Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Ada apa dengannya?


"Bunda jahaddd nekk.. Bunda nda bole Yula dan kakak Aidan bersama ayah.. Yula mau ayah nekk.. mau ayahhh.... "


Sayup-sayup Rey dapat mendengar aduan Yura pada sang Nenek setelah Yura masuk ke dalam cafe.


"Ada apa dengan Yura, kenapa dia menangis seperti itu?" Tanya Kyara sambil menatap gadis kecil yang selalu disebut berisik oleh putranya.


"Jika kau penasaran langsung tanyakan saja pada Ibunya." Timpal Gerry yang mendengar ucapan Kyara.


Kyara menatap sebal pada Gerry lalu memilih berjalan lebih dulu masuk ke dalam cafe diikuti Rey.


"Apa aku salah bicara?" Tanya Gerry pada dirinya sendiri. Tak ingin banyak berpikir dengan respon Kyara, Gerry pun mengalihkan pandangannya pada sahabat-sahabatnya yang masih berada di dalam mobil. "Ayo masuk." Ajak Gerry pada Hana dan Rania yang baru saja turun dari dalam mobil.


"Ayo." Balas Hana dan Rania bersamaan.


"Kyara sering datang ke tempat ini?" Tanya Dika pada Gerry.


Gerry mengangguk. "Ya. Dia sering datang membawa Rey dan Rachel ke tempat ini. Menurutnya makanan di tempat ini sungguh lezat dan sesuai dengan lidahnya." Balas Gerry.


"Walau pun tempatnya tidak terlalu besar namun terlihat cukup menarik untuk didatangi." Puji William.


Dika dan Gerry sontak menatap pada William yang sedang menggendong Baby Flo. "Diamlah atau ucapanmu bisa disalahartikan oleh Rania." Cibir Gerry yang paham maksud ucapan William.


William terkekeh mengetahui sahabatnya paham akan maksud ucapannya. Mereka pun terus berjalan hingga sampai di meja yang dipilih Kyara untuk mereka makan.


"Kya, apa kita akan dilayani langsung oleh pemilik cafe?" Tanya Rania seraya menatap ke seluruh ruangn cafe.


"Sepertinya kali ini tidak." Balas Kyara. Apa lagi tadi ia sempat menangkap ada masalah yang tengah dihadapi Vara dan Ibunya.


"Agh sayang sekali. Padahal aku ingin berkenalan dengannya." Ucap Rania.


"Lain kali kita bisa berkunjung kembali ke sini. Aku akan memperkenalkan Nona Vara dan kedua anaknya padamu." Balas Kyara.


Rania menghembuskan nafas di udara lalu mengangguk sebagai jawaban.


"Jagoan, apa yang sedang kau pikirkan, hem?" Tanya Gerry sambil mengusap kepala Rey.


Melihat tingkah Rey membuat William dan Dika saling pandang dan menahan tawa mereka masing-masing. Entah mengapa mereka melihat sosok Rey lebih dewasa dibandingkan umurnya yang masih berjalan lima tahun saat ini.


Tak lama seorang pelayan pun datang menghampiri meja mereka dan menyerahkan buku menu di hadapan mereka.


"Samakan saja denganmu, Sayang." Ucap Gerry saat Kyara hendak bertanya menu apa yang ingin ia pesan.


"Apa kau yakin?" Tanya Kyara memastikan.


Gerry mengangguk sebagai jawaban. Lagi pula tidak masalah bukan jika sesekali ia makan makanan yang belum dapat ia pastikan kandungan gizinya sama dengan kandungan gizi makanan yang ia makan seperti biasanya.


Kyara tersenyum senang lalu menuliskan menu untuk dirinya dan Gerry. Tak lupa Kyara pun menuliskan menu makanan yang menjadi favorit kedua anaknya jika makan di cafe Vara seperti saat ini.


"Mamah, Rey ingin ke kamar mandi." Ucap Rey di saat mereka sedang sibuk berbincang satu sama lain sambil menunggu pesanan datang.


"Baiklah. Papa akan menemanimu." Balas Kyara.


Rey dengan cepat menggeleng. "Rey bisa sendiri." Ucap Rey lalu turun dari atas kursi. Lagi pula saat ini ada hal yang ingin ia cari tahu dan akan merepotkan jika Gerry ikut mengantarkannya.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.