
Kedatangan Hana dan Dika di rumah Gerry sore itu disambut dengan gembira oleh Rania yang sudah lebih dulu datang ke rumah Kyara. Pun dengan Kyara yang baru saja datang dari dapur dengan membawa kotak cemilan di tangannya.
"Hana... Dika... kalian sudah datang?" Kyara memberikan senyuman manisnya pada Hana dan Dika. Meletakkan kotak cemilan di tangannya di atas meja lalu mendekat ke arah Hana.
"Aku sangat merindukanmu." Ucap Kyara lalu memeluk tubuh Hana dengan erat.
Hana tersenyum mendengarnya. "Begitu pun dengan aku." Balas Hana kemudian.
"Ayo duduk dulu Hana, Dika." Ucap Kyara dengan tersenyum.
Hana dan Dika mengangguk sebagai jawaban lalu duduk di sofa yang masih kosong.
"Rania, Kyara, dimana bayi-bayi kalian?" Tanya Hana saat menyadari tidak ada kehadiran ketiga bayi mungil di sekitar mereka.
"Bayi-bayi kami sedang berada di taman belakang bersama Gerry dan William." Balas Rania.
"Oh seperti itu... padahal aku sudah sangat merindukan ketiga bayi mungil itu." Ucap Hana.
"Dika, Hana, kalian sudah datang?" Suara Gerry yang terdengar dari arah belakang mereka membuat perhatian Dika dan Hana teralihkan ke sumber suara.
"Nah itu bayi-bayi kami." Ucap Rania menunjuk bayinya dan Kyara.
Hana pun sontak berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah Gerry yang kini tengah menggendong Baby Rachel.
"Hai cantik Aunty..." Hana mengelus gemas pipi gembul Baby Rachel. Seolah paham jika dirinya baru saja dipuji, bayi mungil yang baru berumur enam bulan itu pun tertawa. "Oh astaga... ini sungguh menggemaskan." Hana memberikan ciuman singkat di pipi Baby Rachel.
"Ehe." Baby Rachel tertawa geli mendapat ciuman dari Hana.
Hana pun turut tertawa mendengarnya. Perhatiannya pun teralihkan pada William yang tengah menggendong Baby Flower. "Hai Baby Flo..." Hana turut menyapa Baby Flo lalu memberikan ciuman di kedua pipinya. "Bayi-bayi kalian sungguh menggemaskan hingga membuatku tidak tahan untuk menggigitnya." Seloroh Hana sambil memasang wajah gemasnya.
"Tentu saja bayi-bayi kami menggemaskan. Kau lihat saja pabrik pembuatannya yang unggul." Seloroh William.
Hana tertawa kecil mendengarnya. "Oh ya, dimana Baby Rey?" Tanya Hana.
"Rey masih bermain di taman bersama susternya." Balas Gerry.
"Oh seperti itu..."
"Ayo kita duduk dulu." Ajak Gerry yang diangguki oleh Hana dan William.
"Dika, apa kau tidak ingin memuji kecantikan bayi-bayi kami?" Tanya William pada Dika yang kini tengah menatap Flower dengan tersenyum tipis.
"Tidak." Balas Dika dengan singkat.
William mendengus. "Kau ini sungguh tidak asik sekali." Sungutnya.
Dika hanya diam namun tidak mengalihkan tatapannya dari Baby Flo yang tengah mengisap jari-jarinya.
"Oh iya Gerry, ada tujuan apa kau mengajakku dan Dika menginap di sini? Jangan bilang jika saat ini Kyara tengah mengandung kembali dan ini adalah permintaan ngidammu seperti satu tahun lalu?" Selidik Hana.
"Haha.." Gerry tertawa mendengar ucapan Hana. "Tidak seperti itu. Saat ini Kyara tidak sedang mengandung dan niatku mengajakmu menginap di sini karena ini adalah permintaan Kyara yang sangat merindukanmu dan Rania." Terang Gerry.
Hana pun sontak menatap pada Kyara. "Apa benar begitu, Kya?" Tanya Hana.
Kyara mengangguk membenarkan. "Ya, aku sangat merindukanmu dan Rania. Dan aku ingin malam ini kita tidur bersama sambil menjaga Rachel dan Flower." Ucap Kyara.
***
Jangan lupa berikan vote, like dan komennya sebelum lanjut ke bab berikutnya☺️
Jangan lupa follow IG SHy ya : @shy1210_ untuk mengetahui informasi update☺️