Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Kekasih bohongan


"Jika kau tidak kuat untuk ujian, lebih baik ku mengikuti ujian susulan saja." Saran Amel.


"Aku masih bertenaga hanya untuk ujian saja. Setelah ujian aku akan langsung pulang." balas Hana.


"Tapi wajahmu sudah mulai pucat, Hana."


"Sudahlah. Lagi pula aku sudah duduk di kelas ini dan kau menyuruhku untuk pulang begitu saja. Sangat tidak bermanfaat sekali tenagaku datang ke kampus." Decak Hana.


Amel menghela nafas panjang dan tak lagi meminta Hana untuk pulang. Lagi pula ia sudah yakin Hana tidak akan mau menuruti sarannya melihat sikap keras kepala wanita itu saat ini.


"Terserah kau saja." Balas Amel kemudian.


Hana tersenyum. Dalam hatinya ia tertawa melihat wajah Amel yang nampak cemas sekaligus kesal karena sikapnya.


Lima menit berlalu, dosen pengajar pun masuk ke dalam kelas. Jarak tempat duduk mereka pun mulai direnggangkan karena ujian akan segera dimulai.


"Semangat Hana." Amel mengepalkan tangannya di udara.


"Semangat." Balas Hana dengan tangan yang turut terkepal di udara. Sebelum membaca kertas ujian di depannya, Hana lebih dulu menghela nafas panjang saat merasa kepalanya benar-benar sakit.


*


"Kepalaku berat sekali..." Lirih Hana lalu menjatuhkan wajahnya di atas meja.


"Hana, ada apa?" Tanya Amel sambil menunduk agar dapat melihat wajah Hana.


"Kepalaku sakit dan berat." Gumam Hana.


Amel menaruh sebelah tangannya di kening Hana. "Astaga Hana, keningmu panas sekali." Ucap Amel dengan wajah berubah cemas.


"Badanku semakin tidak enak." Keluh Hana.


"Hana, lebih baik sekarang kita pulang. Aku akan mengantarkanmu ke rumah." Ajak Amel.


Hana mengangkat kepalanya. "Bagaimana dengan motorku?" Tanya Hana.


"Aku akan meminta bantuan teman kita nanti untuk membawanya ke rumahmu." Balas Amel.


"Baiklah." Hana menegakkan kembali tubuhnya.


"Apa kau kuat untuk berdiri?" Tanya Amel saat Hana kembali memegang kepalanya.


"Ya. Aku kuat." Balas Hana seraya tersenyum.


Saat hendak melangkah keluar dari dalam kelas, Hana mengurungkan niatnya saat Liza datang menghampirinya.


Liza menulikan telinganya seakan ucapan Amel tak berarti apa-apa untuknya.


"Minggir. Kau menghalangi jalanku."Ucap Hana dengan datar.


"Tidak akan." Balas Liza dengan tersenyum mengejek.


"Apa maumu?" Tanya Hana yang sudah dapat menebak niat buruk Liza.


"Aku hanya ingin menyampaikan padamu jika aku sudah tahu jika kau dan Dika hanyalah kekasih palsu selama ini." Ucap Liza dengan suara sedikit keras hingga menarik perhatian teman-teman mereka menatap padanya dan Hana.


Hana terdiam.


"Kau terlalu ikut campur urusan orang lain, ya!" Sentak Amel.


"Diamlah. Aku tidak berbicara kepadamu." Balas Liza dengan sinis.


"Amel sudahlah. Biarkan dedemit ini berbicara." Timpal Hana.


Liza mengalihkan pandangannya kepada Hana kembali. Untung saja tadi Dika sudah keluar dari dalam kelas hingga bisa dengan bebas mempermalukan Hana seperti saat ini.


"Aku sudah selesai berbicara. Sekarang tinggal kau menjawab ucapanku." Ucap Liza.


"Kau ingin aku menjawab apa?" Tanya Ha a dengan santai walau saat ini kepalanya semakin berat.


Liza tertawa. "Ternyata kau tidak bisa mendengar dengan baik ya." Cibirnya. "Baiklah. Aku akan menyampaikan sekali lagi jika aku sudah mengetahui kau dan Dika hanya kekasih bohongan selama ini."


"Lalu, jika aku dan dia hanyalah kekasih palsu ada urusan apa denganmu?" Tanya Hana dengan tangan yang sudah terkepal.


"Hahaha." Liza tertawa. "Kalian dengar sendiri bukan jika dia dan Dika hanyalah kekasih palsu selama ini. Dan wanita tak tahu diri ini berani-beraninya mengaku jika Dika adalah kekasihnya." Ucap Amel sambil menatap teman-temannya yang kini tengah menatapnya dan Hana.


"Wah, benar-benar memalukan." Balas wanita yang dekat dengan Liza. Suasana di kelas pun mulai ricuh dengan cibiran teman-teman mereka pada Hana.


"Siapa yang bilang jika aku dan Hana adalah kekasih bohongan?" Tanya Dika yang sudah berada tepat di belakang Liza hingga membuat tubuh Liza menegang.


***


Lanjut?


Mohon berikan dukungan untuk karya shy dengan cara like, komen dan votenya. Teman-teman juga bisa memberi gift dalam bentuk poin🥰


Semakin banyak dukungannya, shy semakin semangat melanjutkan ceritanya. Hehe☺️