Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Extra part (Bermain ke rumah Yura)


"Mama melihatnya. Baju Rey masih berada di dalam kamar Mama dan Mama baru saja mengambilnya di dalam lemari." Jawab Kyara.


"Kenapa Mama mengambilnya dari lemari Rey? Rey ingin memakainya, Ma." Balas Rey.


"Mama tidak mengambilnya. Hanya saja Mama lupa memindahkannya. Tunggulah sebentar, Mama akan mengambilkan baju Rey dan Rachel di dalam kamar." Ucap Kyara.


Rey mengangguk saja dan memilih menunggu Kyra di depan kamarnya dari pada masuk ke dalam.


"Apa Rey menanyakan keberadaan bajunya?" Tanya Gerry pada Kyara.


"Ya. Aku akan membawakannya untuk Rey." Balas Kyara.


Gerry menghela nafasnya. "Kenapa kau tidak menaruhnya di dalam lemari Rey saja agar Rey tidak selalu mencari bajunya ke kamar kita." Tegur Gerry.


"Aku masih ingin menyiapkan keperluan Rey walau pun dia sudah bukan lagi anak kecil yang harus aku perhatikan. Sejak kecil Rey selalu mandiri dengan keperluan sekolahnya hingga aku jarang menikmati peranku sebagai ibu. Dan sekarang-lah waktunya untuk aku merasakan peranku kembali sebelum Rey benar-benar memilih ingin hidup mandiri." Jelas Kyara.


Gerry menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang menurutnya ada-ada saja.


"Sudahlah, aku ingin memberikan baju untuk Rey dulu." Ucap Kyara.


Gerry mengangguk saja dan memperhatikan tubuh istrinya yang sudah berjalan ke arah pintu kamar.


"Ini Rey." Ucap Kyara lembut seraya menyerahkan baju untuk Rey.


"Terimakasih, Ma." Balas Rey.


Kyara tersenyum lalu mengusap kepala Rey. Setelahnya Rey pun berpamitan untuk kembali ke kamarnya. Kyara pun turut berjalan ke arah kamar Rachel untuk memberikan baju sekolah Rachel.


*


"Pulang sekolah nanti Rachel mau bermain ke rumah Yura dulu ya, Mah." Ucap Rachel setelah menghabiskan sarapan paginya.


Kyara mengelap bibirnya lalu menjawab ucapan putrinya. "Rachel ingin bermain apa dengan Kak Yura?" Tanya Kyara.


"Bermain boneka, Mah." Balas Rachel apa adanya.


Rachel seketika menggeleng. "Kak Yura dan Om Rangga akan menjemput Rachel ke sekolah nantinya, Mah." Jelas Rachel.


Pandangan Kyara pun beralih pada Gerry untuk meminta jawaban atas ucapan putrinya.


"Rangga sudah mengabariku jika nanti akan menjemput Rachel ke sekolahnya bersama Yura." Ucap Gerry yang sudah paham arti tatapan istrinya.


Kyara mengangguk lalu mengalihkan kembali pandangannya pada Rachel seraya tersenyum. "Baiklah. Tapi ingat jangan merepotkan Tante Vara." Pesan Kyara.


"Tante Vara suka direpotkan oleh Rachel, Mah." Balas Rachel dengan enteng.


Rey yang sejak tadi hanya diam sambil mendengar ucapan Rachel hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Anak itu..." Gerry pun turut menggelengkan kepalanya mendengar ucapan putri bungsunya.


"Rachel... Mama tidak pernah mengajarimu untuk merepotkan orang lain." Tegur Kyara.


"Tapi Tante suka, Ma. Tante Vara selalu senang direpotkan oleh Rachel dan Yura." Balas Rachel apa adanya. Karena kenyataannya Vara selalu saja tersenyum dan tidak pernah memarahinya setiap ia melakukan hal konyol dengan Yura di rumahnya.


"Kak Yura." Koreksi Gerry.


"Yura saja, Pah. Yura masih sama kecil dengan Rachel. Lagi pula Yura tidak ingin dipanggil Kakak oleh Rachel." Balas Rachel.


"Mamah, Papah, sudah waktunya berangkat sekolah." Ucap Rey.


Pandangan Rachel pun beralih pada Rey yang baru saja angkat bicara. "Apa Kakak tidak ingin ikut bermain ke rumah Kak Yura?" Tanya Rachel dengan mata berkedip-kedip.


"Tidak. Kalian terlalu berisik." Balas Rey hingga membuat Rachel memutar kedua bola matanya malas.


***


Sudah siap pindah buku baru untuk kelanjutan cerita Yura dan Rey?😂