
"Om Hendro, Tante Yusri?" Gumam Dika menatap tak percaya penampilan sosok yang baru saja keluar dari dalam gerbang. Bagaimana tidak, kedua sosok yang ia lihat saat ini sangat berbeda jauh dengan sosok yang beberapa tahun lalu ia lihat. Om Hendro dan Tante Yusri terlihat begitu kurus dan tak terawat.
"Ada apa ini? Kenapa Om Hendro dan Tante Yusri bisa seperti ini?" Dika dibuat bertanya-tanya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Tak lama seorang sosok bertubuh tegap dan besar keluar dari dalam mobil diikuti Liza.
Sosok itu pun mulai berbicara dengan Om Hendro dan Tante Yusri dengan tatapan terlihat tak bersahabat. Dan entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat Om Hendro dan Tante Yusri mengatupkan kedua tangannya bersamaan bahkan sampai menghiba-hiba pada sosok di depannya.
Dari dalam mobilnya Dika terus menatap interaksi antara mereka. Walau hati kecilnya berniat ingin mendatangi mereka dan menghajar pria yang sudah berprilaku tidak sopan pada Om Hendri dan Tante Yusri, namun logikanya masih berjalan untuk tidak bersikap gegabah dan tetap berada di dalam mobil untuk menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Agh sial! Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan!" Dika semakin dibuat penasaran saat Liza turut bersujud di hadapan pria bertubuh besar di hadapannya. "Sebenarnya ada apa ini? Dan apa yang terjadi?" Tanya Dika yang merasa sudah tidak tahan untuk turun dari dalam mobil.
Melihat suasana yang semakin tak kondusif di depannya membuat Dika berniat untuk keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Liza dan keluarganya. Namun akhirnya niat itu ia urungkan tatkala pria bertubuh besar itu kembali masuk ke dalam mobil diikuti Liza dan kedua orang tuanya.
"Kemana mereka akan pergi?" Gumam Dika. Melihat mobil yang membawa Liza dan kedua orang tuanya sudah berjalan membuat Dika segera melajukan mobilnya untuk mengikuti mobil hitam di depannya.
Ting
Di tengah perjalanan Dika mengurangi laju kecepatan mobilnya saat mendengar notifikasi pengingat rapat di perusahaannya pagi ini. Dika menghembuskan nafas bebas di udara. Ada hal yang lebih penting yang harus ia lakukan selain mengejar mobil di depannya saat ini. Dika pun memilih memutar arah mobilnya dan melajukan mobilnya menuju perusahaannya.
"Aku akan menemui Mama dan Papa setelah pulang bekerja nanti." Putus Dika berniat untuk membahas tentang apa yang terjadi di keluarga Liza. Menurutnya, walau bagaimana pun Liza pernah hampir membuat rumah tangganya hancur berantakan, namun kebaikan Om Hendro dan Tante Yusri kepadanya saat kecil dulu tidak bisa ia lupakan begitu saja.
"Dika, tunggu!" Suara seseorang yang terdengar cukup keras memanggil namanya membuat Dika menghentikan langkahnya.
"Gerry?" Wajah Dika nampak bingung menatap Gerry yang sudah berada di perusahaannya di saat pagi seperti ini. "Ada apa kau datang ke sini?" Tanya Dika merasa bingung.
"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu." Ucap Gerry dengan wajah serius.
"Hal penting apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu karena setengah jam lagi ada rapat yang harus aku hadiri." Ucap Dika.
"Ini tentang mertuamu. Ayah dari Hana." Ucap Gerry yang membuat Dika terdiam seketika.
^^^
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.
Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah Perpisahanš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.