Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Extra part (Memiliki kesamaan)


"Kau ini bicara apa?" Tanya Yura berusaha menyembunyikan kegugupannya.


"Aku tidak berbicara apa-apa. Sudahlah, lebih baik sekarang kita mengganti baju lalu bermain." Ajak Rachel.


"Sepertinya aku tidak ingin langsung bermain, lebih baik kita istirahat lebih dulu baru bermain. Aku sungguh capek setelah pulang sekolah, apa lagi tadi ada mata pelajaran olah raga yang cukup membuat tubuhku bertambah lelah." Balas Yura apa adanya.


Rachel mendengus lalu mengerucutkan bibirnya. "Kau ini sungguh tidak asik sekali." Sungutnya.


"Emh, jika kau ingin bermain, maka bermainlah sendiri lebih dulu." Balas Yura.


Rachel menghentakkan kakinya lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. "Yang benar saja jika aku harus bermain sendiri sedangkan kau enak-enakkan tidur, Lebih baik aku ikut istirahat dan kita bermain setelah istirahat." Ucap Rachel.


"Begitu lebih baik." Balas Yura lalu berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


"Dia itu sungguh menyebalkan." Ucap Rachel menatap punggung Yura yang mulai hilang dari pandangannya.


***


Sore harinya, setelah mendapatkan izin dari Bunda Vara untuk menginap di rumah Rachel, Yura pun berpamitan ikut bersama Rachel yang sudah dijemput oleh sopir pribadi keluarganya.


"Lula ingin ikut." Rengek Alula saat Rachel dan Yura sudah masuk ke dalam mobil.


"Alula di rumah saja bersama Bunda. Lain waktu kita bisa berkunjung ke rumah Kak Rachel dan bermain di sana." Ucap Vara.


"Yah..." bibir Alula semakin mengerucut dan wajah berubah masam karena keinginannya tidak terpenuhi. Bunda Vara pun segera mengajak Alula masuk ke dalam rumah setelah melihat mobil Rachel sudah keluar dari gerbang rumahnya.


"Kau lihat Alula, dia sungguh menggemaskan meminta untuk ikut." Ucap Rachel.


Yura tersenyum kecil lalu mengangguk mengiyakan ucapan Rachel. "Untung saja dia tidak mengamuk saat kita tinggalkan." Balas Yura.


Rachel pun turut mengangguk mengiyakakan ucapan Yura. Selama perjalanan menuju rumah Rachel, mereka habiskan dengan bercerita satu sama lain tentang aktivitas mereka saat di sekolah.


"Ternyata Kakakmu dan Kakakku tidak berbeda jauh." Ucap Rachel seraya tertawa setelah Yura menceritakan bagaimana sikap Aidan saat berada di sekolah dan saat berinteraksi dengan orang-orang.


"Keistimewaan apa yang kau maksud?" Tanya Rachel dengan kening mengkerut.


"Wajah mereka yang tampan dan rupawan." Jawab Yura dengan malu-malu.


"Apa? tampan dan rupawan?" Tanya Rachel mengulang ucapan Yura.


"Ya." Yura mengangguk lalu mengarahkan pandangannya ke arah lain karena merasa malu.


Rachel pun mengangguk saja dengan wajah polosnya mengiyakan ucapan Yura.


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang hingga akhirnya sampai di depan rumah Rachel. Yura dan Rachel nampak turun lebih dulu tanpa menunggu sopir membukakan pintu untuk mereka.


"Rachel... Yura... Kalian sudah sampai?" Senyuman manis di wajah Kyara menyambut kedatangan Rachel dan Yura.


"Tante..." Yura mengulurkan tangannya pada Kyara dan dengan cepat disambut oleh Kyara.


"Kau semakin cantik saja." Puji Kyara pada Yura.


"Terimakasih, Tante." Balas Yura dengan wajah malu-malu.


"Mamah, apa Kak Rey ada di rumah?" Tanya Rachel.


"Ada, Kak Rey ada di dalam kamarnya. Kenapa kau tumben sekali menanyakan keberadaan Kakakmu, hem?" Tanya Kyara merasa bingung.


"Itu karena Yura sudah tidak sabar bertemu dengan Kak Rey. Benar begitu kan Yura?" Tanya Rachel dengan enteng pada Yura.


***


Next?