Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Takdir yang menyatukan kita


"Jangan bilang jika Dokter Dika adalah—"


"Ya. Dika adalah pria yang aku cintai selama ini." Potong Hana.


"Apa?" Arka semakin dibuat menggeleng tak percaya. "Bukankah kau mengatakan jika dia pasti sangat membencimu setelah apa yang kau lakukan waktu itu? Dan bagaimana bisa saat ini kau dan dia bersatu dalam ikatan pernikahan?" Tanya Arka.


"Ya. Namun takdir begitu lucu mempersatukan kami kembali. Aku tidak bisa menjelaskan secara detail awal mula penyebab pernikahan kami terjadi. Yang terpenting saat ini Dika sudah menjadi suamiku walau mungkin rasa benci itu masih tersimpan di hatinya."


"Dokter Arka..." seseorang memanggil nama Arka membuat perhatian Arka teralihkan ke sumber suara.


"Ada apa suster?" Tanya Arka pada suster yang memanggil namanya.


"Ada pasien Dokter yang ingin menemui Dokter Arka. Dan saat ini dia sudah berada di dalam ruangan Dokter."


"Baiklah. Saya akan segera ke ruangan saya." Balas Arka.


Suster itu mengangguk lalu berpamitan pergi dari hadapan Arka.


"Hana, aku harus kembali ke ruanganku lebih dulu. Pembicaraan ini bisa kita lanjutkan di lain waktu bukan?" Tanya Arka.


Hana menganggguk. "Lain kali aku akan kembali bercerita jika waktu memungkinkan." Balas Hana.


"Baiklah. Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Arka dan Hana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Setelah kepergian Arka, Hana menghembuskan nafas bebas di udara. Hatinya kini terasa lega saat bibirnya mampu berucap tentang fakta yang ada jika ia dan Dika adalah sepasang suami istri.


"Dokter Hana..." Suara Fitri yang terdengar dari belakang tubuhnya membuat Hana terkejut seraya mengelus dadanya.


"Fitri? Sedang apa kau di sini?" Tanya Hana dengan kening mengkerut.


"Apa?" Kedua mata Hana membola. "Apa kau mendengarkan semua yang aku katakan pada Dokter Arka?" Selidik Hana.


Fitri menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Saya cukup jelas mendengarnya, Dokter. Ternyata dugaan saya selama ini benar jika Dokter Hana adalah istri dari Dokter Dika." Ucap Fitri.


"Apa? Jadi selama ini kau sudah curiga kepadaku?" Tanya Hana.


Fitri mengangguk cepat. "Sejak pertama kali saya melihat Dokter keluar dari dalam mobil Dokter Dika, saya sudah dibuat penasaran ada hubungan apa Dokter dan Dokter Dika. Saya pun menebak jika Dokter adalah istri dari Dokter Dika mengingat waktu pernikahan Dokter Dika digelar, Dokter Hana juga tidak masuk bekerja. Dan ternyata dugaan saya itu benar." Terang Fitri panjang lebar.


Hana menarik nafas sesaat. "Bisakah kau merahasiakan pernikahanku dan Dokter Dika dari orang lain?" Pinta Hana.


Fitri menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Saya pastikan mulut saya akan terkunci rapat untuk merahasiakan pernikahan Dokter." Balas Fitri.


Hana tersenyum lega mendengarnya. "Terimakasih, Fitri. Saya pasti akan memberitahu pernikahan kami di saat yang tepat. Untuk saat ini biarlah semua berjalan apa adanya." Ucap Hana.


"Saya sungguh tidak percaya jika Dokter Dika adalah cinta pertama anda, Dokter. Bisakah anda menceritakan awal mula pertemuan anda dan Dokter Dika?" Pinta Fitri penuh harap.


"Sayang sekali saya tidak berminat untuk menceritakannya. Karena sebentar lagi ada pasien yang harus saya periksa." Balas Hana.


Wajah Fitri berubah masam. "Tidak asik sekali." Gerutunya.


Hana tertawa kecil. Kakinya pun mulai melangkah meninggalkan taman diikuti Fitri. Di setiap langkahnya Hana terlihat menahan senyumannya saat ingatannya berputar pada kejadian beberapa tahun lalu tentang bagaimana pertemuan pertamanya dan Dika yang berkesan buruk.


***


Lanjut? berikan vote, like dan komennya dulu yuk☺️


Jangan lupa follow IG SHy ya : @shy1210_ untuk mengetahui informasi update☺️