Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Rencana yang berhasil


"Emh itu..." Hana nampak ragu untuk bebicara.


"Tentu saja lancar!" Pungkas Dika.


Gerry terrsenyum tipis begitu pun dengan William. Entah mengapa mereka sangat senang menggoda sahabat kakunya itu.


"Wah sepertinya sebentar lagi Rey, Rachel dan Flo akan dapat teman baru." Ucap Gerry dengan tersenyum menyeringai.


"Kau benar. Ketiga bayi kita akan memiliki teman baru dari kulkas dua belas pintu dan Hana." Seloroh William.


Mendengar ucapan Gerry dan William sontak membuat wajah Hana memerah. Ia cukup paham kemana arah pembicaraan kedua sahabat suaminya itu.


"Apa kalian sudah selesai berbicara?" Tanya Dika dengan wajah dibginnya.


"Tentu saja belum. Tapi karena kau sudah bertanya terpaksa kami mengakhirinya." Balas William.


Dika mendengus. "Menyingkirlah karena aku mau lewat!" Perintah Dika.


"Kau sungguh tidak sopan sekali. Kami datang untuk menjemputmu namun begini balasanmu." William memasang wajah pura-puta bersedih.


"Dika jangan seperti itu..." lirih Hana merasa tidak enak dengan William dan Gerry.


"Sudahlah... sebaiknya sekarang kalian masuk ke dalam mobil." Ucap Gerry yang sudah tidak ingin membuat Dika semakin kesal.


Dika hanya diam namun menuruti perintah Gerry. Sedangkan Hana masih berdiam diri di tempatnya sambil menatap tidak enak pada William dan Gerry.


"Maafkan sikap Dika." Ucap Hana.


William tersenyum. "Tidak ada yang perlu dimaafkan, Hana. Sebaiknya sekarang kau segera masuk ke dalam mobil sebelum suamimu itu berteriak menyuruhku masuk ke dalam mobil." Seloroh William.


Hana tersenyum lalu mengangguk. Kemudian ia pun menyusul Dika masuk ke dalam mobil.


*


"Dika... Hana... kalian sudah pulang?" Mama Puspa terlihat berjalan tergopoh-gopoh ke arah Hana dan Dika yang baru saja memasuki rumah.


"Bagaimana liburanmu sayang? Apa menyenangkan?" Tanya Mama Puspa setelah melepas pelukannya.


Hana mengangguk seraya tersenyum. "Liburannya sangat menyenangkan, Ma." Balas Hana sedikit berbohong. Tentu saja liburannya tidak begitu menyenangkan karena Dika lebih banyak mengurungnya di dalam kamar dibandingkan jalan-jalan.


Mama Puspa ikut tersenyum. Pandangannya pun beralih pada Dika. "Dika, Mama lihat wajahmu lebih segar setelah pulang dari bulan madu." Goda Mama Puspa.


"Mama ini bicara apa?" Ucap Dika yang sudah paham arah pembicaraan Mama Puspa.


"Mama harap tidak lama setelah ini kalian akan memberikan Mama cucu." Balas Mama Puspa.


Hana tertunduk. Sedangkan Dika menantap malas pada Mamanya yang tidak berbeda jauh dengan kedua sahabatnya.


"Dika naik ke kamar dulu." Ucap Dika tidak ingin larut dalam ucapan Mamanya.


Mama Puspa mengangguk. "Pergilah. Mama ingin berbicara sebentar dengan menantu Mama ini." Balas Mama Puspa.


Dika menatap Hana yang kini tertunduk dengan jemari saling bertaut. Ia dapat melihat jika Hana tengah menahan malu mendengar ucapan Mamanya baru saja.


"Kemarikan koperku." Ucap Dika lalu mengambil alih kopernya. Setelahnya ia pun berjalan ke arah lift sambil menarik dua koper di tangannya.


Setelah kepergian Dika, Mama Puspa pun menarik tangan Hana dan membawanya duduk di ruang tengah. "Hana... coba ceritakan pada Mama bagaimana bulan madumu dengan Dika." Pinta Mama Puspa dengan mata berbinar.


"Bulan madu Hana dan Dika begitu menyenangkan. Dika membawa Hana jalan-jalan dan membelikan Hana makanan yang cukup banyak." Cerita Hana dengan polosnya.


Mama Puspa seketika menggeleng. "Bukan itu maksud Mama. Tapi..." Mama Puspa memperhatikan sekitar lalu mendekat bibirnya di kuping Hana. "Bagaimana bulan madumu dan Dika membuat cucu untuk Mama?"


***


Lanjut? berikan vote, like dan komennya dulu yuk☺️


Jangan lupa follow IG SHy ya : @shy1210_