Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Balasan atas sikap burukmu


"A-apa?" Gia dan Yuni terduduk lemah mendengar ucapan Dika. Setelahnya mereka pun mendekat pada Dika.


"Saya mohon Dokter Dika jangan pecat saya. Masih ada keluarga yang harus saya hidupi kebutuhannya." Ucap Yuni sambil mengatupkan kedua tangannya pada Dika.


"Dokter Dika jangan pecat saya. Saya masih sangat membutuhkan pekerjaan ini." Gia pun turut memohon pada Dika. Karena sudah dapat mereka tebak setelah keluar dari rumah sakit milik Dika mereka akan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baru.


Dika menghela nafas sesaat. "Saya tidak memecat kalian. Saya hanya membebastugaskan kalian dari rumah sakit ini dan bertugas di rumah sakit saya yang baru yang berada di desa B." Terang Dika.


"A-apa?" Antara senang dan sedih kini menyelimuti Gia dan Yuni. Senang karena mereka tak jadi dipecat dan sedih karena sudah mengetahui rumah sakit yang akan menjadi tempat mereka bekerja berada di tempat terpencil dan jauh dari keramaian.


"Hanya ada dua pilihan, berhenti atau lanjut." Ucap Dika yang seolah mengerti pemikiran dua pegawainya saat ini.


Gia da Yuni saling pandang lalu memilih untuk melanjutkan pekerjaan mereka walau sudah dapat mereka bayangkan bagaimana sulitnya hidup mereka berada di kota kecil itu nanti.


"Anggap saja ini adalah hukuman dari saya agar kalian lebih memahami arti pekerjaan kalian saat ini." Ucap Dika lalu berlalu keluar dari dalam ruangan karena ia sudah berjanji pada Hana tidak akan pergi terlalu lama.


Mama Puspa mendekati Gia dan Yuni yang kini terduduk lemah di tempatnya. "Lain kali berpikir lah sebelum bertindak. Jangan sampai naf-su kalian untuk memiliki sesuatu membuat kalian kehilangan sesuatu yang sangat berharga di hidup kalian." Ucap Mama Puspa dengan tegas. Merasa tak tega melihat wajah Gia dan Yuni yang terlihat sangat menyedihkan, Mama Puspa pun memilih keluar dari dalam ruangan diikuti Papa Indra di belakangnya.


"Bagaimana ini... kenapa kau bisa tidak tahu jika Hana adalah istri dari Dokter Dika?" Suara Fitri terdengar putus asa setelah Mama Puspa dan Papa Indra keluar dari dalam ruangan.


"Aku juga tidak tahu. Sudah banyak cara aku lakukan untuk mencaritahu siapa istri Dokter Dika namun tidak ada satu pun jawaban dari setiap pertanyaanku." Balas Gia dengan pelan.


Dari tempatnya berdiri Fitri sedikit merasa kasihan pada Gia dan Yuni yang kini sudah berpindah tugas ke kota yang lebih kecil dan jauh dari keramaian.


"Saya harap setelah kejadian ini Dokter Gia dan Dokter Yuni bisa berubah." Ucap Fitri.


Gia dan Yuni menatap Fitri dengan tatapan tak terbaca.


"Ada apa ini?" Tanya Fitri saat keluar dari dalam ruangan mendapatkan banyak orang di depan ruangan Gia dan Yuni.


"Apa benar Dokter Gia dan Dokter Yuni akan pindah tugas dari rumah sakit ini ke rumah sakit terpencil milik Dokter Dika?" Tanya salah satu rekan kerja Fitri.


Fitri menghela nafasnya lalu mengangguk. Kini ia sudah paham mengapa rekan kerjanya banyak yang berada di depannya saat ini. Sepertinya mereka sudah mengetahui permasalan yang dilakukan oleh Gia dan Yuni pada Hana.


"Dan apa benar jika Dokter Hana adalah istri dari Dokter Dika?" Tanyanya kemudian karena tidak mendapatkan jawaban dari Fitri.


***


Next mau request cerita siapa aja ini teman-teman?


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.