Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Bagaimana bisa terjadi?


"Apa?!" Dika menggebrak meja kerjanya cukup kuat setelah mendapatkan telefon dari anak buahnya yang mengatakan jika Hana mengalami sebuah insiden buruk di cafe saat makan siang. "Dasar ceroboh! Bagaimana bisa kalian tidak menjaga istriku dengan baik!" Umpat Dika lalu mematikan sambungan telefonnya.


Dengan langkah lebar dan tergesa-gesa, Dika berjalan keluar dari dalam ruangan kerjanya. Merasa langkahnya terasa lambat Dika pun memutuskan untuk berlari agar cepat sampai di besement dan menyusul Hana yang kini tengah diperiksa di rumah sakit.


"Tidak berguna!" Umpat Dika memukul stir kemudinya. Mobil Dika pun melaju dengan kencang setelah keluar dari gerbang perusahaan.


"Kenapa dia membawa mobil seperti orang kesetanan?" Gerry dan William yang baru saja sampai di gerbang perusahaan Dika merasa heran saat Dika melewati mobil mereka begitu saja bahkan membawa mobilnya dengan kencang.


"Entahlah, lebih baik sekarang kita susul dia." Usul William.


Gerry mengangguk lalu memutar arah mobilnya keluar kembali dari gerbang perusahaan dan mengikuti mobil Dika dari belakang. Dengan menggunakan keahliannya dalam berkemudi tak membutuhkan waktu lama kini mobil mereka telah berada di belakang mobil Dika yang tengah melaju dengan kencang.


"Sepertinya dia ingin ke rumah sakit." Ucap William memperhatikan jalanan mereka saat ini.


Gerry hanya mengangguk tanpa bersuara. Karena saat ini ia hanya fokus pada kemudinya untuk mengejar kecepatan mobil Dika.


Dua puluh menit berlalu mobil mereka pun telah sampai di pelantaran rumah sakit. Dika memarkirkan mobilnya dengan asal lalu berlari masuk ke dalam rumah sakit.


"Dia benar-benar gila!" Kepala William menggeleng melihat ulah Dika yang memarkirkan mobilnya secara sembarang.


Sedangkan Dika terus berlari hingga akhirnya sampai di depan ruangan pemeriksaan Hana dimana kini Arka dan Fitri sedang menunggu di depan ruangan pemeriksaan.


"Ada apa ini? Kenapa istriku bisa seperti ini?!" Bentak Dika pada Arka dan Fitri. Suara Dika yang cukup keras pun membuat perhatian pegawai dan pengunjung rumah sakit teralihkan ke arahnya. Arka dan Fitri pun turut terkejut melihat keberadaan Dika yang kini berada di depan mereka padahal mereka belum sempat mengabari Dika karena begitu mengkhawatirkan kondisi Hana.


Dika mengusap wajahnya dengan kasar. Hampir saja ia meluapkan kekesalannya pada Arka dan Fitri yang tidak bersalah dalam kejadian ini. Dika menghela nafas kasar lalu memilih diam di depan ruangan pemeriksaan sampai Dokter yang memeriksa kondisi Hana keluar dari dalam ruangan.


"Bagaimana kondisi istriku?" Tanya Dika pada pegawainya yang baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan. Tatapannya nampak nyalang dan tidak bersahabat. Seolah jika jawaban yang diberikan Dokter yang memeriksa istrinya tidak sesuai keinginannya maka Dokter itu hanya tinggal nama di rumah sakit miliknya.


"Saat ini kondisi Dokter Hana dan kandungannya sudah baik-baik saja. Akibat terjatuh membuat Dokter Hana mengalami sakit pada bagian perutnya namun tidak membahayakan kondisi janinnya." Jelas Dokter yang seolah mengetahui arti tatapan Dika.


Dika tak memperdulikan lagi penjelasan dari Dokter yang memeriksa istrinya dan lebih memilih masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.