Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Kau akan menyesal


"Sebenarnya kita ingin kemana Dika? Bukankah kau ingin menjawabnya saat kita sudah berada di perjalanan?" Tanya Hana sedikit mendesak.


"Ehe... boom..." suara Alana yang terdengar cukup keras sambil menatap ke arah mobil yang sedang berlalu lalang membuat Dika tak langsung menjawab pertanyaa Hana.


"Iya, mobil... banyak mobil ya di sini?" Tangan Hana mengusap-usap kepala putrinya. Pandangannya pun kembali beralih pada Dika. "Jadi?" Desaknya.


"Maaf. Tapi aku akan menjawabnya nanti." Ucap Dika tanpa menatap pada Hana. Menurutnya menjawab pertanyaan Hana saat ini bukanlah hal yang tepat karena bisa saja Hana menolak dan meminta untuk dipulangkan kembali.


Hana menatap ke arah pintu mobil. Wajahnya nampak begitu kesal karena merasa dipermainkan oleh suaminya. Kekesalan Hana pun terus berlanjut hingga mereka sampai di pelantaran rumah sakit. Saat menyadari dimana saat ini mereka berada, Hana menatap kembali ke arah Dika yang kini tengah menatapnya dengan tatapan tak terbaca.


"Ayo kita turun." Ajaknya lembut.


"Kenapa kita ada di sini?" Tanya Hana dengan kening mengkerut.


Dika tersenyum tanpa membalas ucapan Hana. "Ayo turun." Ajaknya lagi sambil menggeleng seolah belum bisa menjawab pertanyaan Hana.


Hana menghela nafasnya lalu mengangguk sebagai jawaban.


"Daddy..." kedua tanyan Alan terulur saat Dika membuka pintu belakang mobilnya. Dika tersenyum lalu mengangkat tubuh putranya.


"Dika..." perasaan Hana dibuat tidak enak saat melihat seseorang yang cukup dikenalinya masuk ke dalam rumah sakit sambil menangis.


Dika menatap ke arah yang sedang ditatap Hana.


"Katakan ada apa ini?" Tanya Hana menuntut jawaban.


"Kau akan mengetahuinya saat kau masuk ke dalam rumah sakit." Ucap Dika dengan wajah serius. "Ayo kita masuk." Ajak Dika.


Hana memilih diam lalu mengikuti langkah Dika masuk ke dalam rumah sakit sambil menggendong Alana.


Kenapa Dika membawaku ke arah sini? Ucap Hana dalam hati.


Saat sudah hampir dekat dengan ruangan pemeriksaan, Hana menghentikan langkahnya saat melihat sosok yang dikenalinya tadi sedang menangis di depan ruangan bersama seorang wanita paruh baya yang juga sangat ia kenali siapa mereka.


Mendengar suara Hana membuat kedua wanita yang sedang berpelukan sambil menangis itu menatap ke sumber suara.


"Ha-hana..." ucap mereka hampir bersamaan.


"Di-dika..." Hana tak memperdulikan tatapan mereka dan lebih memilih menuntut jawaban dari Dika.


"Daddy..." Alan dan Alana yang merasa takut mendengar suara Hana pun ikut bersuara.


"Papamu mengalami kecelakaan dan sedang ditangani di dalam sana." Ucap Dika pada akhirnya.


Deg


Jantung Hana seakan berhenti berdetak saat mendengar ucapan mengejutkan dari Dika. Tubuh Hana pun mulai bergetar saat pemikirannya terasa buntu memikirkan apa yang terjadi pada Papanya saat ini.


"Kau ingin kemana?" Dika menahan pergelangan tangan Hana saat Hana hendak berjalan.


"Aku ingin pergi!" Ucap Hana tanpa menatap Dika. Mendengar tangisan dua wanita yang telah menghancurkan keluarganya beberapa tahun yang lalu membuat Hana dapat mengambil kesimpulan jika keadaan papanya saat ini tidak baik-baik saja.


"Jangan pergi atau kau akan menyesal." Ucap Dika.


"Aku tidak akan menyesalinya. Sekarang lepaskan aku!" Ucap Hana berusaha melepas tangan Dika dengan kuat hingga membuat Baby Alana yang berada di gendongannya menangis.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.