Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Pesan singkat


Dika mengalihkan wajah ke samping saat Hana semakin mengangkat kaosnya hingga perut putih wanita itu terlihat walau sedikit.


"Hahaha." Tawa Hana menggelegar.


Dika menatap Hana yang kini tertawa terbahak-bahak dengan wajah datarnya.


"Kau itu sungguh lucu sekali!" Ucap Hana sambil menepuk lengannya.


Dika menatap tangan Hana yang masih menepuk lengannya dengan keras. "Apa kau sudah selesai tertawa?" Tanya Dika dengan tatapan yang berubah tajam.


Hana segera menjauhkan tangannya dari lengan Dika. "Sebenarnya belum. Tapi badanku sudah gatal ingin mandi." Ucapnya tanpa rasa bersalah. "Kalau begitu aku mandi dulu." Ucap Hana lalu buru-buru melangkah meninggalkan Dika yang semakin menatapnya tajam.


"Wanita itu benar-benar gila!" Dika menggelengkan kepalanya. Merasa tak habis pikir dengan tingkah Hana yang terlalu berani padanya.


Di dalam kamar tamu, Hana kembali tertawa saat mengingat wajah tegang Dika. "Dia itu ternyata cukup menggemaskan dengan wajah esnya itu." Ucap Hana lalu menggelengkan kepalanya. Merasa cukup puas menertawakan Dika, Hana pun melangkah ke kamar mandi dengan senyuman yang tak surut dari wajahnya.


*


"Ayo berangkat!" Ajak Hana setelah ia dan Dika menghabiskan sarapan pagi mereka. Pagi ini Dika akan mengantarkannya ke toko tempat motornya dititipkan tadi malam.


Dika mengelap bibirnya dengan tisu lalu mengangguk. "Ayo." Balas Dika lalu bangkit dari duduknya.


Hana pun melangkah lebih dulu dari Dika dan berlalu menuju kamar tamu.


"Kau membawa apa itu?" Tanya Dika melihat Hana membawa sebuah paper bag di tangannya setelah keluar dari dalam kamar tamu.


"Ini baju kotorku dan baju kotor milikmu yang aku pinjam." Balas Hana sambil mengangkat paper bag di tangannya.


Dika mengangguk paham. Kakinya pun kembali melangkah ke arah pintu diikuti oleh Hana.


"Kau tidak ingin mengganti pakaianmu?" Tanya Hana melihat Dika yang hanya menggunakan kaos bewarna putih dan celana kain bewarna hitam selutut.


Hana diam dan tak lagi bersuara.


Apa dia tidak sadar penampilannya yang seperti ini bisa membuat kaum wanita tergoda? Ucap Hana dalam hati.


*


"Terimakasih telah memberikan penginapan dan mengantarkanku mengambil motorku kembali." Ucap Hana dengan tulus saat sudah mengambil motornya di toko.


Dika menganggukkan kepalanya. "Lain kali jika kau ingin keluar malam lihatlah kondisi cuaca lebih dulu." Pesan Dika. Tanpa menunggu jawaban Hana, Dika pun masuk ke dalam mobilnya.


Hana terdiam. Walau pun hanya sebuah pesan singkat, namun entah mengapa ia merasa diperhatikan.


"Jika begini terus, aku bisa salah paham dengan sikapnya." Gumam Hana sambil menatap mobil Dika yang mulai melaju di depannya.


Setelah mobil Dika lenyap dari pandangannya, Hana pun segera naik ke atas motornya lalu melajukan motornya menuju rumahnya


Selama dalam perjalanan pulang, Hana tak henti-hentinya memikirkan tentang Dika selama ia mengenal pria dingin itu dan kejadian tadi malam saat Dika dengan berani menciumnya. Seulas senyuman nampak tercetak di bibir Hana mengingat bagaimana lembutnya Dika menciumnya.


"Apa dia sudah pernah berciuman sebelumnya? Kenapa dia sepertinya sangat ahli?" Gumam Hana. Hana pun semakin larut dalam pemikirannya tentang Dika.


Begitu pula dengan Dika, hingga sampai di apartemennya wajah Hana dan segela tingkah konyolnya selalu teringat di benaknya. Tanpa sadar Dika menarik tipis kedua sudut bibirnya.


"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta." Ucapan seseorang yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu apartemen Dika pun berhasil membuyarkan lamunanan Dika.


***


Berikan dukungan untuk karya Shy yuk!Dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Terimakasih