Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Penolakan Hana


"Hana jaga bicaramu. Kau tidak boleh berbicara seperti itu pada Dika." Tegur Mama Rita.


"Dika." Hana tak memperdulikan ucapan Mamanya dan semakin menatap berang pada Dika.


"Sayang, aku melakukan ini semua untuk kebaikanmu. Aku tidak ingin kau menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan Papamu." Tutur Dika.


"Aku tidak akan pernah menyesal karena tidak menemuinya." Pungkas Hana.


Dika menghela nafas sesaaat. Entah mengapa ia melihat sosok istrinya saat ini sangat keras dan sulit untuk diberikan pengertian tidak seperti biasanya.


"Kau tidak tahu rasanya jadi aku dan Mama selama ini Dika." Ucap Hana saat melihat Dika hendak berbicara. "Aku tidak akan pernah menyesal menyia-nyiakan kesempatan untuk orang yang sudah menorehkan luka yang begitu dalam di hatiku dan Mama." Lanjut Hana kemudian.


"Hana, bagaimana pun juga Papa adalah ayah kandungmu." Ucap Mama Rita.


Hana mengalihkan pandangan pada Mama Rita. "Hana tau Mama. Tapi Hana belum bisa melupakan rasa sakit yang Papa goreskan selama ini." Jawab Hana.


"Hana..." Mama Rita mendekati Hana berupaya untuk memberi pengertian pada putrinya.


"Jika Mama ingin menemui Papa maka temuilah. Namun jangan memaksa Hana untuk bertemu dengannya." Ucap Hana menghentikan langkah Mama Rita. Hana pun membalikkan tubuhnya. "Maaf, Hana ingin melihat anak-anak dulu." Ucap Hana lalu melangkah ke arah kamar anak-anaknya yang berada di lantai bawah.


Hana terus berjalan tanpa memperdulikan Dika yang memanggil-manggil namanya. Air mata yang sejak tadi mengembun di pelupuk matanya akhirnya berjatuhan membasahi kedua pipinya. Sebelah tangan Hana terangkat mengusap air mata yang semakin membasahi kedua pipinya.


"Maafkan Hana, Mama. Hana tau rasa cinta Mama pada Papa bisa membuat Mama dengan mudah memaafkannya walau sudah begitu banyak luka yang Papa torehkan pada Mama selama ini. Namun Hana tidak bisa seperti Mama. Hana tidak bisa melupakan begitu saja rasa sakit yang Mama rasakan selama ini karena perselingkuhan secara sadar yang Papa lakukan. Mungkin Hana bisa memaafkan Papa namun tidak untuk melupakannya." Gumam Hana sambil terus melangkah menuju kamar anak-anaknya.


"Bagaimana ini, Dika?" Mama Rita menatap sendu punggung putrinya yang semakin menjauh darinya.


Mama Rita mengangguk membenarkan. "Perselingkuhan Papanya begitu menyakitkan Hana. Bahkan karena permasalahan di antara Mama dan Papa membuatnya harus kehilanganmu untuk beberapa tahun lamanya. Pantas saja sampai saat ini Hana begitu sulit melupakannya." Ucap Mama Rita.


"Mama jangan turut menyalahkan diri Mama sendiri. Apa yang terjadi di masa lalu tidak sepenuhnya salah Mama karena Mama sudah berusaha untuk memperbaiki dan mempertahankannya." Ucap Dika tak ingin Mama Rita larut dalam kenangan buruknya dulu.


Mama Rita menghela nafasnya lalu mengangguk. "Apa besok pagi kita akan kembali ke rumah sakit?" Tanya Mama Rita.


"Ya. Besok pagi kita akan kembali ke rumah sakit dan melihat keadaan Papa langsung ke dalam ruangannya." Jawab Dika.


"Baiklah. Kalau begitu Mama ingin menyusul Hana lebih dulu." Ucap Mama Rita.


"Apa Mama yakin?" Tanya Dika.


"Ya. Mama yakin." Balas Mama Rita.


Dika mengangguk dan membiarkan Mama Rita melakukan apa yang ingin ia lakukan. Hari ini ia sudah berusaha sekuat mungkin untuk membawa Mama Rita ikut dengannya untuk melihat keadaan Papa Hana yang sedang kritis. Dan untung saja usahanya tidak berujung sia-sia karena Mama Rita memutuskan ikut dengannya walau dengan melewati proses yang sangat panjang.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.