
"Daddy puyang?" Melihat mobil Dika masuk ke dalam perkarangan rumah membuat Alana melempar bonekanya begitu saja lalu berdiri di depan teras rumah menunggu Dika turun dari dalam mobilnya. Pun dengan Alan yang turut meletakkan remot mobil-mobilannya begitu saja dan segera berdiri di sebelah Alana yang sedang bertepuk tangan menunggu kedatangan Dika.
"Daddy..." seru Alan dan Alana secara bersamaan sambil melompat-lompat saat Dika sudah turun dari dalam mobilnya.
Melihat kedua buah hatinya yang begitu antusias menyambut kepulangannya membuat raut tegang di wajah Dika perlahan sirna dan berganti sebuah senyuman.
"Anak-anak Dadddy." Dika berjongkok lalu merentangkan kedua tangannya. Paham dengan maksud Dika, Alan dan Alana pun segera menghambur dalam pelukan Dika.
"Daddy nanteng..." ucap Alana dengan manja di dalam pelukan Dika.
"Daddy..." Alan pun turut berkata manja pada Dika tak ingin kalah dari adiknya.
Dika semakin mengeratkan pelukannya di tubuh kedua anaknya. Menyalurkan rasa cemas dan takut yang kini ia rasakan secara bersamaan.
"Dimana Mommy?" Tanya Dika setelah melepaskan pelukannya.
"Mom..." Alana memanggil Hana setelah mendengarkan pertanyaan Dika. Sedangkan Alan menunjuk ke arah dalam rumah.
"Mommy masak." Ucap Alan kemudian.
Dika mengangguk paham lalu menatap pada pelayan yang ditugaskan menjaga Alan dan Alana. "Tolong ganti baju anak-anak. Saya dan Ibu akan membawa anak-anak ke rumah sakit." Titah Dika.
"Baik, Tuan." Balas pelayan patuh.
"Alan... Alana... Daddy masuk dulu." Ucap Dika.
Alan dan Alana mengangguk saja seolah paham ucapan Dika. Setelah mendapatkan jawaban dari kedua anaknya Dika pun segera melangkah masuk ke dalam rumah. Hembusan nafasnya terdengar semakin memberat saat matanya sudah menangkap sosok istrinya yang tengah memasak di dapur bersama seorang pelayan.
"Sayang..." ucap Dika tertahan saat masuk ke dalam dapur.
"Sayang...??" Wajah Hana nampak terkejut melihat kedatangan Dika. Hana pun mematikan api kompornya lalu berjalan ke arah Dika. "Kau sudah pulang? Kenapa cepat sekali?" Tanya Hana merasa bingung.
"Aku pulang karena aku ingin membawa kau dan anak-anak ke suatu tempat." Ucap Dika tak ingin mengungkapkan lebih dulu apa yang terjadi.
"Ke suatu tempat? Tempat apa itu?" Tanya Hana dengan kening mengkerut.
"Tapi..."
"Sayang..." pungkas Dika tak ingin mendapat bantahan dari Hana.
Hana yang masih merasa bingung dengan ucapan Dika pun akhirnya mengangguk saja dari pada berdebat. Walau merasa ada hal penting yang sedang disembunyikan Dika namun Hana memilih membiarkan Dika menyembunyikannya lebih dulu sebelum nanti ia akan menuntut jawabannya.
"Kalau begitu ayo ganti bajumu." Pinta Dika.
Hana menoleh ke arah belakang dimana masakannya belum selesai.
"Bibi... tolong lanjutkan masakan Nyonya." Titah Dika pada pelayannya.
"Baik, Tuan." Balas pelayan patuh.
"Ayo." Ajak Dika.
Hana menghela nafasnya lalu mengangguk mengiyakan. Setelahnya mereka pun berjalan dan menaiki tangga menuju kamar.
"Alan... Alana..." saat berada di lantai atas Hana dibuat terkejut melihat Alan dan Alana sudah nampak rapi dengan pakaian bepergian mereka.
"Mereka sudah siap. Sekarang saatnya kau yang bersiap." Ucap Dika tanpa membiarkan Hana angkat suara.
Hana mengangguk lalu berjalan ke arah kamarnya. Entah mengapa ia semakin merasa ada yang tidak beres dengan suaminya saat ini.
***
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.
Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah Perpisahanš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.