Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Ada apa dengan mereka?


Dika mengelus kembali rambut Hana. Perjalan ke rumah sakit terasa lebih cepat karena diselingi senyuman di antara mereka. Saat mobil sudah terparkir di area rumah sakit, Hana terlihat bingung ingin keluar melihat banyaknya pegawai rumah sakit yang kini berada di sekitar mereka.


"Ada apa?" Tanya Dika yang dapat menangkap kebingungan istrinya.


"Aku ragu untuk keluar. Kau lihat di luar mobil kita banyak rekan kerjaku yang berlalu lalang." Terang Hana.


Dika mengikuti arah pandangan Hana. "Lalu? Apa hubungannya dengan mereka?" Tanyanya tidak paham.


"Mereka pasti akan bertanya-tanya tentang hubungan kita. Terlebih wanita-wanita itu adalah penggemar beratmu." Cetus Hana.


Dika menggaruk keningnya yang tak gatal mendengar suara Hana yang tidak bersahabat. "Kau memperdulikan pertanyaan dan pemikiran mereka?" Tanya Dika.


"Tentu saja. Mereka pasti bingung. Dan aku nantinya juga pasti bingung menjawab pertanyaan mereka karena hubungan kita tidak terpublish di rumah sakit." Suara Hana terdengar mulai pelan saat mengatakannya.


"Tidak perlu memikirkan ucapan dan pemikiran mereka. Sekarang lebih baik kita turun." Ajak Dika.


"Aku tidak mau. Tunggu mereka sampai pergi dulu." Tolak Hana.


"Mereka tidak akan pergi sebelum kita keluar dari dalam mobil." Tekan Dika. Jelas saja, pegawai rumah sakit yang saat ini tengah menatap ke arah mobil mereka tengah menunggu sang pemilik mobil untuk keluar. Dan tidak mungkin pergi sebelum tujuan mereka tercapai.


Hana terdiam dan berpikir beberapa saat. Sepertinya akan menarik jika mereka semakin bingung dan bertanya-tanya tentang hubungan kami. Akan aku tunjukkan siapa pria yang tengah kalian nanti saat ini. Dia milikku! Jiwa bar-bar Hana pun mulai bangkit. Segera ia keluar dari dalam mobil tanpa berkata sedikit pun pada Dika.


Melihat ekspresi wajah Hana membuat Dika bergedik. Entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang akan dilakukan istrinya itu setelah ini. Dan benar saja, saat ia keluar dari dalam mobil Hana langsung mendekat kepadanya sambil tersenyum malu-malu.


"Ayo Dokter Dika." Hana mengeraskan suaranya agar terdengar oleh wanita genit yang tengah menatap lapar suaminya.


Dika mengangguk dan menuruti permainan Hana hingga masuk ke dalam lobi. Walau ucapan Hana terdengar tidak masuk akal saat melewati beberapa rekan kerjanya seperti menanyakan kondisi Mamanya saat ini dengan menyebut Mamanya dengan sebutan Tante, namun Dika tetap mengikuti alur permainan istrinya itu.


"Sayang, aku masuk ke dalam dulu." Ucap Hana saat mereka telah sampai di depan pintu ruangan khusus untuknya.


Kening Hana mengkerut. Ia pun turut masuk ke dalam ruangannya untuk menanyakan tujuan Dika masuk ke dalam ruangannya.


"Kau lihat itu? Dokter Dika masuk ke dalam ruangan Hana?" Seorang wanita genit terlihat tengah menantau pergerakan Hana dan Dika dari jauh bersama rekan kerjanya.


"Kau benar. Ada apa hubungan di antara mereka? Kenapa Dokter Dika bersikap hangat kepadanya? Kau tahu jelas bukan bagaimana sikap Dokter Dika selama ini?"


"Ya. Aku harus mencari tahu apa yang terjadi." Wajita julid itu pun berjalan menjauh dari ruangan Hana diikuti rekan kerjanya.


Di dalam ruangan kerjanya, Hana terlihat tersenyum setelah Dika memberikan ciuman lembut di bibirnya setelah ia masuk ke dalam ruangan.


"Itu adalah absen pagi sebelum kau bekerja." Ucap Dika dengan tersenyum tipis.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.