
"Hana?" Arka yang baru saja keluar dari rumah sakit dibuat terkejut melihat Hana yang baru saja keluar dari dalam mobil sambil menangis kesakitan.
Arka pun berjalan tergesa-gesa ke arah Hana yang sedang dituntun masuk ke dalam rumah sakit. Mengetahui istri dari pemilik rumah sakit datang para suster pun segera menyiapkan brankar untuk Hana.
"Hana, apa kau sudah ingin melahirkan?" Tanya Arka saat sudah berada di dekat Hana.
Hana menganggguk seraya meringis kesakitan.
"Dika." Ucap Mama Rita saat mengingat sesuatu. Mama Rita pun buru-buru melakukan panggilan telefon pada Dika. Namun belum sempat panggilan terhubung, suara Dika lebih dulu terdengar.
"Sayang..." nafas Dika terdengar naik turun saat berada di dekat Hana.
"Dika..." lirih Hana sambil mengulurkan sebelah tangannya pada Dika.
Melihat para suster sudah datang sambil membawa brankar membuat Dika segera mengangkat tubuh Hana dan meletakkan dengan hati-hati di atas brankar.
"Cepat bawa istriku ke ruangan penanganan!" titah Dika.
Para perawat mengangguk lalu mendorong brankar menuju ruangan penanganan khusus yang sudah dipersiapkan sejak beberapa hari yang lalu untuk Hana.
"Dika, maafkan Mama lupa mengabarimu." Ucap Mama Puspa sembari berjalan mengikuti langkah Dika.
Dika sejenak menghentikan langkahnya hingga langkah Mama Rita pun terhenti. "Tak masalah. Aku tahu Mana pasti sangat panik." Balas Dika lalu kembali berjalan mengikuti langkah perawat yang membawa tubuh Hana.
Setelah sampai di ruangan penanganan, Dika menghentikan langkahnya di depan ruangan diikuti Mama Rita dan Arka yang sejak tadi mengikuti langkah mereka dari belakang.
"Mama tunggu sebentar di luar. Dika akan memastikan kondisi Hana lebih dulu." Ucap Dika.
Mama Rita mengangguk dan membiarkan Dika masuk tanpa dirinya.
"Tuhan... selamatkan putriku dan kedua bayinya...." pinta Mama Rita penuh harap. Sebagai seorang Ibu yang baru pertama kalinya menemani putrinya yang akan melahirkan membuat Mama Rita cukup tegang dan cemas menanti persalinan Hana.
Arka mengangkat kedua bahunya. "Sepertinya begitu. Saat ini Dokter yang akan menangani persalinan Hana masih memeriksa kondisi Hana di dalam sana." Balas Arka.
Fitri menghela nafas panjang. "Semoga saja Dokter Hana dan kedua bayinya baik-baik saja." Ucap Fitri penuh Harap.
"Semoga saja." Balas Arka.
Lima belas menit berlalu Dika pun keluar dari dalam ruangan penanganan bersamaan dengan Mama Puspa dan Papa Indra yang baru saja sampai di rumah sakit.
"Bagaimana kondisi Hana saat ini Dika?" Tanya Mama Puspa dengan wajah cemasnya.
"Dika, bagaimana kondisi Hana saat ini?" Mama Rita pun turut bertany dengan wajah tak kalah cemas.
"Di luar prediksi Hana akan melahirkan pada hari ini. Namun saat ini kita harus menunggu sampai pembukaan jalan lahirnya sempurna." Balas Dika mencoba untuk tetap tenang.
"Apa Mama sudah boleh masuk?" Tanya Mama Rita tak sabar.
Dika mengangguk mengiyakan. Setelah mendapat persetujuan dari Dika, Mama Rita dan Mama Puspa pun segera masuk ke dalam ruangan sedangkan Dika memilih untuk pergi lebih dulu untuk memastikan persiapan persalinan untuk Hana.
"Cepatlah kembali. Hana membutuhkanmu saat ini." Titah Papa Indra.
"Dika hanya pergi sebentar." Ucap Dika lalu berjalan meninggalkan Papa Indra, Arka dan Fitri yang masih berdiam di posisi masing-masing.
***
Next?
Berikan lke, komen, vote dan hadiahnya dulu yukš¤