Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Berita mengejutkan


Gerry yang memahami arti tatapan Dika pun menepuk pundak Dika dengan pelan. "Kau sudah melakukan yang terbaik." Ucap Gerry.


Dika mengangguk saja tanpa membalas ucapan Gerry. "Aku harus segera pergi." Ucapnya kemudian.


"Apa kau ingin menjemput Hana?" Tanya Gerry.


"Ya. Aku harus membawanya datang ke rumah sakit." Balas Dika.


"Pergilah. Semoga usahamu berhasil." Ucap Gerry.


Dika mengangguk lalu kembali melanjutkan langkahnya ke arah parkiran dimana mobilnya berada.


"Aku harap kau dapat melunakkan sedikit hatimu setelah mendengar berita yang akan aku sampaikan nanti, Hana." Ucap Dika setelah masuk ke dalam mobilnya. Tak ingin membuang waktu, Dika pun segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit miliknya.


Tiga puluh lima menit berlalu, mobil yang Dika kendarai pun akhirnya sampai di depan rumah. Dika nampak turun dari dalam mobil lalu berjalan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah.


"Daddy..." suara Alana terdengar riang memanggil Dika yang baru saja masuk ke dalam rumah. Alana pun segera berlari ke arah Dika lalu mengulurkan kedua tangannya meminta digendong.


"Dimana Mommy?" Tanya Dika pada Alana.


"Kamal." Balas Alana sedikit tidak jelas.


Dika pun segera berjalan ke arah Alan yang masih nampak sibuk bermain mobil-mobilannya lalu meletakkan tubuh Alana di samping Alan.


"Daddy..." ucap Alan lalu kembali fokus bermain.


Dika tersenyum lalu mengusap rambut putranya. Tatapannya pun beralih pada pelayan yang sedang duduk tak jauh dari putranya. "Tolong jaga Alan dan Alana. Saya ingin ke kamar dulu menemui Nyonya." Ucap Dika.


"Baik Tuan." Balas pelayan patuh.


"Daddy ke kamar sebentar." Ucap Dika lalu mengecup kening Alana dan Alan secara bergantian. Setelahnya Dika pun segera berjalan ke arah tangga untuk naik ke kamarnya.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terbuka dari luar membuat perhatian Hana teralihkan ke arah pintu. "Dika? Kau sudah pulang?" Tanya Hana merasa bingung. Hana pun meninggalkan pakaian yang belum selesai ia masukkan ke dalam lemari lalu berjalan ke arah Dika. "Ada apa?" Tanya Hana kemudian melihat raut wajah Dika yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Sayang... ada apa ini?" Tanya Hana saat merasa ada sesuatu yang ingin Dika sampaikan padanya.


"Hana... aku harap kau dapat meluluhkan hatimu saat ini." Ucap Dika semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Hana.


"Meluluhkan hati? Apa maksudmu?" Tanya Hana.


"Sayang... maaf, karena aku tidak berhasil menyelamatkan Papamu." Ucap Dika dengan pelan.


Deg


Tubuh Hana menegang dan jantungnya semakin berdetak dengan kencang mendengarkan informasi yang tidak pernah ia duga sebelumnya.


"Pa-papa..." lirih Hana pelan.


"Papamu sudah tiada, Sayang..." ucap Dika dengan pelan.


Hana seketika memberontak dalam pelukan Dika hingga membuat pelukan Dika terlepas. "Lalu untuk apa kau menyampaikan hal ini kepadaku?" Tanya Hana lalu mengalihkan tatapannya ke arah samping. Hana masih berupaya menutupi keterkejutannya saat ini.


"Sayang... aku tahu kau bukanlah wanita sekeras ini. Aku tahu kau pasti hancur mendengar kabar yang baru saja aku sampaikan." Ucap Dika.


"Omong kosong. Aku tidak memperdulikannya, Dika." Ucap Hana dengan bibir bergetar.


"Kau memperdulikannya, Hana." Dika kembali meraih tubuh Hana dan membawanya ke dalam dekapannya. "Kau memperdulikannya, Hana. Terlepas dari rasa sakit yang telah Papamu torehkan selama ini, bagaimana pun juga Papa Rauf tetap ayah kandungmu."


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.