Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Setelah kepergianmu


"Dika? Gerry?" Amel tak kalah terkejut menatap Dika dan Gerry yang kini berada di depannya.


"Sayang, apa kau mengenal Tuan Dika dan Tuan Gerry?" Tanya Zaki yang sedang memangku Arfan.


Amel mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari Dika dan Gerry. "Apa Gerry dan Dika adalah rekan bisnis yang kau maksud, sayang?" Tanya Amel setelah mengalihkan pandangan dari Dika dan Gerry.


Zaki mengangguk membenarkan. "Dan Tuan William juga." Tambah Zaki.


William tersenyum tipis ke arah Amel yang kini tengah menantapnya dengan wajah masih terkejut.


"Sayang... ayo duduk dulu." Ucap Zaki merasa tidak enak karena Amel masih berdiri tanpa berniat untuk duduk.


"Agh, ya." Amel pun segera menjatuhkan bokongnya di samping Zaki.


"Bagaimana kau bisa mengenal Tuan Dika dan Tuan Gerry, hem?" Tanya Zaki dengan lembut.


"Itu karna Dika adalah teman satu angkatanku waktu kuliah dulu dan Gerry adalah sahabat Dika. Kami dulu sering bertemu saat Dika masih menjalin kasih dengan..." Amel menghentikan ucapannya saat menyadari sesuatu.


"Dengan siapa?" Tanya Zaki dengan kening mengkerut.


"Agh, lupakan saja." Balas Amel merasa enggan untuk menyebut nama sahabatnya. "Arfan bersama Daddy dulu, ya. Mom ingin ke dapur sebentar." Ucap Amel sambil mengelus kepala putranya. Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Arfan, Amel pun segera melangkah ke arah dapur.


"Dika... ternyata kau sudah kembali ke negara ini. Apa sampai saat ini kau masih membenci Hana karena sikap bodohnya beberapa tahun lalu?" Gumam Amel bertanya-tanya. "Apa kau dan Hana sudah kembali ditakdirkan untuk bertemu? Aku harap kau sudah tak lagi membencinya karena sudah begitu banyak rasa sakit yang Hana pendam selama ini karena mengiklaskan kepergianmu." Kedua bola mata Amel mulai berkaca-kaca mengingat keadaan sahabat baiknya yang tidak baik-baik saja setelah kepergian Dika.


*


Karena pertemuan suaminya saat ini dengan Dika ingin membahas masalah bisnis, Amel pun tidak bisa ikut bergabung dalam pembicaraan dan lebih memilih menatap interaksi suami dan mantan kekasih sahabatnya itu dari jauh. Ingin sekali sejak tadi Amel mempertanyakan masih adakah rasa kebencian Dika pada Hana hingga saat ini, namun sepertinya waktu tidak berpihak baik kepadanya karena hingga sore hari ia tidak diberikan kesempatan untuk berbicara dengan Dika mau pun Gerry.


Saat Dika, William dan Gerry berpamitan dengan Zaki dan dirinya, Amel pun memberanikan diri untuk mempertanyakan status Dika saat ini. "Gerry, selamat atas kelahiran anak keduamu." Amel mengulurkan tangan kanannya pada Gerry dan segera disambut oleh Gerry.


"Terimakasih." Balas Gerry.


Amel mengangguk. "Oh, iya, Dika. Apa saat ini kau sudah menikah?" Tanya Amel hati-hati.


Kening Dika mengkerut. Namun setelahnya ia pun membalas ucapan Amel. "Sudah. Aku sudah menikah dua bulan yang lalu."


"A-apa?" Amel terkesiap. Hana... kau pasti sangat hancur setelah mengetahui pria yang sangat kau cintai dan selalu ada dalam doamu kini sudah menikah. Ucap Amel dalam hati.


"Kau sudah menikah? Dengan siapa?" Tanya Amel kemudian.


***


Sabar ya teman-teman... semua akan terungkap pada waktunya...