Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Terasa kosong


"Benarkah begitu? Agh, ini sungguh menyenangkan." Ucap Hana dengan mata berbinar.


"Kau benar, Hana. Ini sungguh menyenangkan." Timpal Rania dengan tak kalah berbinar.


Kyara tersenyum karena Hana dan Rania nampak senang dengan rencananya malam ini. Namun di balik kebahagiaan Hana, Kyara dan Rania, Gerry, Dika dan William justru menunjukkan ekspresi sebaliknya. Ketiga pria itu nampak tidak setuju dengan keputusan istri mereka yang akan tidur bersama malam ini. Karena itu berarti mereka akan tidur sendirian tanpa ada sosok yang selalu menghangatkan di samping mereka.


"Sayang... bukankah kau hanya meminta membawa Rania dan Hana datang kemari tanpa meminta mereka tidur bersamamu dan Rachel nantinya?" Ucap Gerry memasang wajah protesnya.


"Ya. Tapi aku berubah pikiran. Aku juga ingin tidur bersama kedua sahabatku malam ini. Apa boleh?" Tanya Kyara memasang wajah penuh harapnya.


Melihat wajah istrinya yang terlihat penuh harap dan menggemaskan di matanya membuat Gerry tanpa sadar menganggukkan kepalanya. William dan Dika pun sontak melebarkan kedua matanya melihat jawaban secara tidak langsung dari Gerry. Ingin sekali mereka melempar Gerry saat ini ke lubang buaya agar menjadi santapan lezat para buaya darat di sana.


Pembicaraan mereka terputus dengan kehadiran Rey yang datang dengan wajah datar dan dinginnya. Tidak berbeda jauh dari wajah Dika.


"Hai, Rey. Kau sungguh tampan sekali." Ucap Hana menatap terpesona pada Rey.


"Dia memang tampan, Hana. Tapi apa kau tidak lihat di balik ke tampanannya tersimpan kedinginan dan kekakuan di sana." Timpal Rania.


Mendengar ucapan Rania membuat Hana sontak menatap penuh wajah Rey. Beberapa saat kemudian Hana melipat bibirnya saat melihat wajah Rey yang tidak berbeda jauh dengan Dika yang dingin dan kaku saat berada di dekatnya.


"Apa kau ingin menyamakan Rey dengan suamimu, Hana?" Tanya Rania tanpa sadar saat melihat ekspresi wajah Hana.


Rania tertawa kecil. "Tapi yang aku katakan itu benar, Kak. Rey memiliki sedikit kesamaan dengan Dika."


Gerry mendengus lalu menggelengkan kepalanya. Namun dari relung hatinya tidak dapat berbohong jika Baby Rey memang memiliki sedikit kesamaan dengan Dika.


Pembicaraan mereka sore itu terhenti saat Hana berpamitan untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu karena tubuhnya sudah terasa gerah akibat bekerja seharian. Begitu pin dengan Dika yang turut berpamitan ingin membersihkan diri mengikuti Hana.


*


Saat tengah malam tiba, Dika terlihat tidak bisa memejamkan kedua matanya saat merasa ada yang kosong di sekitarnya. Dika mendesah-kan nafas kasar di udara saat menyadari apa yang terasa kosong di sekitarnya saat ini. Apa lagi jika bukan kehadiran istrinya di sisinya. Istri yang hampir setiap malam belakangan ini selalu menjadi penghangat tubuhnya di kala dinginnya malam.


"Sedang apa dia saat ini?" gumam Dika saat membayangkan wajah cantik istrinya. Tidak lama ingatan Dika pun tertuju pada permintaan Mamanya yang memintanya untuk bersikap lebih hangat pada Hana atau ia akan menyesal nantinya.


"Kenapa Mama berkata seperti itu?" Dika selalu dibuat bertanya-tanya dengan ucapana Mamanya yang dapat ia tangkap penuh maksud. Namun setiap ia berusaha menanyakan maksud ucapan Mamanya, Mama Puspa hanya berkata turuti saja perintahnya karena itu adalah yang terbaik untuknya.


***


Vote dan komennya dulu ya baru lanjut lagi☺️