Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Siapa istri Dokter Dika?


Hana mengangguk paham. Ia ingat di salah satu poin perjanjian jika Dika tidak menginginkan tidur terpisah dengannya. Bukan tanpa alasan Dika melakukannya, Dika hanya tidak ingin memperlakukan Hana sama seperti Kyara di awal pernikahannya.


Hana melangkahkan kakinya menuju lemari pakaiannya. Mengambil setelan baju tidurnya lalu masuk ke kamar mandi. Melihat tubuh Hana yang sudah lenyap dari balik pintu, Dika pun memilih mengeluarkan pakaian tidurnya dari koper yang ia bawa.


Dua puluh menit berada di kamar mandi, Hana pun keluar dengan setelan pakaian tidurnya. Tubuhnya dibuat terkejut saat mendapati Dika berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.


"Apa kau ingin masuk ke kamar mandi?" Tanya Hana tanpa menatap wajah Dika.


Dika hanya diam lalu melewati tubuh Hana begitu saja masuk ke dalam kamar mandi dan menutup rapat pintunya.


Hana menghela nafas panjang. "Sabar Hana..." gumamnya lalu mencoba untuk tersenyum. Ia harus menguatkan hati dan tubuhnya menghadapi sikap dingin tak tersentuh suaminya itu.


Di dalam kamar mandi, Dika nampak termenung sambil menatap cermint westafel di depannya. Pemikirannya mulai bertanya-tanya kenapa Hana dan kedua orang tuanya sampai menjual rumah lamanya dan lebih memilih tinggal di apartemen yang cukup sempit. Dika mencoba menghapus rasa penasarannya dan memilih untuk melanjutkan kegiatannya di kamar mandi.


*


Dua hari kemudian.


Pagi itu Hana sudah kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa berangkat bekerja ke rumah sakit. Sedangkan Dika, suaminya itu terlihat seperti tidak pergi ke rumah sakit melihat pakaian yang Dika kenakan lebih pantas dibawa bekerja di perusahaan.


"Dokter Hana..." Fitri terlihat mengejar langkah Hana.


Hana menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya ke belakang. "Fitri? Ada apa kau mengejarku?" Tanya Hana dengan tatapan bingungnya.


"Dokter Hana, apa kau tahu jika ada berita jika Dokter Dika sudah menikah?" Tanya Fitri dengan nafas naik turun akibat berlari.


"Entahlah... Memangnya kenapa?" Tanya Hana kembali. Hana pun kembali melanjutkan langkahnya diikuti Fitri.


"Berita tentang pernikahan Dokter Dika membuat Dokter wanita muda di rumah sakit ini patah hati. Mereka sangat penasaran dengan siapa Dokter Dika menikah." Bisik Fitri.


"Fitri, kenapa kau jadi ikut menceritakan orang lain seperti ini." Hana menggelengkan kepalanya melihat Fitri begitu bersemangat menceritakan pernikahan Dika.


"Tentu saja Dokter. Pemberitaan pernikahan Dokter Dika sudah menjadi topik hangat di rumah sakit sejak kemarin Dokter tidak bekerja." Terang Fitri.


"Apa mereka sangat penasaran dengan siapa Dokter Dika menikah?" Hana berusaha mengorek sedikit informasi dari Fitri.


Fitri mengangguk cepat. "Mereka ingin tahu wanita mana yang beruntung bisa mendapatkan Dokter Dika mengingat sikap Dokter Dika yang sangat dingin kepada semua orang." Terang Fitri.


Dan wanita itu adalah aku. Tapi aku tidak seberuntung yang mereka katakan karena Dika menikahiku karena keterpaksaan. Jawab Hana dalam hati.


Saat melewati lorong rumah sakit, Hana dapat mendengar suara para perawat yang turut membahas pernikahannya dan Dika dua hari yang lalu. Beberapa perawat pun turut merasa geram karena dokter incaran mereka kini telah memiliki seorang istri.


Apa mereka begitu patah hati mendengar Dika telah menikah? Bagaimana bila mereka tahu jika wanita yang menikah dengan Dika itu adalah aku. Bagaimana tanggapan mereka nantinya? Hana terus berjalan seolah tak memperdulikan ucapan para perawat yang tidak menyadari keberadaan dirinya sebab terlalu fokus bercerita.


***


Jangan lupa berikan dukungan dalam bentuk vote, gift, like dan komennya untuk lanjut ke bab berikutnya ya🌹