
Setelah mengganti pakaian Hana, Amel pun keluar dari kamar untuk menemui Dika.
"Kenapa Dika belum keluar juga dari dalam kamarnya." Wajah Amel nampak gelisah. Memperhatikan jam yang menggantung di dinding apartemen sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Ceklek
Pintu kamar Dika pun terbuka. Melihat Dika keluar dari dalam kamarnya, Amel pun segera menghampiri Dika.
"Ada apa?" Tanya Dika melihat wajah gelisah Amel.
"Dika, aku harus pulang sekarang juga. Adikku masih kecil dan sendirian di rumah."
"Lalu?" Tanya Dika dengan kening mengkerut.
"Bagaimana dengan Hana? Rencana dia akan tidur di rumahku malam ini. Namun keadaannya seperti saat ini tidak mungkin untuk dibawa berjalan kembali." Ucap Amel semakin gelisah.
"Lalu apa maksudmu? Kau ingin meninggalkan Hana di sini?" tanya Dika.
Walau pun ragu, Amel pun mengangguk. "Sekarang Hana sedang tidur. Dia pasti akan terganggu jika kau berniat membawanya ke rumahku."
"Kau percaya meninggalkan dia di apartemenku?" Tanya Dika.
"Aku percaya. Lagi pula kau tidak mungkin melakukan hal di luar batas dengan sahabatku. Aku juga tidak bisa menjaga Hana di sini karena adikku juga membutuhkanku." Terang Amel. Amel pun kembali menatap pada jam dinding di apartemen Dika. "Aku mohon bantuanmu untuk menjaga Hana malam ini saja. Besok pagi aku akan kembali menjemputnya." Pinta Amel kemudian.
Setelah memikirkan perkataan Amel, Dika pun akhirnya mengiyakan agar Hana menginap di apartemennya malam ini.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Kabari aku jika ada apa-apa pada Hana." Pamit Amel mengakhiri percakapan mereka.
*
Setelah kepulangan Amel, Dika pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tamu yang biasanya digunakan oleh sahabatnya jika menginap di apartemennya.
"Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat sangat takut sekali?" Gumam Dika bertanya-tanya. Merasa cukup melihat kondisi Hana dan memastikan Hana nyaman dalam tidurnya, Dika pun keluar dari dalam kamar tamu menuju kamarnya.
*
Mentari pagi semakin bersinar menyinari bumi. Hana yang masih nyaman bergulung didalam selimutnya, merasa terganggu saat mendengar suara ketukan pintu secara berulang dari luar kamar.
"Eugh..." Hana melenguh. Menyibakkan selimut yang menutupi wajahnya lalu memperhatikan sekitarnya.
"Aaaa.... dimana aku?" Hana memekik ketakutan lalu melompat dari atas ranjang.
Ceklek
Mendengar suara pekikan Hana, Dika yang menunggu di depan pintu pun segera masuk ke dalam kamar tanpa menunggu Hana mempersilahkannya untuk masuk.
"Dika...!!" Hana memundurkan langkahnya. Kembali memperhatikan sekitarnya dengan tatapan takut.
"Dimana aku?" Tanya Hana kemudian setelah tubuhnya membentur dinding kamar.
"Kau ada di apartemenku." Balas Dika dengan datar. Pandangan Dika tertuju pada wajah Hana yang sudah nampak tidak pucat lagi seperti tadi malam.
"Di apartemenmu?!" Hana kembali memekik. Ia benar-benar melupakan kejadian yang menimpanya tadi malam.
"Tercebur di dalam kolam renang ternyata bisa membuat kau hilang ingatan?" Ucap Dika tanpa ekspresi.
"Te-tercebur di kolam renang?" Hana tergagap. Ingatannya pun kembali berputar pada kejadian tadi malam yang menimpanya.
***
Lanjut? Berikan dukungannya dulu yuk dengan cara like, vote dan komennya🌹