
Beberapa minggu berlalu, Hana pun mulai menunjukkan perubahan dalam dirinya pada Dika. Setiap harinya Hana selalu mencari cara agar tak lagi bertemu dengan Dika bahkan membalas pesan dari pria yang sangat dicintainya itu.
Dika pun selalu berusaha menemui Hana di rumahnya untuk menanyakan ada apa dengan Hana, namun Hana selalu berhasil untuk tidak menemui Dika dengan membuat rumahnya seperti tidak ada orang di dalamnya dan pada akhirnya Dika selalu pulang dengan kesia-siaan.
Hari ini adalah hari mengejutkan di hidup Dika saat Hana terang-terangan datang ke kampus dengan seorang pria yang tidak ia kenal. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, Hana nampak memegang lengan pria itu sambil menyandarkan kepalanya di sana.
Dika yang melihatnya dari kejauhan pun dengan cepat menghampiri Hana. Darahnya mulai mendidih melihat bagaimana kekasih hatinya dengan terang-terangan bermesraan dengan pria lain di depan matanya bahkan di kampusnya.
"Hana! Apa-apaan ini?!" Dika menyentak tangan Hana hingga terlepas dari tangan pria yang digandengnya.
"Dika?" Hana pura-pura memasang wajah terkejut. Kehebohan yang mereka ciptakan pun akhirnya menarik perhatian teman-teman sekampusnya.
"Siapa pria ini?" Bentak Dika. Tatapannya nampak nyalang.
"Siapa dia itu tidak penting bagimu." Balas Hana masih berupaya untuk tenang.
"Tidak penting?" Wajah Dika memerah. "Aku ini kekasihmu, Hana. Dan ini penting bagiku!"
Hana tertawa hambar. "Kau hanya kekasihku Dika. Bukan suamiku. Jadi kau jangan terlalu ikut campur dalam urusanku!" Suara Hana terdengar tak kalah tinggi. Tatapannya pun berubah nyalang seperti tatapan Dika.
Dika tertegun. Kali ini untuk pertama kalinya Hana menatap dirinya dengan tatapan nyalang dan berbicara dengan nada membentak.
"Ikut aku!" Dika menarik tangan Hana.
"Apa yang kau lakukan?!" Bentak pria yang tadi bersama Hana.
"Diam di tempatmu atau akan ku penggal kepalamu!" Bentak Dika dengan nada mengancam. Tanpa memperdulikan tatapan orang-orang, Dika terus menarik tangan Hana menuju mobilnya.
"Lepaskan aku!" Hana masih berupaya melepaskan cekalan tangan Dika. Jujur saja saat ini tubuhnya bergetar hebat melihat tatapan Dika.
"Aku bilang masuk!" Tanpa banyak kata, Dika pun mendorong tubuh Hana agar masuk ke dalam mobilnya lalu menutup pintu mobilnya. Setelahnya ia pun memutari mobilnya dan masuk ke dalamnya.
"Sekarang katakan dengan jujur siapa pria itu?" Tanya Dika dengan suara yang mulai melembut. Bersusah payah ia menahan emosinya saat ini.
"Dia kekasih baruku." Balas Hana tanpa menatap pada Dika.
"Kau bilang apa?" Dika tanpa sadar mencekal lengan tangan Hana cukup kuat hingga membuat Hana meringis.
"Dia kekasih baruku." Hana berupaya menatap Dika dengan tajam.
"Kau jangan bercanda, Hana! Aku ini kekasihmu dan hubungan kita sudah berjalan sejauh ini. Bukan satu dua bulan kita bersama, namun tiga tahun!" Bentak Dika. "Kau anggap apa hubungan kita selama ini?" Cengkraman Dika di tangan Hana semakin kuat.
Hana menggelengkan kepalanya lalu tertawa sinis. "Apa menurutmu selama ini aku menganggap hubungan kita serius? Kau salah Dika, hubungan kita tidak ada arti apa-apanya di dalam hidupku!"
"Kau jangan bercanda Hana!" Dika menggeleng tak percaya atas apa yang didengarnya.
"Aku tidak bercanda. Dan asal kau tahu, pria tadi adalah pria yang sudah beberapa bulan ini menjadi kekasih simpananku." Terang Hana yang membuat Dika begitu terkejut mendengarnya.
***
Ayuk berikan dukungan untuk karya Shy ya. Dengan cara vote, like dan komennya. Semakin banyak dukungannya, Shy semakin semangat menulisnya ini hehe☺️