap Flower yang sejak tadi tersenyum menatap punggung Rey.


Senyuman di wajah Flower seketika luntur. "Apa aku tidak boleh tersenyum melihat Kakakmu?" Tanya Flower kembali.


"Boleh saja. Namun itu sangat menggelikan di mataku. Bagaimana kau bisa tersenyum melihat punggung Kakakku? Apa kau menyukai Kakakku?" Tanya Rachel dengan tatapan menyelidik.


"Bu-bukan begitu." Balas Flower tergagap. Flower pun memilih mempercepat langkahnya agar Rachel tidak lagi banyak bertanya kepadanya.


"Sepertinya Flower menyukai Kak Rey." Ucap Rachel sambil menatap Flower yang sudah berjalan jauh di depannya.


***